Adde Rosi Borong UMKM Khas Pandeglang: Kuliner Itu Identitas Budaya yang Harus Dilestarikan

PANDEGLANG – BELA RAKYAT –  Kebudayaan bukan hanya tentang seni pertunjukan dan adat istiadat, melainkan juga warisan resep tradisi serta kekayaan kuliner lokal yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, saat hadir dan berpartisipasi langsung dalam acara Semarak Budaya Kuliner di Pandeglang.
“Kuliner adalah representasi identitas dan wujud kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Alhamdulillah, senang sekali bisa hadir dan berpartisipasi langsung dalam acara Semarak Budaya Kuliner di Pandeglang,” ujar Adde Rosi seperti dikutip dari Instagram pribadinya.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Adde Rosi memborong berbagai sajian makanan khas UMKM lokal Pandeglang, seperti Apem Putih, Angeun Lada, Otak-Otak, Pasung, dan aneka jajanan tradisional lainnya.

“Aksi mendukung UMKM kuliner lokal ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis kebudayaan (cultural economy). Ketika kita melariskan produk UMKM lokal, kita tidak hanya menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha kecil, tetapi juga ikut melestarikan warisan rasa dan identitas budaya Pandeglang. Mari bersama kita bangga, beli, dan promosikan produk serta kuliner khas daerah kita sendiri!”
### Dialog Hangat dengan Pelaku UMKM

Suasana acara terekam dalam video yang diunggah Adde Rosi. Ia tampak berkeliling dari stan ke stan, berdialog langsung, mencicipi, dan memborong produk UMKM.

1. Kopi Lokal Karang Taruna Juhut

Di stan pertama, Adde Rosi melihat produk Kopi Lokal Khas Pandeglang produksi Karang Taruna Juhut. Setelah berdialog, ia langsung meminta untuk dibungkus.

2. Talas Beneng – Dari Proses Hingga Rasa

Di stan Talas Beneng, pelaku UMKM menjelaskan proses pembuatannya kepada Adde Rosi:

Pelaku UMKM: “Dikupas, direndam sama air garam, terus di… kalau buat ini dijemur dulu lalu dibikin kue, tepungnya itu.”
Adde Rosi: “Kalau talas beneng dengan terigu itu tahan lamanya lebih tahan lama mana, Bu?”

Pelaku UMKM: “Kayaknya sama, Bu. Sama.”
Adde Rosi kemudian mengajak ibu-ibu yang hadir untuk ikut mencicipi.

“Ibu-ibu mau enggak? Ya sudah, Bu Ade Rosimah ngambil satu, sisanya ambil satu-satu ya. Ya ini juga nih.”

Saat mencicipi Keripik Talas Beneng, Adde Rosi mengucap Bismillah dan memberikan pujian:

“Bismillahirrahmanirrahim, keripik talas beneng. Enak enggak? Mantap. Maknyus. Maknyus. Terima kasih.”

Ia pun langsung memborongnya. “Nah, bungkus. Ini bungkus. Bungkus. Iya. Ini harus dibungkus. Bungkus lagi. Dua ah. Boleh. Buat suami satu. Semuanya boleh buat…”

3. Kue Jojorong dan Surabi

Adde Rosi juga menyambangi stan Kue Jojorong khas Pandeglang yang masih dikukus di dalam dandang besar, lalu mencicipi Surabi.
“Ini Surabi… montok, bohay, pakai oncom, terbuat dari ketan beras, jadi insya Allah sehat dan mengenyangkan.”

4. Apem Bohay dan Brownis Talas Beneng

Di stan Apem Bohay Cimanuk dan Brownis Talas Beneng, Adde Rosi kembali memuji keunggulan produk lokal tersebut.
“Terlalu manis… jadi buat yang punya penyakit diabet pas ini cocok. Sudah gitu empuk ya, empuk. Ini dikasih rasa cokelat, iya rasa cokelat, jadi bisa diganti-ganti rasanya ya sesuai selera.”

Bangga, Beli, dan Promosikan

Bagi Adde Rosi, aksi borong UMKM ini bukan sekadar belanja, tetapi bentuk nyata pelestarian budaya lewat rasa.

Dengan melariskan produk UMKM, roda ekonomi pelaku usaha kecil bergerak, sekaligus warisan resep dan identitas budaya Pandeglang tetap hidup di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *