JAKARTA – BELA RAKYAT – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang maju, mandiri, dan memiliki daya saing global.
Komitmen tersebut tercermin dalam langkah bersejarah Presiden Prabowo Subianto yang untuk pertama kalinya mengundang sekitar 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional ke Istana Kepresidenan untuk memamerkan sekaligus mempresentasikan berbagai hasil riset strategis karya anak bangsa.
Hal tersebut disampaikan Meutya Hafid melalui akun Instagram pribadinya, usai mendampingi Presiden Prabowo dalam kegiatan yang dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem riset nasional.
Menurut Meutya, kehadiran para periset di Istana bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan negara terhadap ilmu pengetahuan sekaligus sinyal kuat bahwa hasil penelitian harus menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.
Riset Anak Bangsa Mendapat Panggung di Istana
Meutya menjelaskan, berbagai inovasi yang dipamerkan merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu menghasilkan teknologi dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Ia menilai, pemerintah ingin memastikan bahwa hasil riset tidak berhenti menjadi laporan ilmiah atau hanya tersimpan di laboratorium, tetapi mampu menjadi produk nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
“Riset dan inovasi adalah fondasi penting untuk membangun Indonesia yang maju dan berdaya saing. Karena itu, untuk pertama kalinya Presiden Prabowo mengundang 150 periset BRIN dari seluruh Indonesia ke Istana Kepresidenan untuk memamerkan sekaligus memaparkan hasil riset strategis karya anak bangsa,” tulis Meutya dalam unggahan Instagramnya.
Menkomdigi mengatakan dirinya turut mendampingi Presiden sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem riset yang semakin kokoh.
Komitmen Pemerintah Perkuat Ekosistem Sains dan Teknologi
Meutya menegaskan bahwa pembangunan nasional di era digital membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan riset tidak dapat dipisahkan dari agenda transformasi digital nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
“Menkomdigi Meutya Hafid turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta pemanfaatan sains dan teknologi dalam mendukung transformasi nasional,” tulisnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri menjadi faktor penting agar inovasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Hilirisasi Riset Menjadi Kunci
Dalam unggahannya, Meutya juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil penelitian.
Bagi Meutya, karya para peneliti Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan nasional apabila didukung kebijakan yang tepat serta kolaborasi yang kuat.
“Berbagai produk yang ditampilkan bukan sekadar hasil penelitian, melainkan cerminan kemampuan Indonesia dalam membangun kemandirian teknologi nasional,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak hasil penelitian yang dapat dikembangkan menjadi inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, hingga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Hasil riset perlu terus didorong agar tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dihilirisasi menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” lanjut Meutya.
Presiden Prabowo: Bangsa Maju Harus Kuasai Sains dan Teknologi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pernyataan tersebut kemudian turut dikutip Meutya Hafid melalui akun Instagram pribadinya sebagai pesan penting bagi pembangunan Indonesia ke depan.
“Pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, sejarah menunjukkan negara-negara yang berhasil menguasai ilmu pengetahuan selalu mampu melompat menjadi bangsa maju.
“Bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat,” kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa lahirnya berbagai inovasi dan penemuan besar selalu berawal dari pendidikan yang berkualitas.
“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan penemuan-penemuan, itu dasarnya pendidikan,” ujarnya.
Karena itu, Presiden menegaskan pemerintah akan memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang bangsa.
“Dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” tegas Presiden Prabowo.
Menuju Indonesia Emas 2045
Meutya Hafid menilai langkah Presiden mengundang para peneliti ke Istana merupakan simbol bahwa riset kini ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan komunitas ilmiah terus diperkuat sehingga berbagai hasil penelitian mampu menjadi inovasi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan kebijakan yang berpihak pada riset, penguatan pendidikan, serta percepatan hilirisasi teknologi, Indonesia diharapkan mampu membangun kemandirian di berbagai sektor strategis sekaligus mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.






