Perbanyak Shalawat, Baca Al-Kahfi, Dzikir, Istighfar, dan Jangan Lewatkan Waktu Mustajab Berdoa
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan hari Jumat.
Hari yang mungkin bagi sebagian orang terlihat seperti hari biasa. Matahari terbit seperti biasa, aktivitas berjalan seperti biasa, pekerjaan tetap menunggu, kendaraan memenuhi jalan, pasar tetap ramai, dan berbagai kesibukan dunia terus berjalan. Namun bagi seorang Muslim, Jumat bukan sekadar pergantian hari dalam kalender.
Jumat adalah hari yang memiliki kedudukan istimewa.
Hari yang mengingatkan kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia. Hari yang mengajak hati kembali mengingat Allah. Hari yang menjadi momentum memperbanyak shalawat kepada Rasulullah ﷺ, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir dan istighfar, menghadiri shalat Jumat bagi laki-laki yang wajib menunaikannya, serta memperbanyak doa dan berharap kepada Allah.
Jangan sampai Jumat datang dan pergi, tetapi hati kita tidak berubah. Jangan sampai kita sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk dunia, tetapi lupa mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Jangan sampai kita mengetahui bahwa Jumat memiliki banyak keutamaan, tetapi kita melewatinya seperti melewati hari-hari biasa.
Sebab bisa jadi, Jumat yang sedang kita jalani hari ini adalah salah satu Jumat terakhir dalam hidup kita.
Kita tidak pernah tahu. Mungkin tahun depan kita masih bertemu Jumat. Mungkin bulan depan. Mungkin minggu depan. Tetapi mungkin juga tidak.
Karena itu, ketika Allah masih mempertemukan kita dengan Jumat, mari kita jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk kembali kepada-Nya.
🌿 JUMAT ADALAH HARI YANG MULIA
Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan hari Jumat dalam berbagai hadis.
Di antaranya, beliau bersabda bahwa hari terbaik yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Nabi Adam عليه السلام diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dikeluarkan darinya, dan hari kiamat juga tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.
Karena itu, sudah semestinya seorang Muslim memberikan perhatian lebih terhadap hari ini.
Bukan berarti seluruh aktivitas dunia harus ditinggalkan sepanjang hari. Bukan pula berarti kita harus melakukan sesuatu yang tidak dicontohkan.
Tetapi kita memberikan perhatian khusus kepada amal-amal yang memang dianjurkan. Jumat menjadi kesempatan untuk memperbanyak kebaikan.
Kalau pada hari-hari lain kita sering lupa membaca Al-Qur’an, maka Jumat menjadi momentum untuk membukanya.
Kalau kita jarang bershalawat, Jumat menjadi kesempatan untuk memperbanyak shalawat. Kalau hati kita penuh kegelisahan, Jumat menjadi waktu untuk memperbanyak dzikir.
Kalau dosa-dosa membuat hati terasa berat, Jumat menjadi momentum memperbanyak istighfar. Dan kalau selama ini kita merasa doa-doa kita belum terkabul, jangan berhenti berdoa.
Teruslah mengetuk pintu langit. Karena kita tidak pernah tahu kapan Allah menetapkan waktu terbaik untuk mengabulkan doa kita.
🕌 JANGAN SAMPAI KESIBUKAN DUNIA MENGALAHKAN PANGGILAN ALLAH
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” QS. Al-Jumu’ah: 9
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat dalam. Allah tidak mengatakan bahwa mencari rezeki itu haram.
Allah tidak melarang manusia bekerja. Allah tidak melarang berdagang. Tetapi ketika panggilan shalat Jumat telah datang, ada sesuatu yang harus kita prioritaskan.
Allah. Betapa sering manusia mengejar dunia sampai lupa kepada siapa dunia itu sebenarnya milik. Kita rela berdiri berjam-jam demi pekerjaan.
Rela menunggu lama demi keuntungan. Rela mengejar pelanggan. Rela mengejar jabatan. Rela mengejar popularitas. Rela mengejar uang.
Tetapi terkadang kita justru berat meninggalkan semuanya untuk memenuhi panggilan Allah.
Padahal rezeki yang kita kejar itu berasal dari Allah. Jabatan yang kita banggakan berada dalam ketetapan Allah.
Kesehatan yang kita nikmati berasal dari Allah. Keluarga yang kita cintai adalah amanah Allah.
Bahkan napas yang sedang kita gunakan untuk membaca tulisan ini pun merupakan pemberian Allah.
Maka ketika Allah memanggil kita untuk mengingat-Nya, jangan merasa bahwa kita sedang kehilangan dunia. Justru kita sedang mendahulukan Pemilik dunia.
