Habib Aboe Minta Polres Batola Perkuat Keamanan, Ketahanan Pangan, dan Pelayanan Publik

MARABAHAN – Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, melakukan kunjungan kerja masa reses ke Polres Barito Kuala (Batola). Dalam kesempatan tersebut, Habib Aboe memberikan sejumlah arahan strategis kepada jajaran Polres Batola dan seluruh Kapolsek agar semakin adaptif dalam menjawab tantangan keamanan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Habib Aboe menegaskan bahwa wilayah Barito Kuala memiliki karakter yang sangat beragam sehingga pola pengamanan tidak dapat diseragamkan. Oleh karena itu, strategi kepolisian harus disesuaikan dengan kondisi geografis, sosial, dan potensi kerawanan di setiap kecamatan.

“Barito Kuala memiliki karakteristik wilayah yang beragam. Karena itu saya meminta jajaran Polres Batola untuk menerapkan strategi keamanan yang berbasis karakter wilayah sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Habib Aboe.

Untuk wilayah penyangga dan lintas provinsi yang meliputi Polsek Alalak, Anjir Muara, Anjir Pasar, dan Mandastana, Habib Aboe meminta agar kepolisian meningkatkan langkah-langkah preventif terhadap kejahatan jalanan.

“Wilayah ini merupakan kawasan padat penduduk, urban, sekaligus menjadi gerbang jalur Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Saya meminta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan atau KRYD terus digencarkan. Patroli dialogis dan strong point pada jam-jam rawan harus semakin dioptimalkan untuk mengantisipasi street crime maupun gangguan kamtibmas lainnya,” katanya.

Selain aspek keamanan, Habib Aboe juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

“Transparansi pelayanan publik harus terus ditingkatkan. Sosialisasikan secara masif kanal pengaduan masyarakat, termasuk Dumas Propam. Jangan sampai ada hambatan komunikasi antara masyarakat dengan aparat kepolisian di lapangan. Kepercayaan publik dibangun melalui pelayanan yang cepat, terbuka, dan profesional,” tegasnya.

Sementara itu, kepada jajaran Polsek Marabahan, Bakumpai, dan Cerbon yang berada di kawasan pusat pemerintahan serta jalur sungai, Habib Aboe meminta agar sinergi lintas sektor terus diperkuat.

“Wilayah ini merupakan pusat aktivitas pemerintahan, etalase pelayanan kepolisian, sekaligus memiliki potensi wisata budaya dan kegiatan keagamaan. Karena itu deteksi dini harus diperkuat melalui sinergi tiga pilar antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Setiap agenda masyarakat harus diamankan dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas,” ujarnya.

Ia juga meminta program-program pendekatan kepada masyarakat seperti Jumat Curhat maupun Minggu Kasih terus dioptimalkan.

“Program-program dialog bersama masyarakat harus terus dijalankan sebagai ruang komunikasi yang efektif untuk menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat toleransi di tingkat akar rumput,” tambahnya.

Habib Aboe juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah ketahanan pangan, pesisir, dan daerah rawan bencana yang meliputi Polsek Tamban, Barambai, Wanaraya, Mekarsari, Tabukan, Kuripan, Tabunganen, Jejangkit, Belawang, dan Rantau Badauh.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi salah satu sentra pertanian nasional sekaligus memiliki potensi kerawanan bencana.

“Saya meminta para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas menjadi motor penggerak ketahanan pangan di desa-desa. Dampingi kelompok tani, bantu menciptakan rasa aman bagi petani, dan awasi distribusi pupuk subsidi agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat,” ujar Habib Aboe.

Di sisi lain, ia juga meminta jajaran kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan.

“Wilayah Barito Kuala memiliki kawasan gambut yang cukup luas dan juga wilayah perairan yang menjadi jalur transportasi masyarakat. Karena itu saya meminta pemetaan daerah rawan karhutla terus diperbarui, patroli perairan dilakukan secara berkala, dan seluruh sarana penanggulangan bencana disiapkan sejak dini. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi,” jelasnya.

Di akhir kunjungannya, Habib Aboe berharap Polres Barito Kuala terus meningkatkan profesionalisme, pelayanan, dan kedekatan dengan masyarakat.

“Polri yang dicintai masyarakat adalah Polri yang hadir memberikan rasa aman, melayani dengan sepenuh hati, serta mampu menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan, mendukung ketahanan pangan, dan memperkuat pembangunan daerah. Saya yakin Polres Batola mampu menjalankan amanah tersebut dengan baik,” pungkas Habib Aboe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *