Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimantan Selatan I
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, manusia sering kali sibuk memikirkan banyak hal, tetapi lupa kepada satu hal yang paling penting: mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita sibuk mengejar rezeki, tetapi terkadang lupa kepada Pemberi rezeki.
Kita sibuk mencari ketenangan, tetapi jauh dari Dzat yang memberikan ketenangan.
Kita takut menghadapi masa depan, tetapi lupa bahwa masa depan berada dalam kekuasaan Allah.
Kita berusaha menyelesaikan berbagai masalah dengan kekuatan pikiran, harta, jabatan, dan bantuan manusia, namun terkadang kita lupa bahwa ada satu kekuatan yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang mukmin, yaitu:
DZIKIR KEPADA ALLAH
Dzikir bukan sekadar ucapan yang keluar dari lisan. Bukan sekadar menghitung bacaan dengan jari.
Bukan hanya kebiasaan setelah shalat. Dzikir adalah kehidupan bagi hati.
Dzikir adalah pengingat bahwa kita memiliki Allah. Dzikir adalah tempat kembali ketika hati sedang gelisah. Dzikir adalah benteng ketika godaan datang. Dzikir adalah cahaya ketika kehidupan terasa gelap.
Dan dzikir adalah salah satu sebab yang Allah berikan kepada hamba-Nya untuk memperoleh perlindungan, ampunan, ketenangan, serta keselamatan dari berbagai keburukan.
MANUSIA SETIAP HARI BERHADAPAN DENGAN DOSA
Setiap hari kita hidup dalam ujian. Kadang kita diuji dengan kesulitan. Kadang kita diuji dengan kesenangan. Kadang kita diuji dengan kekurangan. Kadang justru diuji dengan kelapangan.
Tanpa kita sadari, dalam perjalanan hidup sehari-hari, dosa pun dapat terus bertambah.
Dosa dari lisan. Dosa dari pandangan. Dosa dari pendengaran. Dosa dari hati. Dosa karena marah. Dosa karena sombong. Dosa karena iri. Dosa karena menyakiti orang lain. Dosa karena melalaikan kewajiban kepada Allah.
Bahkan terkadang kita berbuat salah tanpa menyadari bahwa yang kita lakukan adalah sebuah dosa.
Karena itu, seorang mukmin tidak boleh merasa aman dari dosa. Semakin banyak dosa, semakin kita membutuhkan istighfar.
Semakin lemah diri kita, semakin kita membutuhkan dzikir. Semakin berat kehidupan, semakin kita membutuhkan pertolongan Allah.
Jangan sampai kita sibuk membersihkan rumah, kendaraan, pakaian, dan tubuh, tetapi lupa membersihkan hati.
Padahal hati juga membutuhkan pembersihan. Dan salah satu pembersih hati adalah dzikir kepada Allah.
ALLAH MEMERINTAHKAN KITA UNTUK BANYAK BERDZIKIR
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Renungkan ayat ini. Jika kita mengingat Allah, Allah akan mengingat kita.
Bukankah ini sebuah kemuliaan yang luar biasa? Siapakah kita?
Kita hanyalah manusia yang lemah. Hidup kita bergantung kepada udara yang Allah berikan.
Jantung kita berdetak karena izin Allah. Kita dapat tidur karena izin Allah. Kita dapat bangun karena izin Allah. Kita dapat makan, minum, berjalan, berbicara, dan bernapas karena rahmat Allah.
Namun Allah Yang Mahabesar memerintahkan kita untuk mengingat-Nya, lalu Dia menjanjikan bahwa Dia akan mengingat kita.
Sungguh, tidak ada keuntungan yang lebih besar daripada seorang hamba yang diingat oleh Rabb-nya.
Allah juga berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat-Nya sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Perhatikanlah. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk berdzikir sesekali. Bukan hanya ketika susah. Bukan hanya setelah tertimpa musibah.
Bukan hanya ketika sakit. Tetapi Allah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir.
Artinya, dzikir harus menjadi bagian dari kehidupan seorang mukmin.
Ketika bangun tidur, ingat Allah. Ketika berpakaian, ingat Allah. Ketika keluar rumah, ingat Allah. Ketika mendapatkan nikmat, ingat Allah. Ketika tertimpa masalah, ingat Allah. Ketika takut, ingat Allah. Ketika bahagia, jangan lupa kepada Allah.
