PANDAGLANG – BELA RAKYAT – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar harus terus memperluas khidmatnya kepada umat dan masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan hebat.
Hal itu disampaikan Jazuli saat memberikan sambutan dalam kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang diselenggarakan bersama organisasi profesi kesehatan di Perguruan Mathla’ul Anwar Pusat, Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (11/10/2026).
Jazuli menyampaikan apresiasi kepada organisasi profesi kesehatan yang telah memilih Perguruan Mathla’ul Anwar Pusat sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, bakti sosial tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara organisasi profesi dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi langkah pemindahan fasilitas laboratorium untuk mendukung pemeriksaan kesehatan di lingkungan perguruan. Menurut Jazuli, dukungan tersebut menjadi langkah luar biasa dalam memperkuat akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini penyakit.
“Mathla’ul Anwar tidak boleh hanya berkhidmat dalam bidang pendidikan dan dakwah. Kita juga harus hadir memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Kita ingin melahirkan generasi yang sehat, generasi yang kuat, dan generasi yang hebat,” tegas Jazuli.
Ia menambahkan, PB Mathla’ul Anwar memiliki cita-cita untuk membangun rumah sakit sebagai bagian dari upaya memperluas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan klinik Mathla’ul Anwar di Pandeglang menjadi salah satu ikhtiar untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada warga.
Jazuli menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia juga perlu ditopang pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan generasi muda. Karena itu, Mathla’ul Anwar turut mendorong penguatan pendidikan keterampilan melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar generasi muda memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
*Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan*
Kegiatan bakti sosial kesehatan ini melibatkan organisasi profesi kesehatan, di antaranya Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten. Kegiatan tersebut menjadi wujud pengabdian profesi kedokteran sekaligus upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketua IDI Wilayah Banten, dr. Mohammad Rifki, Sp.B., MARS., menyampaikan bahwa bakti sosial kesehatan merupakan bentuk khidmat organisasi profesi kepada umat dan masyarakat. Ia menilai Mathla’ul Anwar sebagai mitra strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama melalui lembaga pendidikan dan jaringan sosial kemasyarakatan yang dimilikinya.
Rifki berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan langsung, tetapi juga dalam pendidikan dan literasi kesehatan serta pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, manfaat kolaborasi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan PDS PatKLIn menekankan pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini talasemia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Bakti sosial ini juga menjadi kesempatan bagi organisasi profesi untuk menerapkan keahlian tenaga medis secara langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Pandeglang, Hj. R. Dewi Setiani, S.Sos., M.A., turut mengapresiasi kolaborasi PDS PatKLIn, IDI Wilayah Banten, dan Mathla’ul Anwar. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan mengingat luasnya wilayah Kabupaten Pandeglang dan kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan.
Menurut Bupati, kegiatan tersebut bukan sekadar menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, melainkan juga mencerminkan kepedulian dan pengabdian tenaga medis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Mathla’ul Anwar maupun masyarakat di sekitarnya.
*Pemeriksaan Gratis dan Penandatanganan MoU*
Dalam kegiatan ini, masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan kesehatan sesuai ketersediaan tenaga medis dan fasilitas, antara lain konsultasi kesehatan umum, pemeriksaan penyakit dalam, konsultasi jantung, pemeriksaan mata dan anak, konsultasi bedah, pemeriksaan laboratorium, serta skrining talasemia.
Layanan penunjang lainnya mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, konsultasi gizi, serta edukasi kesehatan mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya deteksi dini. Rangkaian layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko kesehatan sejak dini dan memperoleh arahan medis yang sesuai.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi kelembagaan, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Mathla’ul Anwar dan IDI. Kerja sama ini mencakup pendidikan dan literasi kesehatan, pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, serta kolaborasi tenaga kesehatan dengan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar.
Melalui kegiatan ini, Mathla’ul Anwar menegaskan komitmennya untuk terus memperluas peran dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi dengan organisasi profesi kesehatan diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan program pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.






