Jakarta – Institut STIAMI kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Wisuda ke-49 yang mengusung tema “Lulusan Institut STIAMI: Akselerator SDM Unggul, Berintegritas, dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045″ di Jakarta, Kamis (2/7/26). Tidak sekadar seremoni kelulusan, momentum ini menjadi panggung strategis penguatan kolaborasi industri, inovasi mahasiswa, serta pengakuan kualitas akademik institusi.
Pada Tahun Akademik 2025/2026, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI berhasil meluluskan sebanyak 396 lulusan pada semester ganjil serta 150 lulusan pada semester genap tahap I. Secara keseluruhan, jumlah lulusan tersebut terdiri atas 172 lulusan Program Pascasarjana, 365 lulusan Program Sarjana, dan 9 lulusan Program Vokasi.
Pada kesempatan ini, Institut STIAMI mengukuhkan sebanyak 558 wisudawan dan wisudawati dari Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana yang berasal dari 10 program studi. Jumlah tersebut tidak hanya mencerminkan capaian akademik semata, tetapi juga menjadi tonggak sejarah yang menandai kontribusi generasi penerus bangsa.
Para lulusan dinilai telah menunjukkan ketangguhan tidak hanya dalam menyelesaikan pendidikan akademik, tetapi juga dalam proses pembentukan karakter, nilai, serta integritas sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, dalam acara ini memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai aktor penting dalam pengembangan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi. “Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta unggul yang adaptif dan inovatif. Apa yang dilakukan Institut STIAMI hari ini, termasuk mendorong lahirnya produk UMKM mahasiswa, merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif dalam sambutannya.
Kepala LLDIKTI Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, turut memberikan apresiasi atas capaian Institut STIAMI dalam menjaga kualitas pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri. “Kami mengapresiasi komitmen Institut STIAMI dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, yang tercermin dari capaian akreditasi unggul serta penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Hal ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah III.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Institut STIAMI, Sylviana Murni, menekankan bahwa lulusan saat ini dituntut tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang. “Kami tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi mencetak problem solver dan inovator. Lulusan Institut STIAMI harus menjadi akselerator perubahan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Menguatkan narasi kewirausahaan, Institut STIAMI turut memperkenalkan banyak produk UMKM unggulan karya mahasiswa, produk-produk ini menjadi representasi keberhasilan integrasi pembelajaran akademik dengan praktik bisnis nyata.
Dalam upaya memperluas jejaring dan peluang lulusan, Institut STIAMI juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan London School of Public Relations (LSPR), dan PT MarkPlus Inspirasi Indonesia, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA). Kolaborasi ini diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap dunia industri, riset, serta pengembangan kompetensi mahasiswa.
Prestasi institusi turut diperkuat dengan diraihnya akreditasi unggul oleh tiga program studi, yaitu D3 Perpajakan, D3 Administrasi Bisnis, dan S1 Administrasi Bisnis. Capaian ini menjadi bukti konsistensi Institut STIAMI dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Selain penguatan akreditasi program studi, Institut STIAMI saat ini juga tengah menjalani proses transformasi kelembagaan menuju status Universitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perluasan program studi dan penguatan kapasitas kelembagaan guna menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Di bidang riset, semangat inovasi turut ditunjukkan oleh para dosen Institut STIAMI. Sebanyak 22 tim kelompok dosen berhasil meraih hibah penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI) pada tahun 2026, mencerminkan kontribusi aktif akademisi STIAMI dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Selain aktif meneliti, para dosen Institut STIAMI juga turut berkontribusi di luar lingkungan kampus, baik sebagai narasumber pada berbagai forum akademik dan publik, maupun melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kiprah ini menegaskan komitmen STIAMI dalam menghadirkan manfaat keilmuan yang aplikatif bagi masyarakat luas.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan mahasiswa Institut STIAMI di kancah internasional. Dua mahasiswa Program Studi D3 Administrasi Bisnis berhasil meraih Beasiswa Coca-Cola dan mengikuti program di Bismarck State College, North Dakota, Amerika Serikat, pada 29 April 2026. Selain itu, mahasiswa Program Studi S1 Hospitaliti dan Pariwisata turut berpartisipasi dalam ajangAsia Youth Green Pada 25 April 2026 sebagai pemuda peduli lingkungan tingkat Asia, bersama peserta dari 11 negara.
Di tingkat nasional, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Komunikasi, Naila Nurul Afifah, meraih Juara 2 pada Lomba Presenter Sound Sentinels dalam ajang Sound of Gloradio Vol. II yang diselenggarakan Gloradio Official bersama UKM Radio AMKRTV Jakarta pada 26 Januari 2026. Prestasi lain turut disumbangkan oleh Stiami Football Club dari Program Studi S1 Manajemen Logistik yang berhasil meraih Juara 1 pada ajang Electronics Cup yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta pada Januari 2026.
Pada momentum yang sama, Institut STIAMI juga secara resmi melepas 24 mahasiswa dalam Batch 2 Program Magang Internship Jepang. Program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja global dan daya saing internasional.
Melalui Wisuda ke-49 ini, Institut STIAMI tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan dalam mencetak generasi unggul Indonesia.






