JAKARTA : BELA RAKYAT – Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola maritim nasional, Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) menggelar rangkaian program pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah. Mengangkat tema strategis “Ocean Accounting and Economic Valuation of Marine and Fisheries Resources”, pelatihan ini berfokus pada penghitungan neraca kelautan dan penilaian ekonomi sumber daya laut. Topik ini dinilai kian krusial karena mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai ekosistem laut guna mendorong penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih efektif.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan kapasitas kelautan, KIOTEC juga mendukung pelaksanaan Korea–Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA). Inisiatif ini telah resmi disahkan sebagai Decade Action (No. 13.7) di bawah United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021–2030). Dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan dan program kolaboratif KIOTEC, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keahlian teknis dan kapasitas institusional para profesional kelautan muda (Early Career Ocean Professionals/ECOPs) di Indonesia.
Bertempat di KIOTEC Ancol, Jakarta, (25/6/26) pelatihan satu hari yang komprehensif ini mempertemukan 40 peserta lintas instansi strategis, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dirancang khusus sebagai program peningkatan kapasitas, pelatihan ini berfokus memperkuat kemampuan analisis kebijakan bagi para pegawai negeri sipil (PNS), peneliti, serta calon pemimpin di instansi pemerintah agar mampu merumuskan strategi tata kelola laut yang berbasis data dan berdampak nyata.
Pelatihan ini menghadirkan tiga pakar nasional, yaitu Dr. Irfan Yulianto (Yayasan Rekam Nusantara) yang membedah konsep dasar neraca kelautan, Rizal Bahtiar (IPB University) mengenai interpretasi praktis data ekonomi, serta Dr. Liliek Sofitri (Universitas Indonesia) yang mengulas integrasi kebijakan dan keterbatasan model penilaian ekonomi.
Sesi pelatihan diawali dengan sambutan dari Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Kelautan Kemenko Pangan, Yanti Permatasari, dan Sekretaris BPPSDMKP, Dr. Lilly Aprilya Pregiwati, dan Dr. PARK Hansan, Manajer Proyek KIOTEC dan Vice-chairperson of IOC UNESCO, di mana seluruh pihak menyuarakan optimisme terhadap dampak nyata program ini bagi tata kelola maritim. Sejalan dengan mandat Menteri KKP untuk kemandirian tata kelola SDM lokal, pihak kementerian menekankan bahwa instrumen valuasi ekonomi ini krusial dalam memperkuat analisis kebijakan yang tepat sasaran demi mendukung akselerasi ekonomi biru.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan sistem neraca kelautan dan instrumen valuasi ekonomi yang andal demi mendorong pertumbuhan ekonomi biru. Saya berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam penyusunan kebijakan serta penataan ruang laut.” ujar Dr. PARK Hansan, Manajer Proyek KIOTEC.
Melalui pelatihan ini, KIOTEC berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi profesional baru yang adaptif di sektor maritim. Berbekal kombinasi antara keahlian teknis neraca kelautan dan kemampuan analisis kebijakan, para peserta diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola kelautan Indonesia yang berbasis data dan berkelanjutan.