Karena sebagian manusia hanya mengingat Allah ketika hidupnya sulit. Begitu hidupnya kembali nyaman, Allah kembali dilupakan.
Padahal seorang mukmin seharusnya mengingat Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.
HANYA DENGAN MENGINGAT ALLAH HATI MENJADI TENTERAM
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” KQS. Ar-Ra’d: 28)
Berapa banyak orang yang memiliki harta tetapi hatinya tidak tenang? Berapa banyak orang yang terkenal tetapi hidupnya merasa sepi? Berapa banyak orang yang dikelilingi manusia tetapi merasa sendirian? Berapa banyak orang yang tersenyum di depan orang lain, tetapi menangis ketika sendirian?
Karena ketenangan hati tidak dapat dibeli. Uang dapat membeli tempat tidur, tetapi tidak selalu dapat membeli tidur yang nyenyak. Uang dapat membeli makanan, tetapi tidak selalu dapat membeli rasa bahagia.
Jabatan dapat membuat seseorang dihormati, tetapi tidak selalu membuat jiwanya tenang. Sedangkan dzikir menghubungkan hati seorang hamba dengan Rabb-nya.
Ketika hati mengingat Allah, ia menyadari: Aku tidak sendirian. Allah bersamaku dengan ilmu-Nya. Allah mengetahui keadaanku. Allah mendengar doaku. Allah melihat air mataku. Allah mengetahui luka yang tidak diketahui manusia. Allah mengetahui masalah yang tidak sanggup aku ceritakan kepada siapa pun.
Karena itu, jangan heran apabila seseorang yang banyak berdzikir memiliki ketenangan yang tidak mudah dipahami oleh orang lain.
Masalahnya mungkin sama. Ujiannya mungkin berat. Tetapi hatinya memiliki tempat untuk bersandar. Dan tempat itu adalah Allah.
BERPAKING DARI DZIKIR MEMBUAT HIDUP SEMAKIN GELAP
Allah berfirman:
“Barang siapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pengasih, Kami biarkan setan menyesatkannya yang kemudian menjadi teman karibnya.” (QS. Az-Zukhruf: 36)
Ayat ini menjadi peringatan bagi kita semua.
Ketika seseorang menjauh dari petunjuk Allah, hatinya menjadi lebih mudah dimasuki oleh berbagai keburukan. Ketika dzikir mulai hilang, kelalaian semakin besar. Ketika hati jarang mengingat Allah, godaan dunia terasa semakin kuat. Ketika seseorang tidak lagi dekat dengan Al-Qur’an, doa, istighfar, dan dzikir, maka ia akan semakin mudah mengikuti hawa nafsunya.
Bukan berarti setiap orang yang mengalami kesulitan pasti karena kurang berdzikir. Namun yang jelas, seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya hidup dalam kelalaian.
Karena hati yang tidak dihidupkan dengan iman dan dzikir akan mudah menjadi lemah.
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN YANG BANYAK BERDZIKIR MENDAPAT AMPUNAN DAN PAHALA BESAR
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan laki-laki serta perempuan yang banyak mengingat Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)
Inilah kabar gembira bagi orang-orang yang lisannya senantiasa basah dengan mengingat Allah.
Tidak harus menjadi orang terkenal untuk dekat dengan Allah. Tidak harus memiliki jabatan. Tidak harus kaya. Tidak harus dikenal manusia. Siapa pun dapat berdzikir.
Seorang pedagang dapat berdzikir. Seorang petani dapat berdzikir. Seorang pekerja dapat berdzikir. Seorang ibu dapat berdzikir sambil mengurus keluarga. Seorang ayah dapat berdzikir ketika mencari nafkah.
Bahkan seorang pelajar dapat berdzikir dalam perjalanan menuju sekolah. Seorang yang sedang sakit dapat berdzikir di tempat tidurnya. Seorang yang sedang sedih dapat berdzikir sambil menahan air mata.
Lisan mungkin sederhana. Bacaannya mungkin singkat.
Tetapi jika dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan, nilainya sangat besar di sisi Allah.
ISTIGHFAR: PINTU KEMBALI KEPADA ALLAH
Di antara dzikir yang sangat agung adalah istighfar.
Kita sering merasa dosa kita terlalu banyak. Kita merasa sudah terlalu jauh. Kita merasa hidup kita penuh kesalahan.
