JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan pentingnya pembahasan substansial dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) agar mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah disrupsi digital yang kian cepat.
Hal tersebut disampaikan Adde Rosi dalam rapat internal Komisi X DPR RI yang digelar untuk membedah secara mendalam poin-poin krusial dalam RUU Sisdiknas sebelum melangkah ke tahap pembahasan berikutnya.
“Rapat internal hari ini fokus membedah poin-poin substansial dalam RUU Sisdiknas. Kami ingin memastikan tidak ada celah yang merugikan pihak manapun, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi,” ujar Adde Rosi.
Ia menegaskan, sebagai bagian dari fungsi legislasi DPR, Komisi X memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan regulasi pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan.
Kesimpulan Rapat
Dalam rapat internal tersebut, Komisi X DPR RI menyepakati beberapa hal penting sebagai pijakan lanjutan pembahasan RUU Sisdiknas. Di antaranya, perlunya penyempurnaan substansi pasal-pasal agar tidak menimbulkan multitafsir serta memastikan harmonisasi dengan undang-undang lain yang berkaitan dengan sektor pendidikan.
Selain itu, Komisi X DPR RI juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kebijakan pendidikan nasional tanpa mengabaikan inovasi yang dibutuhkan di era digital.
“Keputusan yang akan diambil hari ini menjadi langkah penting sebelum RUU ini melangkah ke tahap selanjutnya. Karena itu, seluruh fraksi berkomitmen mengawal agar hasilnya benar-benar berkualitas,” kata Adde.
Poin Penting Pembahasan
Adde Rosi mengungkapkan beberapa poin krusial yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat, antara lain:
1. Penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi utama sistem pendidikan nasional
2. Adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi dan disrupsi digital
3. Pemerataan akses pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi
4. Perlindungan terhadap tenaga pendidik, termasuk aspek kesejahteraan dan kompetensi
5. Sinkronisasi antara pendidikan formal, nonformal, dan informal
Menurut Adde, RUU Sisdiknas tidak hanya berbicara soal struktur pendidikan, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan nyata di lapangan, termasuk kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Perkembangan dan Tantangan RUU Sisdiknas
Pembahasan RUU Sisdiknas sendiri telah melalui berbagai tahapan sejak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Namun hingga kini, masih terdapat sejumlah isu strategis yang terus didalami, seperti integrasi sistem pendidikan nasional, posisi guru dan tenaga kependidikan, serta peran pemerintah daerah dalam pengelolaan pendidikan.
Adde Rosi menilai, dinamika tersebut merupakan bagian dari proses untuk menghasilkan regulasi yang komprehensif dan berkelanjutan.
“RUU ini harus mampu menjawab tantangan masa depan, termasuk transformasi digital di sektor pendidikan, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter bangsa,” tegasnya.
Komitmen Kawal Pendidikan Nasional
Sebagai legislator dari Fraksi Golkar, Adde Rosi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembahasan RUU Sisdiknas hingga tuntas. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan.
“Pendidikan adalah investasi terbaik sebuah bangsa. Mari kita kawal bersama prosesnya agar melahirkan kebijakan yang benar-benar bermanfaat bagi generasi mendatang,” pungkas Adde.






