Said Aldi Bersama BMK 57 Perkuat Kaderisasi Anak Muda Menuju Indonesia Emas 2045

JAWA TENGAH – BELA RAKYAT –  Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus, bertemu dengan jajaran Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 57) di Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas penguatan kaderisasi generasi muda, sekaligus merumuskan strategi agar anak muda semakin aktif mengambil peran dalam kehidupan politik dan pembangunan nasional.

Bacaan Lainnya

Agenda itu berlangsung setelah Musyawarah Besar (Mubes) BMK 57 yang menetapkan Rizki Maulana sebagai Ketua Umum BMK 57, menggantikan Kemas Ilham Akbar yang sebelumnya memimpin organisasi tersebut.

Said Aldi menilai, penguatan organisasi kepemudaan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, konsolidasi generasi muda harus dilakukan dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, H. Bahlil Lahadalia, yang menjadikan 2026 sebagai tahun konsolidasi partai dalam rangka memperkuat kesiapan menghadapi agenda besar Indonesia menuju 2045.

Dalam pertemuan tersebut, Said Aldi turut menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat disrupsi digital. Arus informasi yang begitu cepat, menurutnya, tidak hanya mengubah pola komunikasi masyarakat, tetapi juga memengaruhi cara generasi muda memahami isu kebangsaan dan politik.

“Perubahan pola komunikasi dan arus informasi digital yang begitu cepat membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks. Karena itu, BMK 57 bersama OKP Karya Kekaryaan harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan serta pendidikan politik kepada generasi muda,” ujar Said Aldi Al Idrus dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2026).

Said Aldi mengatakan, karakter generasi muda saat ini juga mengalami perubahan. Banyak anak muda lebih tertarik bergabung dalam organisasi yang berbasis hobi, profesi, komunitas, maupun kegiatan sosial dibandingkan organisasi politik yang menggunakan pola pendekatan konvensional.

Karena itu, ia mendorong adanya transformasi dalam pola rekrutmen dan kaderisasi anak muda.

Menurutnya, organisasi kepemudaan dan politik harus mampu hadir di ruang yang menjadi tempat generasi muda berinteraksi, termasuk media sosial dan berbagai platform digital.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghadirkan konten politik yang kreatif, ringan, edukatif, serta mudah dipahami. Dengan pendekatan tersebut, isu politik dan kebangsaan diharapkan tidak lagi terasa jauh dari kehidupan sehari-hari anak muda.

Selain itu, ruang ekspresi bagi generasi Z dan milenial juga perlu diperluas. Anak muda harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, berkreasi, sekaligus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan.

“Pola interaksi kader dengan anak muda juga harus berubah. Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang terlalu formal dan kaku. Harus lebih fleksibel, komunikatif, serta berbasis engagement,” kata Said.

Ia menegaskan, kaderisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan formal organisasi. Proses tersebut harus mampu membangun kedekatan, memberikan ruang aktualisasi, serta menjawab kebutuhan dan karakter generasi muda saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Aldi di hadapan ratusan pengurus BMK 57 dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Said Aldi didampingi sejumlah tokoh dan jajaran BMK 57, di antaranya Kemas Ilham Akbar, Ubaidillah, Sedek Bahta, Ziko Odang, Rizki Maulana, Omar Syarif, Liana Piliang, dan Nuansa Rambe.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antarorganisasi kepemudaan di lingkungan kekaryaan, sekaligus membangun pola kaderisasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan kaderisasi yang kuat dan pendekatan yang semakin dekat dengan karakter anak muda, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi objek dalam politik, tetapi mampu tampil sebagai kekuatan utama dalam menentukan arah pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *