JAKARTA | MEDIA BELA RAKYAT — Bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Indonesia Timur (PPMIT) bekerja sama dengan Front Penggerak Seni Taman Ismail Marzuki (FPS-TIM) menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Indonesia Timur dan pelantikan pengurus periode 2026–2029 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Mengusung tema “PPMIT untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Indonesia Timur”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi generasi muda untuk memperjuangkan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial.
Ketua Umum PPMIT, Ridha Furqon Wahyu Ramdhani, S.Sos., yang akrab Ridho, melantik Ketua Harian Lido Unci beserta jajaran pengurus lainnya yang berjumlah kurang lebih 40 orang. Kepengurusan ini diharapkan memperkuat konsolidasi lintas wilayah dan mengawal berbagai persoalan Indonesia Timur, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampak kebijakan ekstraktif, hingga perlindungan masyarakat terdampak bencana.
“Hari ini secara resmi kami melantik Ketua Harian Lido Unci beserta jajaran pengurus PPMIT lainnya yang berjumlah kurang lebih 40 orang. Pelantikan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menggerakkan perjuangan bagi pembangunan serta kesejahteraan Indonesia Timur,” ujar Ridho.

Ridho menegaskan, “PPMIT akan memberi perhatian terhadap persoalan karhutla, dampak kebijakan ekstraktif terhadap lingkungan dan masyarakat, serta kondisi kemanusiaan para pengungsi bencana. Melalui kepengurusan baru, PPMIT diharapkan mampu membangun gerakan pemuda yang solid, kritis, dan berorientasi pada solusi demi terwujudnya Indonesia Timur yang adil dan sejahtera,” tegasnya.
Ketua Dewan Pembina PPMIT sekaligus inisiator FPS-TIM dan Sekretaris Jenderal Prodem, Mujib Hermani, menyampaikan selamat kepada Ridho atas amanah kepemimpinan periode 2026–2029. “Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi juga soal kesediaan untuk mendengar, bekerja bersama, dan bertanggung jawab. Saya tegaskan pentingnya integritas, solidaritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi. Sekali lagi, selamat dan semangat. Buat kami semua bangga,” tutur Mujib di sela-sela pidatonya, Rabu (28/10/2026).
Mujib menambahkan, “Dalam moment Hari Pemuda ini telah terjalin sinergitas antara PPMIT dengan FPS-TIM. Kami ingin jalinan antarpemuda dan pegiat seni terus terawat, sehingga Taman Ismail Marzuki kembali menguatkan marwahnya sebagai rumah para seniman, ruang kebebasan berekspresi, sekaligus tempat lahirnya gagasan kritis dan karya kebudayaan yang berpihak pada kemanusiaan. TIM harus menjadi ruang yang hidup, terbuka, dan memberi tempat bagi generasi muda untuk berkarya, berdialog, serta merawat kebudayaan bangsa,” ungkapnya.

Ketua Harian PPMIT, Lido Unci, dalam orasinya menegaskan bahwa perubahan tidak lahir dari sikap diam, melainkan dari keberanian menghadapi ketidakadilan. Untuk menerjemahkan visi dan misi menjadi program konkret, PPMIT berencana segera menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Kegiatan pelantikan ini turut mendapat dukungan FPS-TIM dan MPSI, yang memperkuat unsur kebudayaan dan kesenian sebagai bagian dari gerakan pemuda.
“Dalam deklarasinya, PPMIT mengikrarkan enam komitmen perjuangan, meliputi perlindungan lingkungan, penegakan konstitusi, penolakan terhadap janji kosong, penguatan ilmu pengetahuan dan integritas, serta peningkatan empati dan solidaritas. Ikrar tersebut menjadi refleksi semangat Sumpah Pemuda 1928 yang diterjemahkan ke dalam tantangan Indonesia Timur hari ini, dengan menekankan pentingnya persatuan dan keberanian memperjuangkan keadilan,” jelas Lido Unci.
“PPMIT juga mendesak agar APBN lebih berpihak pada kebutuhan rakyat Indonesia Timur serta meminta evaluasi terhadap efektivitas program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Selain itu, PPMIT mendorong biaya pendidikan yang lebih terjangkau, pemerataan layanan dasar, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Tuntutan tersebut sejalan dengan prinsip UUD 1945, khususnya Pasal 28C ayat (1), Pasal 31, dan Pasal 33, serta ketentuan pengelolaan keuangan negara dalam UU Nomor 17 Tahun 2003.” Pungkasnya.

Kepemimpinan Ridho dan jajaran PPMIT periode 2026–2029 kini ditantang membuktikan komitmen melalui kerja nyata, advokasi kebijakan, serta penguatan jaringan antardaerah. Berlandaskan cita-cita Pembukaan UUD 1945 tentang kesejahteraan umum dan pencerdasan kehidupan bangsa, PPMIT diharapkan menjadi ruang perjuangan yang kritis, demokratis, dan bertanggung jawab. Sebab, kekayaan Indonesia Timur harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya, bukan sekadar menjadi potensi yang terus dijanjikan.
(CP/red)