❤️ PERBANYAK SHALAWAT KEPADA RASULULLAH ﷺ
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada hari Jumat adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” QS. Al-Ahzab: 56
Shalawat bukan hanya rangkaian kata. Shalawat adalah bentuk cinta. Shalawat adalah penghormatan. Shalawat adalah doa.
Dan shalawat juga menjadi pengingat bahwa ada seorang manusia mulia yang telah mengajarkan kepada kita jalan menuju Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” HR. Muslim
Bayangkan. Kita mengucapkan shalawat satu kali. Allah memberikan balasan sepuluh kali. Maka jangan pelit untuk bershalawat.Ketika sedang berkendara, bershalawat. Ketika sedang berjalan, bershalawat.
Ketika sedang menunggu seseorang, bershalawat. Ketika selesai shalat, bershalawat. Ketika hati sedang gelisah, bershalawat.
Dan khusus pada hari Jumat, perbanyaklah shalawat. Kita dapat membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.
Tidak harus menunggu suasana khusus. Tidak harus menunggu hati benar-benar tenang. Mulailah dari sekarang.
📖 JUMAT DAN SURAH AL-KAHFI
Di antara amalan yang populer dianjurkan pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi.
Terdapat sejumlah riwayat mengenai keutamaannya, di antaranya riwayat yang menyebutkan bahwa orang yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya di antara dua Jumat.
Surah Al-Kahfi bukan hanya untuk dibaca. Lebih indah jika kita juga berusaha memahami pesan-pesannya.
Di dalamnya terdapat kisah para pemuda Ashabul Kahfi. Ada kisah Nabi Musa عليه السلام dan Khidir. Ada kisah pemilik dua kebun. Ada kisah Dzulqarnain.
Semua itu mengajarkan manusia tentang berbagai bentuk ujian kehidupan. Ujian iman. Ujian ilmu. Ujian harta. Ujian kekuasaan. Dan semua itu menunjukkan satu hal:
Dunia ini adalah tempat ujian. Orang kaya diuji dengan hartanya. Orang berilmu diuji dengan ilmunya. Orang berkuasa diuji dengan kekuasaannya. Orang miskin diuji dengan kesabarannya. Orang yang sehat diuji dengan kesehatannya. Orang yang sakit diuji dengan kesabarannya.
Karena itu jangan pernah mengira bahwa hidup orang lain lebih mudah hanya karena kita melihat bagian luarnya.
Setiap manusia memiliki ujian masing-masing. Dan Surah Al-Kahfi mengajarkan kita agar tidak tertipu oleh sesuatu yang tampak indah di dunia.
🤲 JANGAN LEWATKAN WAKTU MUSTAJAB DI HARI JUMAT
Ada satu keutamaan besar pada hari Jumat yang seharusnya membuat kita lebih banyak berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat suatu waktu yang apabila seorang Muslim berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberikan apa yang dimintanya.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa waktu tersebut sangat singkat. Karena itu para ulama memberikan beberapa pendapat mengenai kapan tepatnya waktu tersebut.
Salah satu pendapat yang kuat adalah pada penghujung hari Jumat, khususnya setelah Ashar hingga menjelang Magrib. Maka jangan biarkan waktu menjelang Magrib pada hari Jumat berlalu begitu saja.
Kalau memungkinkan, sisihkan waktu. Matikan sejenak kesibukan. Letakkan telepon. Jauhkan diri dari hal-hal yang tidak perlu. Angkat tangan. Tundukkan kepala. Dan berbicaralah kepada Allah.
Tidak perlu menggunakan bahasa yang rumit. Tidak harus panjang. Bicaralah kepada Allah dengan hati yang jujur.
“Ya Allah, ampuni dosa-dosaku.”
“Ya Allah, ampuni kedua orang tuaku.”
“Ya Allah, berikan kesehatan kepada keluargaku.”
“Ya Allah, lapangkan rezekiku.”
“Ya Allah, perbaiki kehidupanku.”
“Ya Allah, jauhkan aku dari maksiat.”
“Ya Allah, kuatkan imanku.”
“Ya Allah, jangan cabut nyawaku kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepadaku.”
Dan mintalah sesuatu yang paling penting: Ya Allah, berikan aku husnul khatimah.
Karena pada akhirnya, bukan banyaknya harta yang kita bawa. Bukan jabatan. Bukan popularitas. Bukan jumlah pengikut. Bukan banyaknya pujian manusia. Yang kita perlukan adalah rahmat Allah.
🌙 TENTANG TAHAJUD PADA MALAM JUMAT
Ada pula kebiasaan sebagian kaum Muslimin untuk memperbanyak ibadah pada malam Jumat.
Tahajud adalah ibadah yang sangat mulia dan memiliki keutamaan besar secara umum. Allah membuka kesempatan bagi hamba-Nya untuk berdoa pada malam hari.
