JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota DPR RI sekaligus tokoh nasional, menyampaikan ucapan selamat dan harapan mendalam pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Korps PII Wati yang ke-62 tahun 2026 ini. Ia mendorong agar momentum bersejarah ini menjadi pijakan bagi organisasi untuk memperluas daya dobraknya, terutama di sektor kebijakan publik.
“Saya mengucapkan selamat Hari Lahir ke-62 untuk Korps PII Wati. Enam dekade lebih bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti ketangguhan sebuah organisasi dalam melahirkan muslimah-muslimah hebat di Indonesia,” ujar Habib Aboe Bakar Alhabsyi aktivis PII Menteng di tahun delapan puluhan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Ia menegaskan pentingnya konsistensi kader putri dalam mengawal agenda kebangsaan. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut respons yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai dasar organisasi.
“Saya berharap PII Wati selalu memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa. Jangan pernah lelah untuk selalu konsisten dalam perannya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Bangsa ini membutuhkan pikiran segar dan kerja nyata dari kaum perempuan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, legislator senior ini menyoroti masih minimnya keterwakilan perempuan di ruang-ruang strategis penentu kebijakan. Ia secara khusus mengajak para alumni PII Wati yang tersebar di berbagai daerah untuk tidak ragu terjun ke panggung politik praktis.
“Saya mengajak seluruh alumni PII Wati untuk berperan aktif di dunia politik. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk mewarnai dunia politik tanah air dengan nilai-nilai integritas, moralitas, dan keberpihakan pada rakyat yang selama ini ditempa di organisasi,” tegas Habib Aboe Bakar.
Ia juga mengingatkan bahwa regulasi saat ini sudah memberikan karpet merah yang sangat luas bagi keterwakilan perempuan melalui sistem kuota khusus yang wajib dipenuhi oleh setiap partai politik.
“Adanya afirmasi politik 30 persen perempuan harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh alumni PII Wati. Ini adalah peluang emas yang tidak boleh disia-siakan. Masuklah ke parlemen, masuklah ke pemerintahan, dan warnai regulasi kita agar lebih ramah terhadap perempuan, anak, dan masa depan pendidikan bangsa,” pungkas mantan Sekjend PKS tersebut.






