JAKARTA: BELA RAKYAT – Pemerintah terus memperluas pasar ekspor nasional dengan menggarap potensi perdagangan di kawasan Asia Tengah. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk memperkuat penetrasi produk Indonesia ke negara-negara di kawasan tersebut.
Langkah itu dibahas dalam pertemuan yang digelar di Jakarta pada Kamis (2/7), sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja Wamendag ke Uzbekistan beberapa waktu lalu. Pertemuan difokuskan pada strategi memperluas akses pasar ekspor, memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, serta mempersiapkan penyelenggaraan Seminar Women in Trade di Uzbekistan.
Dalam kesempatan tersebut, Dyah Roro Esti menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha merupakan faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
“Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam membuka peluang pasar baru sekaligus meningkatkan nilai ekspor Indonesia, khususnya ke kawasan Asia Tengah yang memiliki potensi besar,” ujar Dyah Roro Esti.
Menurutnya, kawasan Asia Tengah merupakan pasar yang terus berkembang dan menawarkan peluang bagi berbagai komoditas unggulan Indonesia, mulai dari produk makanan dan minuman, fesyen, furnitur, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain memperkuat hubungan dagang, pemerintah juga mendorong peningkatan peran pelaku usaha perempuan melalui penyelenggaraan Seminar Women in Trade di Uzbekistan. Forum tersebut diharapkan menjadi sarana memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka akses pasar baru bagi pengusaha Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi dunia usaha, antara lain Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, Sekretaris Umum BPD HIPMI Bali Ode, dan Ketua Bidang Perdagangan BPD HIPMI Bali Ari Danangga.
Dari IWAPI hadir Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang Hubungan Internasional Ira Sofwan serta Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang Kesehatan Maika Nurhayati.
Sementara dari Kadin Indonesia hadir Ketua Komite Bilateral Asia Tengah Jay Alatas dan Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Raden Tedy. Wamendag juga didampingi Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Bayu Nugroho.
Pelibatan berbagai organisasi usaha tersebut diharapkan mampu mempercepat ekspansi produk Indonesia ke pasar nontradisional yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Kementerian Perdagangan menilai diversifikasi pasar ekspor menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar utama sekaligus meningkatkan ketahanan perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Melalui kerja sama yang semakin erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi bisnis, Indonesia diharapkan mampu memperluas pangsa pasar ekspor di kawasan Asia Tengah serta meningkatkan kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.