Tetapi selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan pintu taubat masih terbuka, jangan pernah berhenti kembali kepada Allah.
Ucapkan: Astaghfirullahal ‘azhim.
Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu. Betapa banyak dosa yang kita lakukan dan tidak kita ingat lagi.
Namun Allah mengetahuinya. Betapa banyak nikmat yang kita terima tanpa pernah kita syukuri sebagaimana mestinya.
Betapa banyak waktu yang kita habiskan untuk perkara yang tidak bermanfaat. Karena itu, jangan tunggu menjadi sempurna untuk beristighfar.
Justru karena kita tidak sempurna, kita membutuhkan istighfar. Jangan tunggu setelah melakukan dosa besar.
Beristighfarlah setiap hari. Sebab Rasulullah ﷺ, manusia yang telah diampuni dosa-dosanya, tetap banyak memohon ampun kepada Allah.
Lalu bagaimana dengan kita yang penuh dengan kekurangan?
TASBIH, TAHMID, TAHLIL DAN TAKBIR
Dzikir kepada Allah memiliki banyak bentuk.
Di antaranya: Subhanallah Mahasuci Allah. Kalimat ini mengingatkan kita bahwa Allah Mahasuci dari segala kekurangan.
Alhamdulillah Segala puji bagi Allah. Kalimat ini mengajarkan kita untuk mensyukuri nikmat yang sering kali kita anggap biasa.
Masih bisa bernapas adalah nikmat. Masih bisa melihat adalah nikmat. Masih memiliki keluarga adalah nikmat. Masih diberi kesempatan bertaubat adalah nikmat.
La ilaha illallah Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Inilah kalimat tauhid.
Kalimat yang mengingatkan kita bahwa hati seorang mukmin tidak boleh diperbudak oleh dunia.
Jangan sampai harta menjadi tuhan. Jangan sampai jabatan menjadi tuhan. Jangan sampai pujian manusia menjadi tujuan utama.
Seorang mukmin harus kembali kepada kalimat: La ilaha illallah. Tidak ada yang lebih layak dicintai, ditakuti, diharap dan disembah melebihi Allah.
Kemudian: Allahu Akbar. Allah Mahabesar. Masalahmu mungkin besar. Uutangmu mungkin besar. Ketakutanmu mungkin besar. Musibahmu mungkin besar. Tetapi Allah lebih besar.
Allahu Akbar. Jangan membesarkan masalah melebihi kebesaran Allah dalam hatimu.
DZIKIR ADALAH BENTENG BAGI SEORANG MUKMIN
Dalam kehidupan, kita menghadapi banyak godaan.
Ada godaan setan. Ada hawa nafsu.Ada dunia. Ada kesombongan. Ada kemarahan. Ada iri hati. Ada putus asa. Ada kecintaan berlebihan kepada manusia dan dunia.
Seorang mukmin membutuhkan benteng. Dan salah satu benteng terpenting adalah dzikir kepada Allah.
Ketika marah, ingat Allah. Ketika hendak membalas kejahatan dengan kejahatan, ingat Allah. Ketika muncul keinginan melakukan maksiat, ingat Allah. Ketika hati mulai iri terhadap nikmat orang lain, ingat Allah. Ketika ingin menyerah, ingat Allah.
Dzikir tidak berarti seseorang tidak akan pernah diuji. Dzikir juga bukan berarti kehidupan akan selalu berjalan sesuai keinginan kita.
Tetapi dzikir memberikan kekuatan kepada hati untuk menghadapi kehidupan. Dzikir membuat seorang hamba tidak mudah hancur ketika dunia tidak berjalan sesuai rencananya.
SAAT HATI GUNDAH, JANGAN HANYA MENCARI HIBURAN
Ketika hati sedih, sebagian orang langsung mencari hiburan. Mencari keramaian. Mencari kesibukan. Mencari sesuatu untuk melupakan masalah. Tidak salah mencari hiburan yang halal dan bermanfaat.
Namun jangan sampai kita melupakan obat utama bagi hati: kembali kepada Allah.
Ada kesedihan yang tidak selesai hanya dengan tidur. Ada kecemasan yang tidak selesai hanya dengan berjalan-jalan. Ada kekosongan yang tidak selesai dengan harta. Ada luka yang tidak bisa dipahami manusia.
