JAKARTA – BELA RAKYAT – Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menegaskan komitmen parlemen untuk mengawal proses pembahasan hingga implementasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Kanada.
Menurut Anggia, perjanjian perdagangan komprehensif tersebut merupakan peluang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggia usai menerima kunjungan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu perdagangan, investasi, hingga peluang kerja sama di sejumlah sektor unggulan yang dinilai mampu memberikan manfaat bagi kedua negara.
Anggia menilai hubungan Indonesia dan Kanada selama ini telah berkembang dengan baik. Namun, masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan nilai perdagangan maupun investasi melalui kesepakatan ekonomi yang lebih komprehensif.
Fokus Perdagangan yang Saling Menguntungkan
Dalam pertemuan tersebut, Komisi VI DPR RI menaruh perhatian terhadap berbagai peluang perdagangan yang dapat dikembangkan setelah CEPA resmi diberlakukan. Bagi Anggia, pembahasan mencakup berbagai kebutuhan ekspor dan impor kedua negara serta peluang memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak komoditas yang berpotensi memasuki pasar Kanada dengan daya saing yang tinggi. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan sejumlah produk dari Kanada yang dapat mendukung pengembangan industri dalam negeri.
“Hubungan dagang Indonesia dan Kanada selama ini bersifat saling melengkapi. Karena itu, kerja sama ini perlu terus diperkuat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh kedua negara,” ujarnya.
Lebih lanjut Anggia menjelaskan, kerja sama perdagangan modern tidak lagi sekadar berorientasi pada peningkatan nilai ekspor-impor, tetapi juga mendorong transfer teknologi, peningkatan investasi, hingga penguatan rantai pasok global.
DPR Kawal Ratifikasi dan Regulasi Pendukung
Sebagai mitra pemerintah di bidang perdagangan dan BUMN, Komisi VI DPR RI berkomitmen mengawal seluruh tahapan yang diperlukan agar implementasi CEPA berjalan sesuai target.
Anggia menjelaskan pemerintah saat ini sedang mempersiapkan berbagai instrumen hukum, termasuk proses ratifikasi serta penyusunan regulasi pendukung agar pelaksanaan perjanjian dapat berlangsung efektif.
Anggia menerangkan, keberadaan regulasi yang kuat menjadi faktor penting agar manfaat dari kerja sama ekonomi tersebut dapat benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha nasional, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menegaskan DPR akan memastikan setiap tahapan berjalan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan nasional.
Peluang Besar di Berbagai Sektor Strategis
Selain perdagangan barang, kerja sama Indonesia-Kanada juga dipandang memiliki prospek luas pada berbagai sektor strategis.
Anggia menyebut sektor pertanian, pangan, energi, hingga mineral merupakan bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam dinilai memiliki peluang meningkatkan nilai tambah melalui investasi dan kerja sama industri. Sementara Kanada memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi, industri maju, serta sistem perdagangan internasional yang dapat menjadi mitra strategis bagi Indonesia.
Melalui CEPA, kedua negara diharapkan mampu menciptakan hubungan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kanada Apresiasi Peran DPR RI
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan DPR RI dalam membangun komunikasi dengan pemerintah Kanada.
Ia menilai parlemen memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kebijakan ekonomi yang akan mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Dutton menyampaikan, meskipun anggota DPR berasal dari berbagai partai politik, seluruhnya memiliki tujuan bersama untuk memajukan Indonesia melalui kebijakan yang konstruktif.
Tak hanya itu, Dutton juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk parlemen, guna membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Implementasi CEPA Dinilai Jadi Tonggak Baru
Dutton menyebut implementasi CEPA akan menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Kanada.
Perjanjian tersebut diyakini dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas, meningkatkan investasi, memperkuat hubungan komersial, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di kedua negara.
Menurutnya, keberhasilan implementasi CEPA tidak hanya akan meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga menciptakan peluang kerja sama baru di berbagai sektor yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Karena itu, Kanada berharap seluruh proses yang diperlukan dapat segera diselesaikan sehingga perjanjian tersebut dapat mulai dijalankan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Komisi VI DPR RI memandang kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan perdagangan Indonesia di tingkat global.
Di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berubah, diversifikasi pasar ekspor dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tidak bergantung pada kawasan tertentu.
Melalui implementasi CEPA, Indonesia diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk nasional, menarik investasi berkualitas, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komisi VI DPR RI menegaskan akan terus mengawal seluruh proses pembahasan hingga implementasi kerja sama tersebut agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, pelaku UMKM, tenaga kerja, serta perekonomian nasional secara keseluruhan.






