JAKARTA BARAT – BELA RAKYAT – Diabetes melitus kerap datang tanpa gejala yang terasa jelas. Penyakit ini dapat berkembang perlahan dan baru diketahui ketika telah menimbulkan berbagai komplikasi. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan dini, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam pencegahan diabetes.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar “Diabetes Melitus: Edukasi, Kesadaran dan Aksi Nyata” yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Barat, di Perguruan Muhammadiyah Tomang, Jakarta Barat, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad Ke-114 Muhammadiyah Jakarta Barat. Seminar tidak hanya menghadirkan edukasi mengenai diabetes melitus, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan gula darah, tekanan darah, mata, gigi, konsultasi kesehatan, hingga pengobatan.
Sejumlah pejabat dan tokoh Muhammadiyah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wali Kota Jakarta Barat yang diwakili Sekretaris Kota Jakarta Barat Imron Syahrin, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta yang diwakili Supriadi Karsim, Ketua PDM Jakarta Barat Dr. Ir. H. Narmodo, M.Ag., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jakarta Barat Abdurrahman Anwar, serta Camat Grogol Petamburan Raditian Ramajaya.
Kesehatan Menjadi Fondasi Pembangunan Manusia
Sekretaris Kota Jakarta Barat Imron Syahrin menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan manusia.
Menurut Imron, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Kualitas kesehatan masyarakat juga menjadi indikator penting karena masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan mampu berpartisipasi secara optimal dalam kehidupan sosial.
Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dilakukan sebelum penyakit muncul.
Edukasi kesehatan dan pemeriksaan dini, kata dia, perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki pengetahuan mengenai kondisi tubuhnya dan dapat mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.
Milad Muhammadiyah Harus Memberi Manfaat
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta yang diwakili Supriadi Karsim memberikan apresiasi terhadap langkah PDM Jakarta Barat yang menjadikan momentum Milad Ke-114 bukan sekadar kegiatan seremonial.
Imron menjelskan, peringatan milad seharusnya menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Seminar diabetes yang disertai pemeriksaan dan pengobatan gratis menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian tersebut.
Bagi Muhammadiyah, pelayanan kesehatan merupakan bagian dari dakwah sosial. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah atau kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan.
Halalan Thayyiban dan Ancaman Konsumsi Gula Berlebihan
Ketua PDM Jakarta Barat Narmodo menekankan pentingnya menerapkan prinsip halalan thayyiban dalam kehidupan sehari-hari.
Narmodo menyampaikan, makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak cukup hanya memenuhi aspek halal, tetapi juga harus baik dan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
“Tubuh memang membutuhkan glukosa sebagai sumber energi. Namun, persoalan dapat muncul ketika konsumsi gula tambahan dilakukan secara berlebihan dan menjadi kebiasaan sehari-hari,” papar Narmodo.
Gula tambahan banyak ditemukan dalam berbagai jenis minuman manis, makanan olahan, makanan ringan, serta produk kemasan.
Karena itu, lanjutnya, masyarakat perlu lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi setiap hari. Mengurangi konsumsi gula tambahan, memperhatikan pola makan, dan membiasakan hidup aktif menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Gaya Hidup Modern dan Budaya Malas Bergerak
Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam seminar adalah semakin minimnya aktivitas fisik di tengah gaya hidup modern.
Hermawan Saputra menyoroti kebiasaan masyarakat yang terlalu banyak duduk, menggunakan kendaraan untuk jarak dekat, serta kurang melakukan aktivitas fisik.
Padahal, aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga berat.
Berjalan kaki, menggunakan tangga, membersihkan rumah, maupun melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Perubahan kecil tersebut penting karena tubuh membutuhkan aktivitas agar metabolisme tetap terjaga.
Kenali, Pahami, dan Obati Diabetes
Sementara itu, dr. Auditya Widyasari mengajak masyarakat memahami diabetes melalui tiga langkah sederhana, yakni kenali, pahami, dan obati.
Menurutnya, mengenali diabetes menjadi penting karena penyakit tersebut dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas.
Masyarakat yang memiliki faktor risiko perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Faktor risiko diabetes antara lain pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta faktor keturunan.
Ketika seseorang telah terdiagnosis diabetes, penanganan tidak hanya bergantung pada obat. Perubahan pola hidup, pengaturan makanan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit.
Dengan demikian, diabetes bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan kebiasaan hidup.
BPJS sebagai Wujud Ta’awun
Dalam kegiatan tersebut, Akmal Budi Yulianto juga menyoroti pentingnya keberadaan BPJS Kesehatan sebagai salah satu instrumen perlindungan kesehatan masyarakat.
Ia mengaitkan sistem jaminan kesehatan tersebut dengan semangat ta’awun, yakni saling membantu dan menolong.
Dalam prinsip tersebut, masyarakat sehat ikut menopang masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Semangat gotong royong menjadi penting dalam membangun sistem kesehatan yang memberikan perlindungan kepada masyarakat secara lebih luas.
Edukasi Harus Berujung pada Aksi
Seminar yang digelar PDM Jakarta Barat menunjukkan bahwa edukasi kesehatan akan semakin bermakna ketika diikuti dengan aksi nyata.
Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai diabetes, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung.
Pemeriksaan gula darah, tekanan darah, mata, gigi, konsultasi, serta pengobatan gratis menjadi bentuk konkret dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Edukasi memberikan pengetahuan. Pengetahuan melahirkan kesadaran. Kesadaran kemudian harus diwujudkan dalam tindakan.
Rangkaian Milad Ke-114 Muhammadiyah Jakarta Barat pun menjadi momentum untuk memperkuat pesan tersebut.
Menjaga kesehatan pada akhirnya bukan hanya dilakukan ketika seseorang sudah sakit. Kesehatan dibangun melalui keputusan-keputusan kecil yang dilakukan setiap hari: memilih makanan yang lebih sehat, mengurangi konsumsi gula tambahan, bergerak lebih aktif, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta tidak mengabaikan tanda-tanda yang diberikan tubuh.
Dari kebiasaan sederhana itulah kualitas hidup dibentuk. Dan dari kesadaran setiap individu, kesehatan masyarakat dapat diperkuat.
Penulis: Narmodo
Editor: Maming Halima





