Kamrussamad Dorong Gerakan Nasional Cintai Produk Lokal untuk Perkuat Rupiah

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tantangan ekonomi semata. Anggota Komisi XI DPR RI, , menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum penting untuk membangun kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan industri domestik dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Menurut Kamrussamad, ketahanan ekonomi suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah dan stabilitas pasar keuangan, tetapi juga oleh perilaku konsumsi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan penggunaan produk lokal sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa tingginya ketergantungan terhadap barang impor selama ini menjadi salah satu faktor yang membuat perekonomian nasional rentan terhadap gejolak nilai tukar. Ketika kebutuhan industri maupun konsumsi masyarakat masih didominasi produk dari luar negeri, permintaan terhadap valuta asing akan terus meningkat sehingga memberi tekanan terhadap rupiah.

“Sudah saatnya kita membangun kebanggaan terhadap produk buatan anak bangsa. Semakin banyak masyarakat menggunakan produk dalam negeri, semakin kuat pula fondasi ekonomi nasional,” ujarnya.

Kamrussamad menjelaskan bahwa penguatan industri lokal tidak hanya berdampak pada berkurangnya impor, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan meningkatnya aktivitas produksi dalam negeri, perputaran ekonomi nasional akan semakin kuat dan berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang.

Selain mengutamakan produk lokal, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih banyak melakukan aktivitas ekonomi di dalam negeri, termasuk berwisata ke berbagai destinasi nasional. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda yang sangat besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha sekaligus, mulai dari transportasi, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

Ia menilai setiap rupiah yang dibelanjakan masyarakat di dalam negeri akan memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, semangat mencintai produk lokal dan destinasi wisata nasional perlu terus diperkuat sebagai bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, Kamrussamad juga mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan industri manufaktur nasional agar mampu memproduksi lebih banyak kebutuhan yang selama ini masih diimpor. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan sektor industri.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi yang lebih mandiri. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mendukung industri nasional, dunia usaha harus meningkatkan kualitas produk dan daya saing, sementara masyarakat dapat berkontribusi melalui keputusan konsumsi yang lebih berpihak pada produk dalam negeri.

Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut optimistis bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi nasional di tengah tantangan global. Dengan sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, dan jumlah penduduk produktif yang terus meningkat, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperbesar peran industri nasional.

“Jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama memperkuat produk lokal dan sektor produktif nasional, maka ekonomi Indonesia akan semakin tangguh menghadapi berbagai tekanan global, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *