Dari Perbatasan RI-PNG, MPSI Ajak Pelajar Papua Jadi Penggerak Pembangunan Lewat Citizen Journalism

MERAUKE – BELA RAKYAT – Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) membekali para pelajar di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini dengan pendidikan advokasi non litigasi melalui pelatihan citizen journalism dan literasi media sosial.

Kegiatan yang berlangsung di SMK Pertanian YPK Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (26/7/2026), itu diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga berperan aktif mengawal pembangunan daerah dan pembangunan nasional.

Koordinator Kajian Kebijakan MPSI, Annas Fitrah Akbar, mengatakan wilayah perbatasan memiliki posisi strategis sebagai wajah terdepan Indonesia. Karena itu, generasi muda di kawasan tersebut perlu dibekali kemampuan menyampaikan informasi secara objektif, bertanggung jawab, dan berbasis fakta agar dapat berkontribusi dalam pembangunan.

“Anak-anak muda di perbatasan jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri, salah satunya dengan menjadi penyampai fakta melalui citizen journalism yang objektif, edukatif, dan bertanggung jawab,” ujar Annas, kepada wartawan (27/7/2026).

Menurut Annas, advokasi non litigasi merupakan pendekatan yang mengedepankan edukasi, dialog, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tanpa harus melalui proses hukum. Di era digital, kemampuan memanfaatkan media sosial secara bijak menjadi instrumen penting agar masyarakat dapat berpartisipasi mengawal pembangunan secara konstruktif.

“Media sosial jangan hanya dipakai untuk hiburan atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Gunakan sebagai ruang untuk memperlihatkan potensi daerah, menyampaikan persoalan masyarakat secara santun, sekaligus menghadirkan informasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan,” katanya.

Ia menilai Papua memiliki banyak kisah positif yang belum banyak diketahui masyarakat luas, mulai dari semangat pelajar, inovasi pertanian, hingga kehidupan masyarakat adat yang terus beradaptasi dengan berbagai perubahan. Menurutnya, narasi-narasi tersebut perlu lebih banyak dipublikasikan agar masyarakat melihat Papua secara lebih utuh.

“Papua tidak boleh terus dipandang dari sisi persoalan semata. Banyak cerita tentang kemajuan pendidikan, pertanian, dan semangat generasi mudanya yang patut diketahui publik. Melalui citizen journalism, pelajar dapat menjadi duta informasi yang memperlihatkan wajah Papua yang optimistis dan terus bergerak maju,” ujarnya.

Selain memberikan materi advokasi non litigasi dan pelatihan citizen journalism, Tim MPSI juga menyelenggarakan Kelas Inspirasi yang berisi motivasi pendidikan, kepemimpinan, dan dorongan bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi sebagai bekal membangun daerahnya di masa depan.

“Sebagai bagian dari kegiatan riset advokasi, MPSI turut menyebarkan kuesioner kepada para siswa untuk memetakan motivasi belajar, akses pendidikan, literasi digital, serta pandangan mereka terhadap pembangunan di wilayah perbatasan. Hasil survei tersebut akan menjadi bahan analisis dan rekomendasi kebijakan MPSI dalam mendorong penguatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan generasi muda di Papua Selatan”, jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tim MPSI juga menyerahkan paket bahan makanan kepada para siswa sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap semangat mereka menempuh pendidikan di kawasan perbatasan.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat motivasi belajar sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia memerlukan dukungan bersama dari berbagai pihak”, ungkapnya.

Annas menegaskan, membangun Papua tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh lahirnya generasi muda yang memiliki karakter, literasi digital, kepedulian sosial, dan keberanian menyampaikan fakta secara bertanggung jawab.

“Ketika pelajar di perbatasan mampu menjadi agen informasi yang jujur, kritis, dan konstruktif, mereka sesungguhnya sedang ikut menjaga kepercayaan publik sekaligus berkontribusi terhadap keberhasilan pembangunan nasional dan kemajuan Papua,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *