MOJOKERTO – Dalam upaya mendorong modernisasi tata kelola usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Bisnis Digital, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merancang dan menerapkan sistem digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Paguyuban UMKM Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan yang berlangsung di Astana Jabal Sirr, Kabupaten Mojokerto ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pengelolaan tenaga kerja UMKM yang semula manual menjadi lebih terstruktur, efisien, dan transparan.
Pengabdian ini didanai melalui skema Kebijakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNESA Tahun 2026 dan dipimpin oleh tim akademisi yang terdiri dari Dana Azizah Rahmat, MBA., Achmad Kautsar, S.E., M.M., Hujjatullah Fazlurrahman, S.E., M.B.A., M. Fajar Wahyudi Rahman, S.E., M.M., serta Diki Putra Setianto, S.M., M.Sc.
Ketua Tim PKM menjelaskan bahwa pengelolaan SDM kerap menjadi titik lemah pelaku UMKM yang berfokus hanya pada produksi dan pemasaran. Melalui program ini, para pelaku usaha dibekali dengan Dashboard SDM terpadu berbasis digital yang mencakup fitur rekapitulasi kehadiran, pengajuan cuti, perhitungan penggajian (payroll) otomatis, hingga evaluasi kinerja karyawan secara objektif.
“Digitalisasi SDM bukan hanya milik perusahaan skala besar. Pelaku UMKM di Mojokerto juga perlu memiliki sistem pencatatan data karyawan yang rapi dan terukur agar dapat mengambil keputusan bisnis secara tepat serta meningkatkan efisiensi operasional,” papar perwakilan tim pelaksana PKM UNESA.
Selain efisiensi manajemen internal, program pengabdian ini dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas manajemen usaha, serta SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui transparansi pengelolaan data pegawai dan pemberian kesempatan pelatihan yang inklusif.
Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para pengurus serta anggota mitra dalam mengoperasikan sistem digitalisasi SDM dari rata-rata 45% menjadi 88%. Sebagai langkah keberlanjutan, tim Bisnis Digital UNESA akan melakukan pendampingan berkala selama tiga bulan ke depan guna memastikan sistem terimplementasi secara optimal pada operasional harian UMKM di Kabupaten Mojokerto. (ari)






