BEKASI | MEDIA BELA RAKYAT — Asap dan api menyentak aktivitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Jalan Raya Teuku Umar Nomor 202, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Minggu (27/9/2026). Panel listrik di ruang ICU lantai 2 terbakar, memaksa sejumlah pasien dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman.
Komandan Peleton 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi (Disdamkarmat), Wawan Lesmana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 09.30 WIB. Titik kebakaran berada di ruang ICU, area yang semestinya menjadi salah satu ruang dengan tingkat keamanan dan keandalan utilitas paling ketat karena menyangkut keselamatan pasien kritis.
“Kebakaran dilaporkan terjadi di panel listrik lantai 2, tepatnya di ruangan ICU,” ujar Wawan dalam keterangan resminya, Minggu (27/9/2026). Berdasarkan laporan petugas keamanan rumah sakit, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik. Dugaan tersebut masih harus ditempatkan sebagai informasi awal, bukan kesimpulan final mengenai penyebab kebakaran.
Objek yang terbakar diketahui merupakan panel listrik dengan area terdampak diperkirakan sekitar 10 meter persegi. Sebanyak dua unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan. Dalam situasi seperti ini, setiap detik bukan sekadar hitungan waktu, melainkan menyangkut keselamatan manusia yang berada di ruang perawatan intensif.
Pasien yang berada di lingkungan RSUD Kabupaten Bekasi sempat dievakuasi ke tempat aman sebagai langkah antisipasi. Peristiwa tersebut sekaligus mengingatkan bahwa sistem kelistrikan rumah sakit bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian integral dari keselamatan pasien, keberlangsungan layanan medis, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi keadaan darurat.
Petugas Disdamkarmat kemudian melakukan penanganan sekaligus pengamanan di lokasi. Menurut Wawan, situasi telah dinyatakan aman dan proses pengamanan selesai sekitar pukul 10.58 WIB. Tidak ada keterangan dalam laporan tersebut mengenai korban jiwa maupun rincian gangguan pelayanan medis akibat kejadian ini.
Api akhirnya padam, tetapi pertanyaan keselamatan tidak boleh ikut padam. Peristiwa di ruang ICU tersebut patut menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap instalasi kelistrikan, sistem proteksi kebakaran, prosedur evakuasi, serta kesiapsiagaan darurat di fasilitas kesehatan. Sebab di rumah sakit, listrik bukan sekadar energi yang menyalakan peralatan, ia merupakan salah satu urat nadi yang menopang keselamatan manusia.
(CP/red)