Namun perlu kita pahami dengan baik: tidak ada dalil sahih yang mengkhususkan shalat tahajud hanya karena malam Jumat sebagai sebuah amalan khusus.
Karena itu, kita boleh menghidupkan malam dengan tahajud sebagaimana malam-malam lainnya, tanpa meyakini adanya kekhususan khusus yang tidak memiliki dasar.
Justru yang paling indah adalah membangun kebiasaan. Bukan hanya karena Jumat. Bukan hanya karena sedang ingin sesuatu. Tetapi karena kita ingin dekat dengan Allah.
🌿 PERBANYAK ISTIGHFAR
Kita semua punya dosa. Ada dosa yang diketahui. Ada dosa yang tidak kita sadari.
Ada kesalahan yang kita ingat. Ada pula kesalahan yang sudah kita lupakan. Ada dosa yang dilakukan terang-terangan. Ada dosa yang hanya diketahui oleh kita dan Allah.
Karena itu, jangan pernah merasa tidak membutuhkan istighfar.Ucapkan:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ Astaghfirullah.
“Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu.”
Istighfar bukan hanya untuk orang yang merasa dirinya buruk. Istighfar justru dibutuhkan oleh orang yang ingin menjadi lebih baik.
Semakin kita mengenal Allah, semakin kita sadar bahwa kita membutuhkan ampunan-Nya. Maka Jumat menjadi momentum untuk membersihkan hati.
Bukan hanya membersihkan rumah. Bukan hanya membersihkan kendaraan. Bukan hanya memperbaiki pakaian. Tetapi membersihkan hati.
📿 DZIKIR YANG SEDERHANA, TETAPI BESAR NILAINYA
Tidak semua amal harus sulit. Terkadang amal yang ringan di lisan justru sangat besar nilainya di sisi Allah.
Ucapkan: Subhanallah. Alhamdulillah. Allahu Akbar. La ilaha illallah. Empat kalimat sederhana.
Tetapi jika diucapkan dengan hati yang sadar, ia menjadi pengingat bahwa: Allah Mahasuci. Allah Maha Terpuji. Allah Mahabesar.
Dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Di tengah dunia yang semakin bising, dzikir adalah cara untuk mengembalikan hati kepada ketenangan.
Manusia bisa kehilangan banyak hal. Uang bisa hilang. Pekerjaan bisa hilang. Jabatan bisa hilang. Teman bisa pergi.
Orang yang kita cintai bisa meninggalkan kita. Tetapi selama Allah masih bersama kita, kita tidak benar-benar sendirian.
🕊️ JUMAT ADALAH WAKTU UNTUK BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI
Kadang kita terlalu sibuk memikirkan kehidupan orang lain. Siapa yang lebih sukses. Siapa yang lebih kaya. Siapa yang lebih terkenal. Siapa yang lebih bahagia. Siapa yang sudah memiliki rumah. Siapa yang sudah menikah. Siapa yang sudah memiliki jabatan. Siapa yang sudah mencapai banyak hal.
Kemudian kita membandingkan diri sendiri. Akhirnya hati menjadi lelah. Padahal Allah tidak meminta kita menjadi orang lain. Allah meminta kita menjadi hamba yang taat.
Jumat seharusnya menjadi kesempatan untuk berhenti membandingkan. Lihatlah kembali perjalanan diri sendiri.
Sudah berapa banyak nikmat Allah yang kita terima? Sudah berapa banyak dosa yang Allah tutupi? Sudah berapa kali Allah menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak kita ketahui? Sudah berapa kali doa kita dikabulkan dalam bentuk yang tidak kita sadari? Sudah berapa kali Allah memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri?
Begitu banyak. Namun terkadang kita lebih sibuk menghitung apa yang belum kita miliki daripada mensyukuri apa yang sudah Allah berikan.
❤️ JANGAN MENUNDA TAUBAT
Salah satu penyakit manusia adalah merasa masih memiliki waktu.
“Nanti saja.”
“Nanti kalau sudah tua.”
“Nanti kalau sudah kaya.”
“Nanti kalau sudah selesai bekerja.”
“Nanti kalau sudah menikah.”
“Nanti kalau sudah pensiun.”
Padahal kita tidak pernah tahu kapan “nanti” itu berakhir. Ada orang yang pagi masih sehat, sore meninggal. Ada yang malam masih bercanda, pagi sudah tidak ada.
Ada yang hari ini masih merencanakan masa depan, tetapi besok justru menjadi kenangan. Maka jangan menunda taubat.
Jika hari ini Allah masih memberikan kita kesempatan, gunakan kesempatan itu. Jumat ini bisa menjadi titik balik.
Tidak perlu menunggu menjadi manusia sempurna untuk kembali kepada Allah. Kembalilah kepada Allah justru agar kita belajar menjadi lebih baik.
