YOGYAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menekankan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi antara aset perhotelan milik BUMN dengan destinasi wisata unggulan. Hal tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.
Menurut Herman, pengelolaan hotel-hotel BUMN tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan sektor lain seperti transportasi dan objek wisata. Ia mencontohkan kawasan wisata seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko yang harus terhubung dengan baik dengan fasilitas akomodasi serta akses transportasi.
Herman mengingatkan bahwa target peningkatan jumlah wisatawan harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Ia menilai, tanpa perencanaan yang matang, lonjakan kunjungan justru berpotensi menimbulkan kepadatan berlebih atau over visit yang bisa merusak kawasan wisata serta menurunkan kenyamanan pengunjung.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga karakter budaya lokal Yogyakarta sebagai daya tarik utama. Menurutnya, kekuatan pariwisata daerah terletak pada keunikan nilai sejarah dan tradisi yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga harus tetap dipertahankan di tengah arus modernisasi.
Lebih lanjut, Herman mengingatkan agar kebijakan pengelolaan BUMN tetap konsisten dan tidak berubah-ubah mengikuti pergantian kepemimpinan. Ia berharap integrasi pengelolaan aset melalui InJourney dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari keberlanjutan ekosistem serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat luas.






