JAKARTA – BELA RAKYAT – Suasana penuh kehangatan menyelimuti momentum Milad ke-48 Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., pada 22 Agustus 2026. Ucapan selamat, doa, dan harapan terbaik mengalir dari berbagai kalangan, khususnya keluarga besar DPP Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), kolega di Partai Golkar, sahabat, kader muda, hingga rekan-rekan seperjuangan yang selama ini berinteraksi langsung dengan sosok yang dikenal sebagai putra kebanggaan Kabupaten Batang, Jawa Tengah tersebut.
Bagi keluarga besar MKGR, momentum ulang tahun Ketua Umum DPP Ormas MKGR itu tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia. Milad ke-48 dipandang sebagai kesempatan untuk menyampaikan apresiasi atas perjalanan pengabdian Wihaji sekaligus menitipkan doa agar amanah yang semakin besar dapat dijalankan dengan kesehatan, keteguhan, dan keberkahan.
Ucapan demi ucapan bahkan bermunculan sejak pagi di grup internal DPP Ormas MKGR. Pesan yang disampaikan memiliki warna yang beragam, mulai dari doa agar panjang umur, kesehatan, keselamatan, keberkahan keluarga, kelancaran rezeki, hingga harapan agar Wihaji terus sukses menjalankan tugas-tugas pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Salah satu ucapan datang dari Dr. Achmad Taufan Soedirdjo, SH., MH, yang menyampaikan pesan dengan sapaan kekeluargaan kepada Wihaji. Taufan menyebut Wihaji sebagai sosok yang dibanggakan dan mendoakan agar seluruh amanah yang kini berada di pundaknya dapat dijalankan dengan baik.
“Selamat ulang tahun Waketum PP Jawa Kalimantan, Ketua Umum DPP Ormas MKGR Abangda Wihaji, Bupati Batang Jateng, kebanggaan. Semoga selalu sehat dan senantiasa dimudahkan dalam menjalankan tugas-tugas mulianya sebagai Mendukbangga RI, Waketum PG dan Ketua Umum Ormas MKGR,” tulis Dr. Achmad Taufan dalam pesan yang dibagikan di grup DPP Ormas MKGR.
Pesan tersebut menggambarkan eratnya hubungan kekeluargaan di lingkungan MKGR. Sapaan “Abangda” sekaligus memperlihatkan bahwa Wihaji tidak hanya dipandang dalam kapasitas formal sebagai Ketua Umum, tetapi juga sebagai sosok yang dekat dengan para kader dan pengurus organisasi.
Doa berikutnya datang dari sejumlah pengurus dan kader MKGR yang hampir bersamaan menyampaikan ucapan selamat. Mereka mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan usia, kemudahan dalam setiap urusan, kelancaran rezeki, serta mengabulkan segala hajat baik Wihaji.
Ucapan serupa disampaikan Inet, Sekjen GePe MKGR, yang mendoakan agar Wihaji panjang umur, semakin sukses, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Doa tersebut juga disampaikan dengan penuh keakraban sebagai bentuk penghormatan kepada Ketua Umum yang tengah merayakan hari kelahirannya.
Zulfikar H. Pane dari MKGR Pucamadu juga menyampaikan doa agar Wihaji panjang umur, sehat, semakin sukses, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Pesan-pesan seperti ini terus bermunculan, menunjukkan kuatnya perhatian dan rasa kekeluargaan di antara para kader MKGR.
Tidak hanya pengurus senior, suara kader muda juga ikut memberikan warna dalam ucapan Milad tersebut. Dian Assafri Nasa’i, kader muda Partai Golkar, secara khusus memberikan apresiasi terhadap perjalanan kepemimpinan di lingkungan MKGR. Menurutnya, estafet kepemimpinan dari Ketua Umum sebelumnya, Adies Kadir, kepada Wihaji menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang memberikan inspirasi.
“Kepemimpinan di Ormas MKGR dari Ketum Adies Kadir ke Ketum Wihaji adalah inspirasi bagi kami semua. Selamat ulang tahun Ketum Wihaji, semoga panjang umur dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” tulis Dian.
Dian juga menyampaikan terima kasih atas arahan, motivasi, dan kepercayaan yang diberikan oleh Wihaji maupun para ketua umum MKGR terdahulu kepada kader, baik dalam kepanitiaan maupun dalam kepengurusan organisasi. Baginya, perhatian dan kepercayaan pimpinan menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi dan perjalanan generasi muda di MKGR.
Ucapan penuh doa juga disampaikan Adrianus Agal, S.H., M.H., Ketua Umum Garnas MKGR. Dengan gaya khas penuh keakraban, ia bahkan menyinggung foto Wihaji yang dinilainya semakin terlihat gagah. Candaan tersebut memperlihatkan suasana kekeluargaan yang hangat di tengah banjir ucapan Milad bagi Ketua Umum DPP Ormas MKGR.
Sementara itu, ucapan “Barakallahu fii umrik” juga banyak disampaikan oleh para kader dan kolega. Mereka mendoakan agar Wihaji senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan, kebahagiaan, serta keberkahan dunia dan akhirat. Doa tersebut juga mencakup keluarga Wihaji agar selalu berada dalam suasana sakinah dan penuh keberkahan.