Dalam keadaan seperti itu, ambillah wudhu. Dirikan shalat. Angkat tangan. Berdoalah. Berdzikirlah.
Ucapkan: Hasbunallah wa ni’mal wakil. Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung.
Ucapkan: La hawla wa la quwwata illa بالله. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Ucapkan: Astaghfirullah. Mohonlah ampun.
Dan jangan lelah mengatakan: Ya Allah, aku membutuhkan-Mu.
DZIKIR ADALAH KEHIDUPAN BAGI HATI
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya adalah seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari)
Hadis ini memberikan gambaran yang sangat dalam. Tubuh seseorang mungkin hidup.
Ia berjalan. Ia berbicara. Ia bekerja. Ia makan dan minum.
Tetapi hati yang jauh dari mengingat Allah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Sebaliknya, orang yang senantiasa berdzikir sedang menghidupkan hatinya.
Karena itu, jangan biarkan hati kita mati. Berikan makanan kepada hati.
Sebagaimana tubuh membutuhkan makanan dan minuman, hati membutuhkan: Dzikir. Al-Qur’an. Doa. Istighfar. Shalat. Ilmu yang bermanfaat. Dan amal saleh.
MANFAAT DZIKIR DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM
Ada banyak kebaikan yang dapat diperoleh seorang hamba dari kebiasaan berdzikir kepada Allah. Di antaranya:
1. DZIKIR MENDEKATKAN KITA KEPADA ALLAH
Semakin seseorang mengingat Allah, semakin ia sadar bahwa hidupnya bergantung kepada Allah.
Ia tidak lagi merasa mampu dengan dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa semua kekuatan berasal dari Allah.
2. DZIKIR MENENANGKAN HATI
Hati manusia mudah berubah. Hari ini bahagia, besok sedih. Hari ini kuat, besok lemah. Hari ini yakin, besok ragu.
Karena itu hati membutuhkan sesuatu yang tetap. Dan Allah adalah tempat bersandar yang tidak pernah berubah.
3. DZIKIR MEMBANTU MENGENDALIKAN EMOSI
Orang yang terbiasa mengingat Allah akan lebih mudah mengingat akibat dari perbuatannya.
Ketika marah, ia belajar menahan diri. Ketika dipuji, ia tidak mudah sombong. Ketika dihina, ia berusaha bersabar. Ketika mendapatkan nikmat, ia belajar bersyukur.
4. DZIKIR MENJAUHKAN HATI DARI KELALAIAN
Setan senang ketika manusia lalai. Semakin lalai seorang manusia, semakin mudah ia terjatuh.
Karena itu, dzikir menjadi pengingat yang terus membangunkan hati.
5. DZIKIR MENDORONG SESEORANG UNTUK BERBUAT BAIK
Ketika seseorang banyak mengingat Allah, ia akan lebih malu untuk melakukan kemaksiatan.
Ia sadar bahwa Allah melihatnya. Ia sadar bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban.
6. DZIKIR MENUMBUHKAN RASA SYUKUR
Banyak manusia baru menyadari nikmat setelah nikmat itu hilang. Padahal setiap hari kita memiliki begitu banyak nikmat.
Dzikir seperti Alhamdulillah mengajarkan hati untuk melihat karunia Allah.
7. DZIKIR MENJADI SEBAB MENDAPATKAN AMPUNAN DAN PAHALA BESAR
Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar bagi laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah. Inilah keuntungan yang sesungguhnya.
DZIKIR BUKAN HANYA UNTUK LISAN
Ada orang yang lisannya terus berdzikir, tetapi perilakunya menyakiti orang lain. Ada yang rajin mengucapkan tasbih, tetapi mudah meremehkan orang.
Ada yang sering beristighfar, tetapi tidak mau meninggalkan dosa yang mampu ia tinggalkan.
Tentu kita tidak boleh meremehkan dzikir lisan. Dzikir lisan adalah amal yang sangat agung.
Namun dzikir yang benar seharusnya juga memberikan pengaruh kepada hati dan perilaku.
Jika kita mengucapkan: Allahu Akbar, maka dunia seharusnya tidak menjadi lebih besar daripada Allah dalam hati kita.
Jika kita mengucapkan: Astaghfirullah, maka kita seharusnya memiliki keinginan untuk memperbaiki diri.
