Pertolongan Allah Tak Pernah Terlambat: Saat Semua Jalan Terasa Buntu, Pertolongan Alloh Ta’ala Selalu Ada

Oleh; Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimantan Selatan I

Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti pernah berada pada fase yang berat. Ada saat di mana masalah datang bertubi-tubi tanpa jeda. Rezeki terasa sempit, usaha yang dirintis belum membuahkan hasil, kesehatan terganggu, keluarga diuji, dan hati dipenuhi kegelisahan. Pada saat-saat seperti itu, tidak sedikit manusia yang merasa sendirian menghadapi semuanya.

Padahal seorang mukmin memiliki keyakinan yang sangat besar, yaitu bahwa ada Dzat Yang Maha Menolong, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Alloh Ta’ala.

Ketika manusia mulai kehilangan harapan kepada makhluk, sesungguhnya itulah saat terbaik untuk kembali menggantungkan seluruh harapan kepada Sang Khalik. Sebab pertolongan Alloh Ta’ala tidak pernah salah alamat, tidak pernah tertukar, dan tidak pernah terlambat.

Alloh Ta’ala berfirman:

“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu. Dan jika Allah membiarkan kamu, maka siapakah yang dapat menolong kamu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang beriman bertawakal.” (QS. Ali Imran: 160)

Ayat ini mengajarkan bahwa kemenangan, keberhasilan, keselamatan, dan jalan keluar dari segala kesulitan bukanlah semata-mata karena kekuatan manusia. Semua itu terjadi karena pertolongan Alloh Ta’ala.

Betapa banyak orang yang secara perhitungan manusia tidak memiliki kekuatan apa-apa, tetapi mampu melewati ujian besar karena dibantu oleh Alloh Ta’ala. Sebaliknya, tidak sedikit yang memiliki kekuasaan, jabatan, harta, dan pengaruh, namun tetap gagal karena tidak mendapatkan pertolongan-Nya.

Karena itu, seorang mukmin tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada manusia. Manusia hanyalah sebab, sedangkan penentu segala hasil adalah Alloh Ta’ala.

Ketika ujian terasa begitu berat, Alloh Ta’ala kembali menenangkan hati hamba-hamba-Nya melalui firman-Nya:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Menariknya, ayat ini diulang dua kali. Para ulama menjelaskan bahwa pengulangan tersebut menunjukkan penegasan agar manusia tidak mudah putus asa. Setiap kesulitan selalu disertai kemudahan. Mungkin kemudahan itu belum terlihat hari ini, tetapi Alloh Ta’ala telah menyiapkannya pada waktu yang paling tepat.

Sering kali manusia ingin pertolongan datang sesuai keinginannya. Namun Alloh Ta’ala memberikan pertolongan sesuai hikmah-Nya. Kita melihat hari ini, sedangkan Alloh Ta’ala mengetahui masa lalu, masa kini, dan masa depan sekaligus.

Nabi Muhammad ﷺ juga mengajarkan kunci besar untuk meraih pertolongan Alloh Ta’ala. Beliau bersabda:

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.” (HR. Tirmidzi)

Maksudnya adalah menjaga perintah-perintah Alloh Ta’ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Menjaga shalat lima waktu, menjaga kejujuran, menjaga amanah, menjaga pandangan, menjaga lisan, serta menjaga kehalalan rezeki.

Ketika seorang hamba berusaha menjaga hubungannya dengan Alloh Ta’ala, maka Alloh Ta’ala akan menjaga kehidupannya dengan cara-cara yang mungkin tidak pernah disangka sebelumnya.

Bentuk pertolongan Alloh Ta’ala Sangat Beragam.

Kadang pertolongan itu datang melalui manusia. Tiba-tiba ada sahabat yang membantu, ada pekerjaan yang terbuka, ada rezeki yang datang tanpa diduga, atau ada seseorang yang menjadi jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

Kadang pertolongan itu justru berupa tertutupnya sebuah pintu. Kita kecewa karena suatu rencana gagal, padahal ternyata Alloh Ta’ala sedang menyelamatkan kita dari keburukan yang tidak kita ketahui. Apa yang tampak sebagai kegagalan hari ini bisa jadi merupakan perlindungan dari fitnah yang lebih besar di masa depan.

Kadang pula pertolongan itu hadir dalam bentuk kesabaran. Masalah belum selesai, tetapi hati menjadi lebih kuat. Beban masih ada, tetapi jiwa menjadi lebih tenang. Itulah salah satu bentuk pertolongan yang sangat besar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pertolongan itu datang bersama kesabaran.” (HR. Tirmidzi)

Karena itu, jangan pernah meremehkan nilai kesabaran. Banyak kemenangan yang lahir dari kesabaran panjang. Banyak kemudahan yang muncul setelah seseorang bertahan dalam ujian dengan penuh keikhlasan.

Ketika segala jalan terasa tertutup, jangan buru-buru berputus asa. Bisa jadi itulah saat di mana Alloh Ta’ala sedang mengajarkan kita arti tawakal yang sebenarnya. Saat semua sandaran dunia mulai hilang, seorang mukmin belajar untuk bersandar sepenuhnya kepada Rabb-nya.

Perbanyaklah sujud. Perbanyaklah istighfar. Perbanyaklah doa. Ceritakan seluruh keluh kesah kepada Alloh Ta’ala. Tidak ada air mata yang jatuh karena-Nya yang sia-sia. Tidak ada doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan yang luput dari pendengaran-Nya.

Ingatlah doa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam ketika menghadapi ujian yang sangat berat:

Hasbunallah wa ni’mal wakil.”

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Kalimat ini bukan sekadar ucapan, tetapi pernyataan keyakinan bahwa pertolongan Alloh Ta’ala jauh lebih kuat daripada seluruh kekuatan makhluk.

Sering kali pertolongan Alloh Ta’ala hadir pada saat terakhir, ketika manusia sudah merasa tidak memiliki kekuatan lagi. Di situlah seorang hamba menyaksikan bahwa yang menyelesaikan masalah bukanlah dirinya, melainkan Rabb semesta alam.

Maka jika hari ini kita sedang menghadapi kesulitan, jangan berhenti berharap kepada Alloh Ta’ala. Teruslah berdoa, teruslah berikhtiar, teruslah bersabar, dan teruslah bertawakal.

Sebab selama Alloh Ta’ala masih menjadi tempat bergantung, tidak ada alasan untuk putus asa.

Semoga Alloh Ta’ala senantiasa melimpahkan pertolongan, perlindungan, keberkahan, dan rahmat-Nya kepada kita, keluarga kita, serta seluruh kaum muslimin.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad Wa ‘Ala Aali Sayyidina Muhammad.

Yaa Sayyidi Yaa Rasululloh… Yaa Sayyidi Yaa Rasululloh… Yaa Sayyidi Yaa Rasululloh…

Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi dan petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup, dan dengan kehendak-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu tempat kembali seluruh makhluk.

Ya Alloh, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba yang selalu berada dalam pemeliharaan-Mu, pengawasan-Mu, dan perlindungan-Mu. Limpahkan kepada kami pertolongan yang baik di dunia dan akhirat.

Robbana Taqobbal Minna, Innaka Antas-Sami’ul ‘Alim.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Semoga bermanfaat dan menjadi penguat hati bagi siapa saja yang sedang menanti datangnya pertolongan Alloh Ta’ala.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *