JAKARTA – BELA RAKYAT – Pemerintah bersama para stakeholder terkait terus mempercepat upaya penanganan stunting di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala BKKBN Wihaji dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Golkarpedia.
Menurut Wihaji, saat ini jumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,1 juta keluarga. Angka ini menjadi fokus utama pemerintah untuk dilakukan intervensi secara terpadu.
Terkait capaian prevalensi stunting, Wihaji memaparkan pada tahun 2024 prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8%. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat turun menjadi 18,8% di tahun 2025.
“Pemerintah bersama para stakeholder terkait berupaya untuk menyelesaikan dan mempercepat penanganan masalah stunting,” ujar Wihaji dalam video tersebut.
Ia berharap, melalui kolaborasi dan kerja sama lintas sektor, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat, angka stunting dapat terus menurun ke depannya demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.





