JAKARTA – BELA RAKYAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi mustahik sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan umat. Komitmen tersebut disampaikan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam sesi bertajuk “Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Mustahik dan Pemerataan Kesejahteraan Umat” pada Sabtu (25/7/2026).
Menurut Sodik, zakat memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BAZNAS tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana zakat, tetapi juga memastikan pendistribusian dan pendayagunaannya mampu memberikan dampak nyata melalui berbagai program pemberdayaan.
“BAZNAS mendukung program kesejahteraan rakyat,” ujar Sodik.
Ia menjelaskan, BAZNAS saat ini menjalankan 13 program unggulan yang mencakup berbagai sektor. Di bidang ekonomi, program-program seperti ZMart, ZChicken, Z-Auto, Santripreneur, Zakat Community Development (ZCD), Lumbung Pangan, Balai Ternak, hingga layanan microfinance dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha serta mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.
Sementara itu, pada sektor pendidikan dan kesehatan, BAZNAS menghadirkan Beasiswa Cendekia BAZNAS, Rumah Sehat BAZNAS, serta berbagai layanan kesehatan sebagai bentuk pendistribusian zakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain memperkuat program pemberdayaan, Sodik juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan regulasi dalam membangun ekosistem zakat nasional yang lebih kuat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, lembaga amil zakat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting agar pengelolaan zakat semakin optimal.
“Dengan berkolaborasi diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat zakat sekaligus mendukung berbagai program kesejahteraan umat,” katanya.
Melalui forum KUII ke-8, BAZNAS berharap penguatan kolaborasi lintas sektor dapat semakin meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.






