JAKARTA – BELA RAKYAT – Kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di bawah kepemimpinan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendapat apresiasi dari sejumlah anggota Komisi I DPR RI dalam rapat kerja bersama pemerintah.
Hal tersebut disampaikan para Anggota DPR RI dari berbagai fraksi dk Komisi I DPR RI melalui unggahan di akun Instagram pribadi Meutya. Dalam unggahan tersebut, Meutya menyampaikan bahwa berbagai langkah dan capaian Kemkomdigi menjadi perhatian dalam pembahasan bersama Komisi I DPR RI.
Sejumlah isu yang mendapat apresiasi antara lain respons cepat Kemkomdigi dalam menangani dampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dalam menjaga dan memulihkan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Kemkomdigi atas respon cepat dalam penanganan bencana di NTT, khususnya dalam menjaga dan memulihkan konektivitas dalam wilayah yang terdampak,” demikian disampaikan salah satu anggota DPR RI dalam rapat.
Selain konektivitas, kebijakan Kemkomdigi terkait kuota internet juga mendapat perhatian. Anggota DPR dari Fraksi PAN mengapresiasi surat edaran Menteri Komunikasi dan Digital yang dinilai sebagai langkah cepat dalam merespons aspirasi masyarakat sekaligus melindungi hak pelanggan.
Namun, DPR juga meminta Kemkomdigi memastikan seluruh operator mematuhi ketentuan tersebut. Pengawasan dan pemberian sanksi dinilai penting bagi operator yang tidak menjalankan aturan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, upaya pemberantasan judi online juga mendapat apresiasi. Komisi I menilai langkah Kemkomdigi tidak lagi hanya berfokus pada pemutusan akses terhadap jutaan konten judi online, tetapi mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk penanganan transaksi dan penguatan penegakan hukum.
“Kami melihat arah yang dibangun oleh Kementerian Komdigi sudah tepat, yaitu connected but also protected,” ujar salah satu anggota Komisi I DPR RI.
Apresiasi juga diberikan terhadap penerbitan PP TUNAS yang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan tersebut dipandang penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Selain perlindungan anak, DPR turut mendukung imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengunggah konten pribadi di ruang publik digital. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat perlindungan privasi dan data pribadi masyarakat.
Meutya menyebut berbagai apresiasi yang disampaikan dalam rapat bersama Komisi I DPR RI menjadi penyemangat bagi Kemkomdigi untuk terus menghadirkan kebijakan digital yang memberikan manfaat nyata.
“Transformasi digital bukan hanya tentang memperluas akses, tetapi juga memastikan ruang digital yang aman, sehat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tulis Meutya melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menegaskan, agenda transformasi digital ke depan tidak hanya berorientasi pada bagaimana masyarakat semakin connected, tetapi juga memastikan masyarakat semakin protected.
“Connected but also protected,” menjadi pesan penting dalam arah kebijakan Kemkomdigi untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang inklusif, aman, dan bertanggung jawab.