Sekjen AMPI Robi Anugrah Marpaung turut menyampaikan ucapan kepada Wihaji dengan menyebutnya sebagai Kanda Ketua Umum MKGR sekaligus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Waketum DPP Partai Golkar. Ia mendoakan agar Wihaji senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan, keberkahan dunia akhirat, dan kebahagiaan.
Doa yang tidak kalah hangat disampaikan MKGR Yani. Dalam pesannya, ia mendoakan keberkahan usia, kemuliaan, kesehatan, serta keluarga yang sakinah. Ia juga mendoakan agar anak-anak Wihaji menjadi anak-anak yang saleh dan salehah serta seluruh keberkahan tersebut senantiasa menyertai perjalanan hidup sang Ketua Umum MKGR.
Pesan lain dari Fath Arafiq juga menyampaikan harapan agar Wihaji panjang umur, sehat selalu, bahagia bersama keluarga, semakin sukses, penuh berkah, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Sementara Hanan A Rozak MKGR DPR menyampaikan doa sederhana namun penuh makna: agar Ketua Umum MKGR panjang umur, sehat, sukses, dan bahagia selalu.
Banjir ucapan tersebut menjadi gambaran bahwa sosok Wihaji memiliki jejaring pergaulan yang luas. Dari kader organisasi, pengurus MKGR, keluarga besar Partai Golkar, hingga rekan-rekan di berbagai organisasi kepemudaan, semua menyampaikan doa dengan ungkapan yang hampir senada: kesehatan, keberkahan, kesuksesan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah.
Di luar lingkungan MKGR, sejumlah tokoh politik juga turut menyampaikan ucapan melalui berbagai media. Ranny Fahd Arafiq, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Wihaji. Dalam ucapan tersebut, Wihaji disebut sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI/Kepala BKKBN RI, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, sekaligus Ketua Umum DPP Ormas MKGR.
Ucapan juga datang dari H. Benny Utama, S.H., M.M., Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Sumbar II, yang menyampaikan harapan agar Wihaji senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan seluruh amanah yang dipercayakan kepadanya.
Rangkaian ucapan tersebut semakin memperlihatkan posisi Wihaji sebagai salah satu figur yang memiliki peran strategis di lingkungan pemerintahan, Partai Golkar, dan organisasi kemasyarakatan. Dari perjalanan sebagai putra daerah Kabupaten Batang hingga dipercaya menduduki berbagai posisi nasional, perjalanan Wihaji menjadi bagian dari dinamika panjang pengabdiannya.
Wihaji sebelumnya dikenal luas sebagai Bupati Batang, sebuah pengalaman penting yang membentuk kiprahnya dalam pemerintahan. Sebagai putra daerah, pengalaman tersebut memberikan ruang bagi Wihaji untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai persoalan pembangunan dari tingkat akar rumput.
Kini, amanah yang diembannya berada dalam lingkup yang lebih luas. Selain memimpin DPP Ormas MKGR dan menjadi bagian dari jajaran pimpinan Partai Golkar, Wihaji juga dipercaya menjalankan tugas di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga. Setiap posisi tersebut memiliki tanggung jawab besar dan menuntut kemampuan kepemimpinan yang kuat.
Karena itu, Milad ke-48 menjadi momentum refleksi. Usia 48 tahun bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang perjalanan pengalaman, pengabdian, relasi, dan amanah yang terus bertambah. Bagi seorang pemimpin, semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keluarga besar MKGR berharap kepemimpinan Wihaji dapat semakin memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, kaderisasi, serta pengabdian sosial. MKGR sendiri memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari perjalanan organisasi kemasyarakatan yang membawa semangat kekeluargaan dan gotong royong.
Ucapan yang terus mengalir sejak pagi hingga siang hari itu pada akhirnya bermuara pada satu harapan yang sama: agar Wihaji selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Kesehatan menjadi doa utama karena seluruh amanah yang besar membutuhkan stamina, keteguhan, dan kekuatan untuk dijalankan.
Di usia yang semakin matang, doa juga dipanjatkan agar Wihaji diberikan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, ketenangan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta kemampuan untuk terus menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan kader.
Milad ke-48 ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang pemimpin tidak pernah berhenti pada jabatan. Jabatan adalah amanah, sementara legacy sesungguhnya lahir dari kerja nyata dan manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.
Dari Batang, Jawa Tengah, Wihaji telah melewati perjalanan panjang hingga berada di panggung nasional. Bagi banyak kolega dan kader, perjalanan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dimulai dari daerah dan terus berkembang menuju ruang pengabdian yang lebih luas.
Selamat Milad ke-48, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keselamatan, keberkahan usia, kebahagiaan bersama keluarga, kelancaran rezeki, kekuatan dalam memimpin, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh amanah.
Semoga setiap langkah pengabdian semakin membawa manfaat, setiap keputusan memberikan kebaikan, dan setiap perjuangan menjadi bagian dari amal terbaik untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Barakallahu fii umrik, Abangda Wihaji. Selamat Milad ke-48. Sehat selalu, panjang umur, semakin sukses, semakin kuat dalam pengabdian, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.






