PEKANBARU – BELA RAKYAT – Hari Jadi Provinsi Riau ke-69 yang diperingati pada 9 Agustus 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.
Provinsi Riau yang resmi berdiri pada 9 Agustus 1957 kini memasuki usia 69 tahun. Peringatan tahun ini mengusung tema “Bersatu Dalam Keragaman, Maju Dalam Pembangunan.”
Tema tersebut dinilai relevan dengan karakter masyarakat Riau yang hidup dalam keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial. Persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) Riau II, Hj. Siti Aisyah, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar momentum Hari Jadi Riau ke-69 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat.
“Selamat Hari Jadi Provinsi Riau ke-69. Keberagaman suku, budaya, dan agama di Riau adalah kekayaan terbesar kita. Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, kita optimis Riau akan terus maju, sejahtera, dan menjadi pilar penting pembangunan nasional,” ujar Hj. Siti Aisyah seperti dikutip di Instagram pribadinya.
Menurut Siti, keberagaman yang dimiliki Riau harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama. Perbedaan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bergandengan tangan membangun daerah.
Hj. Siti Aisyah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau II di tingkat nasional. Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, penguatan ekonomi rakyat, hingga pelestarian budaya Melayu.
Dorong Pemerataan Pembangunan
Memasuki usia 69 tahun, Riau dinilai telah mengalami perkembangan yang signifikan. Provinsi yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam tersebut terus tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di Pulau Sumatra.
Namun, pembangunan ke depan masih membutuhkan kerja bersama agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.
Salah satu hal yang perlu terus diperkuat adalah konektivitas dan infrastruktur antardaerah. Pembangunan infrastruktur yang merata dinilai penting untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pusat ekonomi, serta berbagai pelayanan publik.
Selain infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan juga menjadi agenda penting. Pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, serta optimalisasi potensi ekonomi lokal diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, kekayaan budaya Riau juga perlu mendapatkan perhatian. Nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi salah satu identitas penting daerah harus terus dilestarikan sekaligus diwariskan kepada generasi muda.
Persatuan Jadi Modal Pembangunan
Hj. Siti Aisyah menilai pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan anggaran dan infrastruktur, tetapi juga modal sosial berupa persatuan dan kerukunan masyarakat.
Karena itu, semangat “Bersatu Dalam Keragaman, Maju Dalam Pembangunan” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan peringatan Hari Jadi Riau.
Semangat tersebut harus diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPR, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.
Dengan persatuan yang kuat, Riau diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita jadikan Hari Jadi Riau ke-69 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, dan bersama-sama mendorong Riau semakin maju, sejahtera, dan bermartabat,” demikian pesan Hj. Siti Aisyah.






