JAKARTA – BELA RAKYAT – Polemik yang terjadi di tubuh Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) terus menjadi perhatian. Ketua Bidang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) DPP Partai Golkar, Fahd El Fouz A Rafiq, menegaskan bahwa pemberhentian Robi Anugrah Marpaung dari jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP AMPI tidak memiliki dasar yang sah karena dinilai bertentangan dengan aturan organisasi.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/7/2026), Fahd menyampaikan bahwa DPP Partai Golkar telah melakukan pencermatan terhadap dinamika internal AMPI, termasuk pelaksanaan Rapat Pleno IX yang menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan prosedural dan pelanggaran terhadap mekanisme organisasi yang berlaku. Ia menilai proses pemberhentian tersebut tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar maupun peraturan organisasi yang menjadi pedoman bagi seluruh organisasi sayap partai.
“Proses yang tidak sesuai dengan mekanisme organisasi berpotensi menyebabkan keputusan yang dihasilkan menjadi cacat secara organisasi. Karena itu, pemberhentian Sekjen DPP AMPI tidak dapat dinyatakan sah,” ujar Fahd.
Fahd menegaskan bahwa AMPI merupakan organisasi yang berada di bawah naungan Partai Golkar sehingga seluruh kebijakan strategis harus mengacu pada konstitusi partai. Ia mengingatkan pentingnya menjaga prinsip kolektif-kolegial dan menghormati setiap tahapan organisasi dalam mengambil keputusan.
Atas dasar tersebut, Fahd berpandangan bahwa hingga saat ini Robi Anugrah Marpaung masih memiliki kedudukan sebagai Sekretaris Jenderal DPP AMPI secara konstitusional.
Lebih lanjut, DPP Partai Golkar meminta seluruh jajaran pengurus DPP AMPI untuk mengedepankan persatuan dan menghentikan berbagai tindakan sepihak yang berpotensi memperkeruh situasi internal organisasi.
Ia juga mengajak seluruh kader AMPI untuk kembali menjadikan AD/ART sebagai pedoman utama dalam menyelesaikan setiap persoalan organisasi sehingga soliditas dan marwah AMPI tetap terjaga.
Menurut Fahd, tata kelola organisasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas internal, terlebih menjelang berbagai agenda politik dan konsolidasi Partai Golkar ke depan. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap aturan organisasi demi menjaga kehormatan AMPI sebagai organisasi kepemudaan yang menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar.


