BPJS Kesehatan Gandeng Keuskupan Agung Jakarta Perkuat Literasi Program JKN

JAKARTA – BELA RAKYAT  – BPJS Kesehatan memperluas jangkauan edukasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menggandeng tokoh agama. Terbaru, BPJS Kesehatan bersinergi dengan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) melalui program Sinergi Penyuluh Agama Integrasi Literasi (SYAIR) JKN.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pentahelix BPJS Kesehatan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang manfaat JKN, kewajiban peserta, dan pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan pelibatan pemuka agama dinilai strategis karena memiliki kedekatan dan pengaruh kuat di tengah komunitas umat.

“Program JKN merupakan amanat bersama, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada BPJS Kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuka agama,” ujar Akmal dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Menurut Akmal, kolaborasi ini sejalan dengan pesan Paus Leo XIV tentang Universal Health Coverage (UHC) dan kesetaraan kesehatan, serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Peserta Tembus 284,4 Juta Jiwa, Tantangan Jaga Kepesertaan Aktif

Hingga 1 Agustus 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 284,4 juta jiwa atau setara 98 persen dari total populasi Indonesia.

Untuk menopang layanan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.762 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.228 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia.

Akmal menegaskan, tingginya cakupan bukan tujuan akhir. Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan peserta tetap aktif dan paham akan hak serta layanannya.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap peserta tetap aktif, memahami manfaat Program JKN, serta memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara,” katanya.

Sepanjang 2014 hingga 2025, BPJS Kesehatan mencatat telah menggelontorkan lebih dari Rp 1.270 triliun untuk biaya pelayanan kesehatan dengan pembayaran klaim yang dilakukan tepat waktu.

Bentuk Kerja Sama dengan KAJ

Kerja sama BPJS Kesehatan dan KAJ akan diwujudkan dalam beberapa program konkret, antara lain:
1. Penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan buku khotbah mingguan bertema JKN 2. Training of Trainer (ToT) untuk uskup, pemimpin umat, dan pengurus gereja 3. Pendaftaran kolektif JKN bagi pengelola dan pekerja keagamaan 4. Penguatan jaringan dengan fasilitas kesehatan, yayasan, dan institusi Katolik
Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, menyatakan dukungan penuh Gereja Katolik terhadap penyelenggaraan JKN karena selaras dengan prinsip solidaritas dan keadilan sosial.

“Kami secara konsisten mendukung gagasan kepesertaan dan layanan BPJS Kesehatan karena selaras dengan prinsip keagamaan dan semangat solidaritas nasional. Prinsip solidaritas juga diwujudkan melalui praktik subsidi silang di lingkungan Gereja,” ujar Kardinal Suharyo.

Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti di Jakarta, melainkan dapat diperluas ke tingkat nasional melalui Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) hingga menjangkau 38 keuskupan di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *