JAKARTA – BELARAKYAT – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan komitmennya untuk mengawal penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional. Hal tersebut disampaikannya saat hadir dalam Diskusi Publik Fraksi Partai GOLKAR MPR RI yang mengangkat tema strategis “Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Nasional”.
Di tengah arus globalisasi dan disrupsi informasi, Adde Rosi menilai tantangan pembentukan karakter anak di sekolah semakin kompleks. Pancasila harus hadir bukan hanya sebagai hafalan, melainkan sebagai kompas moral yang hidup dan menyentuh hati.
“Rasa ini harus dilatih betul ya Prof ya, gimana bisa melatihnya kalau dalam kurikulum kita yang saat ini kita jalankan, pendidikan Pancasila atau PPKN seminggu cuman sekali, satu jam dalam seminggu,” ujar Adde Rosi.
Menurutnya, kecintaan terhadap bangsa dan ideologi yang kuat tidak bisa dibentuk secara instan. Rasa kebangsaan harus dilatih melalui pembiasaan dan adat istiadat di satuan pendidikan.
Ia pun melemparkan gagasan terobosan untuk didiskusikan bersama para pakar pendidikan.
“Untuk kita melatih kecintaan kita, untuk kita memiliki ideologi yang kuat itu dilatih lewat istiadat. Apakah dalam kurikulum ke depan kita rubah kurikulumnya sehingga kurikulumnya menjadi belajar Pancasila. Atau setiap hari siswa-siswi kita sebelum masuk sekolah itu harus ada silent shifting sepuluh lima belas menit,” jelasnya.
Adde Rosi menekankan pentingnya memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila.
“Kenapa tidak memaksimalkan potensi yang kita miliki dalam rangka mensosialisasikan, menginternalisasikan, mengolah rasa Pancasila kita dalam setiap rakyat Indonesia,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran Pancasila tidak boleh lagi kaku dan tekstual, melainkan harus mampu mengajarkan empati, gotong royong, serta kebhinekaan.
“Komitmen kami di parlemen adalah memastikan bahwa kurikulum pendidikan nasional tidak hanya mengejar keterampilan teknis, tetapi juga mengakar kuat pada kepribadian bangsa Indonesia. Ini adalah satu langkah nyata untuk menjaga keutuhan NKRI melalui bangku sekolah,” tutup Adde Rosi.