🌹 JANGAN HANYA MEMINTA DUNIA
Ketika berdoa, jangan hanya meminta rezeki. Mintalah keberkahan. Jangan hanya meminta panjang umur.
Mintalah umur yang digunakan dalam ketaatan. Jangan hanya meminta kesehatan. Mintalah kesehatan yang mendekatkan kita kepada Allah.
Jangan hanya meminta kekayaan. Mintalah kekayaan yang membuat kita semakin dermawan. Jangan hanya meminta jabatan.
Mintalah jabatan yang membuat kita semakin amanah. Jangan hanya meminta pasangan. Mintalah pasangan yang membawa kita semakin dekat kepada Allah.
Dan jangan hanya meminta kehidupan yang mudah. Mintalah hati yang kuat ketika menghadapi kehidupan yang sulit.
🤲 DOA UNTUK HARI JUMAT
Ya Allah…
Pada hari Jumat yang mulia ini, kami datang kepada-Mu dengan segala kelemahan kami.
Kami bukan hamba yang sempurna. Kami sering lupa. Kami sering lalai. Kami sering melakukan kesalahan. Kami sering mengetahui kebenaran tetapi belum mampu menjalankannya dengan sempurna.
Ya Allah, ampuni kami.
Ampuni dosa-dosa kami.
Ampuni dosa kedua orang tua kami.
Ampuni dosa keluarga kami.
Ampuni dosa guru-guru kami.
Ampuni dosa orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami.
Ya Allah, bersihkan hati kami dari iri, dengki, sombong, riya, ujub, dan segala penyakit hati.
Jadikan hati kami hati yang lembut ketika mendengar ayat-ayat-Mu. Jadikan lisan kami lisan yang senang berdzikir.
Jadikan mata kami mata yang mampu menangis karena takut kepada-Mu.
Jadikan kaki kami kaki yang senang melangkah menuju kebaikan.
Ya Allah…
Jika rezeki kami masih sempit, lapangkanlah.
Jika hati kami sedang gelisah, tenangkanlah.
Jika kami sedang menghadapi masalah, berikan jalan keluarnya.
Jika kami sedang sakit, berikan kesembuhan.
Jika kami sedang bersedih, berikan kekuatan.
Jika kami sedang jauh dari-Mu, kembalikan kami kepada-Mu dengan cara yang baik.
Ya Allah…
Jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar dalam hidup kami.
Jadikan akhirat sebagai tujuan utama kami.
Berikan kami rezeki yang halal.
Keluarga yang sakinah.
Anak-anak yang saleh dan salehah.
Persahabatan yang membawa kebaikan. Hati yang selalu bersyukur. Dan kehidupan yang penuh keberkahan.
Ya Allah…
Sampaikanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.
Ya Allah…
Ketika tiba waktunya kami kembali kepada-Mu, wafatkan kami dalam keadaan beriman. Wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.
Jangan biarkan kalimat terakhir yang keluar dari lisan kami kecuali kalimat tauhid.
La ilaha illallah. Ya Allah…
Masukkan kami, kedua orang tua kami, keluarga kami, dan orang-orang yang kami cintai ke dalam surga-Mu. Jauhkan kami dari api neraka.
Dan kumpulkan kami bersama Rasulullah ﷺ di tempat yang paling mulia.
Aamiin Allahumma Aamiin.
🌺 PENUTUP
Saudaraku… Jumat bukan sekadar hari untuk mengenakan pakaian terbaik. Bukan sekadar pergi ke masjid. Bukan sekadar mendengarkan khutbah.
Jumat adalah kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Perbanyak shalawat. Baca Al-Kahfi. Perbanyak dzikir. Perbanyak istighfar.
Hadiri shalat Jumat dengan penuh perhatian. Perbanyak doa.
Dan khusus menjelang Magrib, luangkan waktu untuk memohon kepada Allah.
Jangan biarkan Jumat berlalu tanpa ada satu pun perubahan dalam diri kita. Kalau sebelumnya kita jarang berdzikir, mulai hari ini.
Kalau sebelumnya kita jarang membaca Al-Qur’an, mulai hari ini.bKalau sebelumnya kita jarang bershalawat, mulai hari ini.
Kalau selama ini kita terlalu jauh dari Allah, pulanglah.
Sebab seberapa jauh pun seorang hamba berjalan meninggalkan Allah, pintu taubat-Nya tetap terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan.
Jangan tunggu menjadi baik untuk mendekat kepada Allah. Mendekatlah kepada Allah agar kita menjadi lebih baik.
Semoga Jumat ini menjadi Jumat yang penuh keberkahan.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberikan keberkahan dalam kehidupan kita, serta mempertemukan kita dengan Jumat-Jumat berikutnya dalam keadaan sehat, beriman, dan istiqamah.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.






