JAKARTA – BELA RAKYAT – Syafruddin Mualla adalah salah satu pengusaha asal Bulukumba yang aktif berkiprah di tingkat nasional, Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan dan Ketua Umum Forum Komunikasi Pengusaha Bulukumba (FKPB), mendorong lahirnya konsensus bersama untuk mempersiapkan putra-putri terbaik Bulukumba agar mampu berkiprah di tingkat nasional, termasuk sebagai anggota DPR RI.
Menurut Syafruddin, gagasan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengecilkan peran anggota DPR RI yang saat ini mewakili daerah pemilihan Sulawesi Selatan. Sebaliknya, kehadiran putra-putri Bulukumba di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi tambahan kekuatan representasi dalam memperjuangkan kepentingan pembangunan daerah.
“Ini bukan soal mengecilkan peran wakil rakyat yang ada. Semua anggota DPR RI dari daerah pemilihan memiliki tanggung jawab memperjuangkan kepentingan masyarakat. Yang ingin kita bangun adalah kesadaran bahwa Bulukumba juga perlu mempersiapkan putra-putri terbaiknya untuk berkiprah di tingkat nasional,” ujar Syafruddin.
Ia menilai Bulukumba memiliki modal ekonomi yang besar untuk dikembangkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perekonomian Bulukumba pada 2024 yang diukur melalui PDRB atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp20,22 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,60 persen.
Menurut Syafruddin, skala ekonomi tersebut harus diikuti dengan upaya meningkatkan nilai tambah melalui investasi, industrialisasi, hilirisasi, infrastruktur, pembiayaan, dan penguatan jejaring nasional.
“Bulukumba tidak kekurangan potensi. Yang perlu kita perkuat adalah representasi, jejaring, investasi, industrialisasi, dan keberpihakan kebijakan untuk mempercepat pembangunan daerah,” katanya.
Jangan Hanya Jadi Daerah Penghasil Bahan Baku
Syafruddin menilai salah satu tantangan penting Bulukumba adalah bagaimana komoditas unggulan daerah tidak hanya keluar sebagai bahan mentah.
Ikan, rumput laut, hasil pertanian, kelapa dan berbagai komoditas lainnya, kata dia, perlu didorong masuk ke proses pengolahan di dalam daerah sehingga nilai tambah ekonominya dapat lebih banyak dinikmati masyarakat Bulukumba.
“Kita ingin ikan, rumput laut, hasil pertanian, kelapa dan berbagai komoditas lainnya tidak hanya keluar sebagai bahan mentah. Harus ada industri pengolahan di Bulukumba sehingga nilai tambahnya lebih banyak tinggal di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, tumbuhnya industri pengolahan akan menciptakan efek berantai, mulai dari lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, tumbuhnya UMKM dan usaha pendukung hingga meningkatnya daya saing ekonomi daerah.
Representasi Nasional untuk Memperkuat Pembangunan
Syafruddin mengatakan keberadaan wakil daerah di tingkat nasional harus dilihat sebagai bagian dari strategi pembangunan, bukan sekadar persoalan politik.
Berbagai kebutuhan Bulukumba seperti infrastruktur, konektivitas, pelabuhan, irigasi, pendidikan vokasi, layanan kesehatan, pengembangan industri, pariwisata dan pemberdayaan UMKM membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Representasi di tingkat nasional harus kita lihat sebagai bagian dari strategi pembangunan. Kita membutuhkan orang-orang yang memahami kebutuhan daerah sekaligus memiliki kemampuan membangun komunikasi dan jejaring di tingkat nasional,” katanya.
Ia menambahkan, jejaring nasional dapat membantu membuka peluang investasi, memperluas akses pembiayaan, memperkuat UMKM serta memperkenalkan potensi Bulukumba kepada pasar yang lebih luas.
Bukan Sekadar Putra Daerah
Meski mendorong lahirnya putra-putri Bulukumba di DPR RI, Syafruddin menegaskan bahwa faktor asal daerah bukan satu-satunya ukuran.
Menurutnya, figur yang layak didorong harus memiliki integritas, kapasitas, rekam jejak, kemampuan kepemimpinan, komunikasi politik dan kepercayaan masyarakat.
“Yang kita butuhkan bukan sekadar orang yang berasal dari Bulukumba. Kita membutuhkan figur yang memiliki integritas, kapasitas, rekam jejak, kemampuan kepemimpinan, komunikasi politik, dan tentu saja kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa figur tersebut harus mampu membawa kepentingan masyarakat secara luas dan tidak terjebak pada kepentingan kelompok tertentu.
Membangun Kader, Bukan Figur Instan
Syafruddin menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak diarahkan untuk mendukung atau mencalonkan figur tertentu menjelang pemilu.
Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah membangun kaderisasi dan menyiapkan sumber daya manusia Bulukumba sejak sekarang.
“Yang perlu dibangun mulai hari ini bukan perdebatan siapa yang akan maju, tetapi konsensus bahwa Bulukumba sudah saatnya mempersiapkan putra-putri terbaiknya untuk berkiprah di tingkat nasional,” ujarnya.
Proses tersebut dapat dimulai melalui peningkatan kapasitas kepemimpinan, pendidikan politik, penguatan organisasi, pembangunan jejaring, kewirausahaan serta keterlibatan generasi muda dalam berbagai ruang publik.
Berdasarkan data resmi KPU, DPT Kabupaten Bulukumba pada Pemilu 2024 mencapai 340.541 pemilih. Syafruddin menilai besarnya basis masyarakat tersebut seharusnya tidak hanya dilihat sebagai angka elektoral, tetapi sebagai kekuatan sosial untuk membangun kepemimpinan daerah.
“Jangan melihat masyarakat hanya sebagai angka pemilih. Kita harus melihatnya sebagai kekuatan sosial dan sumber daya manusia yang bisa melahirkan pemimpin-pemimpin baru,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keberadaan putra daerah di DPR RI bukanlah jaminan seluruh persoalan pembangunan akan otomatis selesai. Keberhasilan tetap membutuhkan kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan.
“Representasi politik yang kuat harus diikuti dengan kerja nyata dan kolaborasi. Jadi bukan hanya soal siapa yang duduk di DPR RI, tetapi apa yang bisa diperjuangkan dan manfaat apa yang dapat diberikan kepada masyarakat,” katanya.
Investasi Jangka Panjang untuk Bulukumba
Syafruddin berharap gagasan tersebut dapat berkembang menjadi diskusi bersama dan menjadi bagian dari agenda jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Bulukumba.
Menurutnya, keberhasilan melahirkan putra-putri daerah yang mampu berkiprah di tingkat nasional merupakan investasi kepemimpinan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam satu periode pemilu.
“Ini bukan hanya tentang memenangkan satu orang dalam satu pemilu. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat posisi Bulukumba dalam pembangunan nasional,” pungkas Syafruddin.






