JAKARTA – BELA RAKYAT – Pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) di Sumatera Selatan diminta diperkuat. Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea menilai ada potensi ketidaksesuaian antara data resmi Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan tingginya mobilitas WNA di lapangan.
Hal itu disampaikan Marinus usai Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI di Palembang, Jumat (9/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan terhadap mitra kerja komisi, salah satunya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Selatan.
Marinus menyoroti data pergerakan WNA yang mencapai sekitar 7.000 pergerakan keluar-masuk setiap bulan di Sumsel. Angka tersebut, menurutnya, perlu disandingkan dengan data jumlah TKA yang tercatat agar lebih akurat.
“Nah, persoalannya apakah sudah benarkah hanya segitu orang asing yang ada di Sumatera Selatan?” kata Legislator Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten III itu.
Berdasarkan paparan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, jumlah TKA sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 1.619 orang yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Mayoritas, sekitar 70 persen, merupakan WNA asal China dan banyak bekerja di sektor pertambangan, terutama di Kabupaten Muara Enim.
Marinus menilai, tingginya investasi asing dan aktivitas industri di Sumsel harus diimbangi dengan pengawasan yang cermat, termasuk kesesuaian aktivitas WNA dengan izin tinggal yang dimiliki.
Sebelumnya pada Juni 2026, Kantor Imigrasi Palembang mengamankan 16 WNA asal China yang diduga melakukan kegiatan tidak sesuai dengan izin tinggalnya. Kasus tersebut menjadi contoh pentingnya validitas data dan pengawasan di lapangan.
Selain isu pengawasan orang asing, Marinus menyebut kunker reses ini juga menjadi wadah bagi Komisi XIII untuk menyerap aspirasi dari para mitra. Berbagai masukan terkait kendala tugas dan pelayanan kepada masyarakat akan dihimpun sebagai bahan evaluasi.
“Kunjungan reses anggota komisi ini hakikatnya kita mendengar aspirasi, mendengar permohonan-permohonan, dan juga mendengar apa yang menjadi keluhan-keluhan dari mitra-mitra,” ujarnya.






