PALU – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta menekankan pentingnya optimalisasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta penguatan sistem intelijen terintegrasi guna menjaga keamanan Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam kunjungan kerja reses ke Kodam XXIII/Palaka Wira di Palu, Sukamta menilai kawasan tersebut kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia timur. Hal ini didorong oleh pesatnya pengembangan industri hilirisasi nikel yang masuk dalam daftar PSN.
Menurut Sukamta, hilirisasi nikel memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan negara, terutama dengan dukungan pembangunan infrastruktur seperti smelter, jaringan energi, hingga pengembangan Pelabuhan Teluk Palu.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ancaman radikalisme masih perlu diwaspadai meskipun telah terjadi penurunan pasca berakhirnya Operasi Madago Raya pada akhir 2025. Menurutnya, ancaman kini cenderung berubah menjadi lebih tersembunyi, termasuk melalui penyebaran propaganda di ruang digital.
Sukamta menegaskan bahwa pendekatan keamanan tidak bisa hanya mengandalkan operasi militer konvensional. Diperlukan strategi pencegahan yang lebih komprehensif, termasuk deteksi dini terhadap potensi gangguan melalui sistem intelijen yang terintegrasi.
Ia pun menilai peran OMSP menjadi sangat penting dalam mendukung stabilitas keamanan nasional, terutama dalam menghadapi berbagai ancaman non-konvensional yang dapat mengganggu keberlangsungan PSN.
“Penguatan intelijen terintegrasi harus menjadi prioritas untuk menciptakan sistem peringatan dini terhadap potensi sabotase, radikalisme, maupun ancaman lainnya yang dapat menghambat pembangunan,” tegasnya.
Sukamta menambahkan, tanpa penguatan koordinasi antara OMSP dan intelijen, berbagai target pembangunan nasional berisiko terganggu, termasuk agenda besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keamanan di kawasan strategis.