Jika kita mengucapkan: Alhamdulillah, maka kita belajar bersyukur.
Jika kita mengucapkan: Subhanallah, maka kita semakin mengenal kebesaran Allah.
Dan jika kita mengucapkan: La ilaha illallah, maka kita belajar memurnikan ibadah hanya untuk Allah.
Dzikir yang hidup adalah dzikir yang meninggalkan jejak dalam kehidupan.
JANGAN TUNGGU TUA UNTUK MEMPERBANYAK DZIKIR
Jangan berkata: “Nanti kalau sudah tua saya akan lebih rajin.” Siapa yang menjamin kita sampai tua?
Jangan berkata: “Nanti kalau hidup sudah tenang saya akan berdzikir.”
Justru dzikir adalah salah satu jalan agar hati menghadapi kehidupan dengan lebih tenang.
Jangan berkata: “Nanti kalau sudah banyak dosa baru saya bertaubat.” Bukankah kita tidak tahu dosa mana yang terakhir?
Mulailah hari ini. Sekarang. Tidak perlu menunggu keadaan sempurna.
Ucapkan: Astaghfirullah.
Kemudian: Alhamdulillah.
Lalu: Subhanallah.
Dan: Allahu Akbar.
Kemudian kuatkan hati dengan: La ilaha illallah.
Kalimat-kalimat sederhana ini mungkin hanya membutuhkan beberapa detik.
Tetapi jika dilakukan dengan hati yang ikhlas, istiqamah, dan sesuai tuntunan syariat, ia dapat menjadi amalan yang sangat besar nilainya di sisi Allah.
🌙 MALAM ADALAH WAKTU UNTUK KEMBALI
Ketika malam mulai sunyi, ketika banyak manusia terlelap, jadikan sebagian waktumu untuk kembali kepada Allah.
Bangunlah jika Allah memberikan kemampuan. Berwudhulah. Dirikan shalat Tahajud. Kemudian duduklah sejenak. Tidak perlu kata-kata yang rumit. Ceritakan semuanya kepada Allah.
Tentang kesedihanmu. Tentang ketakutanmu. Tentang harapanmu. Tentang dosa-dosamu. Tentang orang-orang yang kamu cintai. Tentang masa depan yang membuatmu cemas.
Lalu berdzikirlah. Karena manusia mungkin tidak memahami seluruh isi hatimu. Tetapi Allah mengetahui semuanya. Manusia mungkin tidak selalu ada. Tetapi Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.
PENUTUP
Saudaraku… Jika hari ini hidup terasa berat, jangan jauh dari dzikir. Jika dosa terasa banyak, perbanyak istighfar.
Jika hati gelisah, ingat Allah. Jika rezeki terasa sempit, jangan berhenti berusaha dan jangan tinggalkan doa serta dzikir. Jika hidup terasa gelap, dekatilah Al-Qur’an dan shalat. Jika merasa sendirian, ingatlah bahwa Allah selalu mengetahui keadaan hamba-Nya.
Jangan biarkan hari berlalu tanpa menyebut nama Allah. Jangan biarkan lisan sibuk membicarakan manusia, tetapi sedikit sekali mengingat Rabb-nya. Jangan sampai kita hafal begitu banyak urusan dunia, tetapi lupa kepada tujuan hidup.
Mari hidupkan hati kita dengan dzikir. Mari basahi lisan dengan istighfar. Mari kuatkan tauhid dengan kalimat La ilaha illallah. Mari sucikan hati dengan Subhanallah.
Mari penuhi hidup dengan rasa syukur melalui Alhamdulillah. Dan mari hadapi segala persoalan dengan keyakinan: Allahu Akbar. Masalah boleh datang. Ujian boleh berat. Manusia boleh pergi.
Dunia boleh berubah. Tetapi Allah tetap Mahabesar.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang banyak berdzikir, banyak bersyukur, banyak beristighfar, dan senantiasa kembali kepada-Nya.
Ya Allah, hidupkan hati kami dengan dzikir kepada-Mu. Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.
Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, keluarga kami, dan seluruh kaum muslimin.
Ya Allah, lindungi kami dari azab-Mu dan dari segala keburukan di dunia maupun di akhirat.
Ya Allah, jadikan akhir hidup kami dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin Allahumma Aamiin.






