Cerita I Nyoman Parta! Bukan Milik Saya: Kalimat Pendek Selamatkan Citra Bali

BADUNG, BALI – BELA RAKYAT –  Di tengah hiruk pikuk bandara yang tak pernah tidur, kejujuran masih punya nama. Namanya Komang Arini.

Ia bukan pejabat. Ia bukan selebriti. Ia pekerja Customer Service di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Balim Tapi apa yang ia lakukan kemarin pagi, jauh lebih besar dari jabatan apa pun.

Bacaan Lainnya

HP Tertinggal di Gate 4
Ceritanya sederhana, tapi maknanya dalam. Masih sangat pagi, seorang penumpang bernama Yogi berangkat dari Bali. Tanpa sadar, HP-nya tertinggal di bawah tempat duduk, di Gate 4 Ruang Tunggu Bandara I Gusti Ngurah Rai.

HP itu bukan sekadar benda. Di dalamnya ada kontak keluarga, pekerjaan, dan semua urusan hidup Yogi. Yoga staf Anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta.

Siang harinya, saat Yogi hendak berangkat ke Jakarta, ia bertemu kembali di airport. Dan di tangannya, HP itu kembali utuh. Yang mengembalikannya adalah Komang Arini, yang menemukan HP itu tergeletak di lantai, di bawah tempat duduk.

Ketika ditanya kenapa tidak diambil saja, istri dari I Ketut Arta, yang tinggal di sebuah jalan gang di Jimbaran itu, menjawab dengan kalimat yang kini viral di hati banyak orang: “BUKAN MILIK SAYA.”

Itu saja. Tidak ada embel-embel. Tidak ada drama.

Dalam video seperti di kutip di Instagram pribadi I Nyoman Parta di bandara, Yogi pun berkali-kali mengucap syukur:

“Eh ini tadi pagi berangkat ternyata HP-nya ketinggalan di bawah…”

“Ya terima kasih ya dari Bapak Ibu tidak ambil ini bukan milik saya, bukan milik saya, ini orang Bali asli makasih ya makasih.”

Kutipan itu bukan sekadar ucapan terima kasih. Itu adalah pengakuan tulus dari rakyat kecil kepada rakyat kecil lainnya — bahwa di Bali, kejujuran masih menjadi harga diri.

Kejujuran yang Menjaga Nama Baik Bandara

Apa yang dilakukan Komang Arini terlihat sepele. Padahal tidak.

Satu HP yang dikembalikan dengan jujur, menjaga citra Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai tempat yang aman bagi penumpang. Satu kalimat “Bukan milik saya” menjaga nama baik Bali di mata dunia.

Bayangkan jika HP itu hilang. Yogi tidak hanya kehilangan barang. Ia kehilangan kepercayaan. Dan Bali kehilangan satu lagi cerita baiknya.

Tapi Komang memilih jujur. Ia memilih untuk tidak mengambil apa yang bukan haknya, meski tidak ada yang melihat, meski tidak ada CCTV yang memaksanya.

Itulah bela rakyat yang sesungguhnya. Bukan yang teriak di panggung, tapi yang diam-diam berbuat benar saat tidak ada yang mengawasi.

Hampir Ribut Gara-Gara HP Hilang

Di balik kisah haru ini, ada cerita kocak yang hampir jadi pertengkaran rumah tangga.

Karena HP-nya tertinggal dan tidak bisa dihubungi, Yogi dicurigai oleh istrinya, Desak.

“Yogi dicurigai oleh Desak istrinya karena tidak menjawab saat ditelepon dan membalas saat di WA.”

Yogi sudah apes ketinggalan HP, masih pula dicurigai istri. Seperti kata yang menulis kisah ini:

“Yogi – yogi apes kamu sudah ketinggalan HP dicurigai istri pula. Rajin melukat Gik.”

Untung HP kembali. Untung Komang Arini jujur. Kalau tidak, bukan hanya HP yang hilang, tapi juga keharmonisan rumah tangga yang ikut terancam.
Doa untuk Komang Arini

Sebagai penutup, Yogi menyampaikan doa yang mewakili suara banyak penumpang:
“Terimakasih ya ibu Komang Arini, yang ibu lakukan itu sangat besar, karena menjaga citra Airport sebagai tempat yang aman bagi penumpang. Doa Ty semoga Ibu Komang dan keluarga sehat selalu.”

Terima kasih, Ibu Komang Arini.

Anda membuktikan, kejujuran orang Bali bukan sekadar jargon pariwisata. Itu nyata. Itu hidup. Itu ada di Gate 4, di lantai bawah tempat duduk, di tangan seorang pekerja CS yang memilih berkata:

“BUKAN MILIK SAYA.”

Dan kalimat itulah yang harus kita jaga bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *