Ribuan Jemaah Suluk Mizani Gelar Zikir Kebangsaan, Doakan Prabowo dan Masa Depan Indonesia

MAJALENGKA – BELA RAKYAT –  Ribuan jemaah Suluk Mizani berkumpul di Pendopo Pondok Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jumat (6/11/2026). Selain memperkuat spiritualitas dan ukhuwah Islamiyah, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi kebangsaan melalui doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Majelis yang dipimpin Dr. KH. Maman Imanulhaq, MM, itu diikuti jemaah dari berbagai daerah di Wilayah III Cirebon. Sejumlah rangkaian ibadah dan amalan dilaksanakan sejak sore hingga malam, di antaranya pembacaan Yasin Fadhilah, Asmaul Husna, Zikir Latif, wirid, salat berjamaah, kajian Kitab Safinah, Mahalul Qiyam, serta doa bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ning Aya Tsuroyya Patria Ummah, M.Pd., dan Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si., M.I.Kom.

Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Maman Imanulhaq yang akrab disapa Kang Kiai mengingatkan bahwa aktivitas spiritual tidak boleh berhenti pada ritual keagamaan semata. Menurutnya, zikir seharusnya menjadi sumber energi moral untuk membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap bangsa.

Ia secara khusus mengajak seluruh jemaah mendoakan Presiden Prabowo agar diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam memimpin Indonesia dan menyelesaikan berbagai agenda strategis nasional.

“Kita mendoakan Presiden Prabowo agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan untuk menuntaskan agenda strategis negara. Doa adalah ikhtiar spiritual, tetapi harus disertai kerja nyata. Jangan sampai kita khusyuk berzikir, tetapi abai terhadap penderitaan rakyat dan persoalan bangsa,” ujar Kang Kiai.

Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP PKB tersebut juga menyoroti persoalan lingkungan, terutama kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan perhatian bersama.

Ia mengajak masyarakat menjadikan doa sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi bencana sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian alam.

“Kita memohon kepada Allah agar hujan segera turun, api karhutla padam, hutan kembali terjaga, dan masyarakat terlindungi. Merawat alam adalah bagian dari ibadah. Kesalehan tidak hanya diukur dari hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dari kepedulian terhadap manusia dan lingkungan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ning Aya Tsuroyya Patria Ummah mengangkat pentingnya menjaga konstitusi, supremasi hukum, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

Ia memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolri dalam mengusut dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara terbuka, profesional, dan berlandaskan pembuktian hukum.

“Kami mengapresiasi langkah Kapolri. Ini bukan semata persoalan pribadi Presiden, tetapi menyangkut kehormatan kepala negara dan kedaulatan bangsa. Siapa pun yang terlibat harus diungkap dan diproses tanpa pandang bulu,” tegas Ning Aya.

Sebagai representasi generasi muda, ia turut menyoroti polemik mengenai status Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mendorong DPR RI menjalankan fungsi konstitusionalnya agar setiap persoalan ketatanegaraan mendapatkan kejelasan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Jangan biarkan persoalan konstitusi menjadi ruang abu-abu. DPR harus menjalankan fungsi dan kewenangannya untuk memberikan kejelasan kepada publik. Dukungan kepada pemerintah harus berjalan seiring dengan pengawasan. Kita mendukung Presiden Prabowo bekerja, tetapi konstitusi tetap harus menjadi panglima,” ungkapnya.

Lebih jauh, Suluk Mizani diposisikan sebagai gerakan transformasi spiritual yang berupaya menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kehidupan sosial dan kebangsaan. Gerakan ini menekankan bahwa kesalehan tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga dalam keberpihakan terhadap masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen menjaga kehidupan bernegara.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan santap malam dalam suasana kekeluargaan. Melalui majelis tersebut, para jemaah berharap Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai bencana, serta mampu melewati tantangan nasional dengan kepemimpinan yang kuat, hukum yang berkeadilan, dan masyarakat yang semakin peduli terhadap sesama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *