Adde Rosi Kunker ke Toba, Dorong Pemerataan Pendidikan dan Revitalisasi Cagar Budaya

TOBA – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa melaksanakan agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Reses di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, dengan fokus pada penguatan sektor pendidikan serta pelestarian cagar budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Adde Rosi meninjau langsung sejumlah institusi pendidikan, di antaranya SMPN 1 Balige, SMAN 2 Balige, serta Yayasan TB Soposurung yang dikenal konsisten mencetak generasi berprestasi. Ia menilai, kualitas pendidikan di daerah harus terus didorong agar mampu bersaing secara nasional maupun global.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemerataan akses pendidikan berkualitas tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada pemerataan tenaga pengajar, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan kebijakan yang berpihak pada daerah.

“Pendidikan Daerah Harus Jadi Prioritas Nasional”

Adde Rosi menegaskan bahwa daerah seperti Toba memiliki potensi besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Namun, diperlukan perhatian lebih dalam hal distribusi anggaran pendidikan, peningkatan kualitas kurikulum, serta penguatan program vokasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Pendidikan di daerah tidak boleh tertinggal. Kita harus memastikan kualitasnya setara agar anak-anak di daerah memiliki peluang yang sama untuk sukses,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi pendidikan sebagai langkah strategis menghadapi era transformasi teknologi. Menurutnya, akses terhadap teknologi pembelajaran harus diperluas hingga ke daerah-daerah.

“Pelestarian Cagar Budaya Adalah Investasi Identitas Bangsa”

Selain sektor pendidikan, Adde Rosi juga melakukan ziarah dan peninjauan ke Cagar Budaya Makam Raja Sisingamangaraja XII. Ia menilai pelestarian situs sejarah tidak hanya penting sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan, tetapi juga sebagai upaya menjaga identitas dan karakter bangsa.

Ia mendorong agar pengelolaan cagar budaya dilakukan secara lebih profesional dan terintegrasi dengan sektor pariwisata, sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Cagar budaya harus dijaga dan dirawat dengan baik. Ini bukan hanya soal sejarah, tetapi juga potensi ekonomi dan kebanggaan daerah,” tegasnya.

Kesimpulan Rapat: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Harus Diperkuat

Kunjungan kerja ini ditutup dengan pertemuan bersama Bupati Toba, jajaran dinas terkait, serta berbagai pemangku kepentingan. Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis untuk memastikan program pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara optimal di daerah.

Beberapa poin penting yang menjadi kesimpulan rapat antara lain perlunya penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan realisasi anggaran pendidikan dan kebudayaan, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas.

Adde Rosi menekankan bahwa sinergi menjadi kunci agar kebijakan yang dirancang di tingkat pusat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.

“Program yang baik harus diiringi dengan implementasi yang tepat. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kunjungan kerja ini, Adde Rosi berharap pembangunan sektor pendidikan dan pelestarian budaya di Kabupaten Toba dapat semakin maju, sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung kemajuan nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *