Kiai Maman Dorong Percepatan MAN IC Sumedang, Siswa Ditargetkan Tempati Kampus pada 2027

SUMEDANG – BELA RAKYAT – Komisi VIII DPR RI meminta pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Sumedang di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dipercepat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat para siswa yang kini memasuki tahun ketiga masih harus menjalani aktivitas pendidikan di Asrama Haji Bekasi.

Dorongan itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq, saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kabupaten Sumedang, Kamis (20/8/2026).

Bacaan Lainnya

Maman menilai keberadaan siswa di Asrama Haji Bekasi merupakan kondisi sementara yang tidak boleh berlangsung terlalu lama. Terlebih, Kementerian Haji dan Umrah telah meminta agar penggunaan asrama tersebut dihentikan serta terdapat kewajiban pembayaran biaya sewa.

“Anak-anak kita sudah memasuki tahun ketiga. Mereka masih ditempatkan di Asrama Haji Bekasi. Bahkan, pihak Kementerian Haji dan Umrah sudah meminta agar asrama tersebut dikosongkan dan meminta pembayaran biaya sewa. Ini tentu bukan kondisi yang ideal dan harus segera kita selesaikan,” ujar Maman.

Menurutnya, percepatan pembangunan MAN IC Sumedang harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya mengejar penyelesaian bangunan utama, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas penunjang pendidikan tersedia dan dapat digunakan secara optimal.

Salah satu perhatian utama Komisi VIII adalah akses menuju kawasan MAN IC Sumedang. Maman menyebut jalan yang menghubungkan wilayah Ujungjaya dengan lokasi madrasah memiliki panjang sekitar tiga kilometer dan perlu segera dituntaskan.

“Kita harus memastikan akses menuju MAN IC ini baik. Jalan sekitar tiga kilometer dari Ujungjaya menuju lokasi harus segera diselesaikan sehingga mobilitas siswa, guru, maupun masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Selain infrastruktur jalan, penataan lingkungan kampus juga menjadi perhatian. Kawasan MAN IC diharapkan tidak hanya memiliki bangunan yang representatif, tetapi juga menjadi lingkungan belajar yang nyaman, asri, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, asrama, laboratorium hingga masjid juga diminta untuk dioptimalkan. Seluruh sarana tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah yang berkualitas.

“Kita ingin MAN IC Sumedang bukan sekadar selesai secara fisik, tetapi benar-benar menjadi lingkungan pendidikan yang nyaman, lengkap, dan membanggakan. Ruang belajar, asrama, laboratorium, masjid, semuanya harus dioptimalkan,” tegas Maman.

Politikus yang merupakan putra asli Sumedang itu berharap seluruh proses pembangunan dapat dikebut sehingga pada 2027 para siswa MAN IC Sumedang sudah dapat meninggalkan Asrama Haji Bekasi dan menempati kampus mereka sendiri di Ujungjaya.

Maman juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembangunan MAN IC Sumedang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sumedang atas dukungan dan komitmennya. Sekarang yang penting adalah bagaimana kita bersama-sama mempercepat penyelesaian pembangunan ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Maman menegaskan pembangunan MAN IC Sumedang harus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, keberadaan madrasah unggulan tersebut perlu menjadi salah satu penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang.

Ia berharap putra-putri terbaik Sumedang memiliki peluang yang luas untuk mengenyam pendidikan di MAN IC.

“MAN IC ini harus menjadi bagian dari kemajuan pendidikan Sumedang. Karena itu, kita juga perlu memastikan anak-anak dari Sumedang mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk menjadi bagian dari MAN IC,” tuturnya.

Kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI tersebut turut diikuti sejumlah anggota DPR RI, di antaranya Dr. Atalia Praratya, S.I.P., M.I.Kom. dari Fraksi Partai Golkar, Ir. Endro Hermono dan F. Alimudin Kolatlena dari Fraksi Partai Gerindra, Nessy Kalviya, S.T., M.M. dari Fraksi Partai NasDem, serta Dr. K.H. Surahman Hidayat, Lc., M.A.

Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi VIII DPR RI untuk memastikan pembangunan dan penyelenggaraan pendidikan madrasah, khususnya MAN IC Sumedang, berjalan sesuai kebutuhan serta didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Dengan percepatan pembangunan tersebut, MAN IC Sumedang diharapkan dapat segera beroperasi secara penuh di kampusnya sendiri dan menjadi salah satu pusat pendidikan madrasah unggulan yang turut mengangkat kualitas sumber daya manusia di Sumedang dan Jawa Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *