Hamka B Kady Resmikan Program BSPS di Gowa: Rumah Dibedah, Harapan Dibangun

GOWA – BELA RAKYAT –  Momentum penuh kebahagiaan dirasakan warga Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, saat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 resmi diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Peresmian program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Program BSPS tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik rumah, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang memberikan rasa aman sekaligus menjadi ruang bagi keluarga untuk membangun masa depan.

Bacaan Lainnya

Peresmian dan penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady. Kegiatan itu sebagaimana dibagikan Hamka B. Kady melalui akun Instagram pribadinya, menjadi momentum penting untuk memastikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di bidang perumahan mendapatkan perhatian.

Bukan Sekadar Memperbaiki Bangunan

Dalam unggahannya, Hamka B. Kady menegaskan bahwa program bedah rumah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memperbaiki bangunan yang rusak.

“Hari ini menjadi momentum penuh kebahagiaan dalam Peresmian Program Bedah Rumah di Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bonsel Kabupaten Gowa,” tulis Hamka B. Kady dalam unggahan Instagram pribadinya.

Ia menekankan bahwa program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan rumah yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.

“Bukan sekadar memperbaiki bangunan, program ini adalah tentang menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarga,” lanjutnya.

Menurut Hamka, setiap keluarga memiliki hak untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Rumah bukan semata bangunan yang terdiri atas dinding, lantai, dan atap, melainkan tempat keluarga tumbuh, beristirahat, mendidik anak, serta membangun harapan.

Wujud Kepedulian Negara

Dalam sambutannya saat peresmian, Hamka B. Kady menyampaikan bahwa program BSPS merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu keluarga yang membutuhkan peningkatan kualitas hunian.

“BSPS ini bukan hanya bantuan material, tapi juga bentuk perhatian negara kepada masyarakat. Saya berharap rumah yang dibangun bisa benar-benar bermanfaat dan dirawat dengan baik,” ujar Hamka B. Kady.

Ia berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada proses pembangunan rumah, tetapi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Sepuluh Keluarga Terima Bantuan

Dalam rangkaian program BSPS tahun 2026, sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Desa Kanjilo turut menerima bantuan. Para penerima mendapatkan dukungan berupa material bangunan dan dana stimulan untuk melakukan perbaikan atau bedah rumah secara swadaya.

Konsep swadaya menjadi bagian penting dalam program tersebut karena masyarakat penerima manfaat turut terlibat dalam proses pembangunan maupun perbaikan rumah. Dengan demikian, bantuan pemerintah menjadi stimulan yang dipadukan dengan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan hunian yang lebih layak.

Program seperti ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang selama ini masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak, baik karena persoalan lantai, atap, dinding maupun bagian rumah lainnya.

Harapan Baru bagi Keluarga

Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur setelah mendapatkan bantuan BSPS. Kondisi rumah yang sebelumnya mengalami kebocoran dan masih memiliki lantai tanah kini mendapatkan kesempatan untuk diperbaiki.

“Alhamdulillah, selama ini rumah saya bocor dan lantainya tanah. Sekarang bisa diperbaiki. Terima kasih Pak Hamka,” ujar warga penerima manfaat tersebut.

Kesaksian itu menggambarkan bagaimana bantuan perumahan dapat memberikan perubahan langsung dalam kehidupan masyarakat. Rumah yang sebelumnya menghadirkan rasa khawatir ketika hujan turun, kini diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga.

Rumah Layak, Keluarga Lebih Tenang

Hamka B. Kady menilai rumah yang layak memiliki hubungan erat dengan kualitas kehidupan keluarga. Hunian yang aman dan sehat akan memberikan ruang yang lebih baik bagi anggota keluarga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Karena itu, program BSPS diharapkan tidak hanya dipandang sebagai program pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan manusia. Ketika masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak, mereka memiliki fondasi yang lebih kuat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dalam unggahannya, Hamka juga menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Semoga bantuan ini membawa manfaat, meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik bagi penerima manfaat,” tulisnya.

Rumahnya Dibedah, Harapannya Dibangun

Bagi Hamka B. Kady, pembangunan rumah melalui program BSPS memiliki pesan sosial yang kuat. Rumah yang diperbaiki adalah simbol hadirnya perhatian pemerintah sekaligus semangat gotong royong masyarakat.

“Rumahnya dibedah, harapannya dibangun,” demikian pesan yang disampaikan Hamka dalam unggahannya.

Kalimat tersebut menjadi gambaran bahwa program bedah rumah bukan hanya mengubah kondisi fisik sebuah hunian, tetapi juga membuka harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.

Dengan adanya program BSPS, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung kehadiran program pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar. Perbaikan rumah juga diharapkan menjadi pijakan bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman, nyaman, dan bermartabat.

Bagi masyarakat Gowa, khususnya para penerima manfaat, bantuan tersebut bukan sekadar material bangunan. Di balik setiap proses perbaikan rumah, terdapat harapan agar keluarga dapat menempati hunian yang lebih baik dan menjalani hari-hari dengan rasa aman.

Program BSPS pun menjadi bukti bahwa pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar ketika manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Sebab, membangun rumah pada akhirnya bukan hanya membangun tempat tinggal, tetapi juga membangun rasa aman, membangun keluarga, dan membangun harapan untuk masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *