BULUKUMBA – Ketua Umum FKPB (Forum Komunikasi Pengusaha Bulukumba), Syafruddin Mualla, menegaskan komitmennya menjadikan FKPB sebagai rumah besar para pengusaha Bulukumba sekaligus gerakan ekonomi daerah yang berfokus pada penguatan investasi, hilirisasi, dan pengembangan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Menurut Syafruddin, Bulukumba memiliki potensi besar di berbagai sektor unggulan, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga sektor maritim. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara lebih produktif agar mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah.
“Bulukumba tidak boleh hanya menjadi daerah konsumen atau penjual bahan baku. Kita harus menjadi daerah produsen yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing,” ujar Syafruddin.
Ia menjelaskan, FKPB hadir bukan sekadar sebagai organisasi pengusaha, melainkan wadah kolaborasi yang mempertemukan pengusaha, investor, pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan ekonomi Bulukumba.
Menurutnya, FKPB memiliki identitas yang kuat karena merupakan organisasi pengusaha yang lahir, tumbuh, dan berpusat di Bulukumba. Karena itu, FKPB hadir untuk menjadi rumah besar para pelaku usaha daerah, tempat membangun jaringan, memperkuat kolaborasi, membuka peluang investasi, dan menciptakan kemajuan ekonomi bersama.
“FKPB ingin menjadi rumah besar pengusaha Bulukumba. Tempat berkumpulnya pelaku usaha lintas sektor untuk saling mendukung, berkolaborasi, dan bersama-sama membangun daerah yang lebih maju,” katanya.
Sebagai langkah konkret, FKPB akan mendorong pengembangan investasi pada sejumlah sektor prioritas, antara lain perumahan dan kawasan komersial, industri pengolahan kelapa terpadu, industri rumput laut terpadu, Pabrik Beras Terpadu (Rice Milling Unit/RMU), peternakan sapi dan kambing terintegrasi, industri perunggasan, industri pakan ternak, industri perikanan dan cold storage, industri material konstruksi, hotel dan sektor hospitality, serta pengembangan BELMAR PARK (Bulukumba Energy, Logistics & Maritime Park) sebagai pusat energi, logistik, dan industri maritim Indonesia Timur.
Syafruddin yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan menegaskan bahwa FKPB siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam mendukung peningkatan investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor industri, serta peningkatan daya saing ekonomi daerah.
“FKPB hadir untuk mendukung agenda pembangunan daerah. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan investasi yang berkualitas, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan FKPB tidak diukur dari banyaknya kegiatan organisasi, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan FKPB diukur dari lahirnya investasi baru, tumbuhnya usaha anggota, bertambahnya lapangan kerja, berkembangnya industri daerah, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan kemitraan, FKPB menargetkan Bulukumba menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.
“Sudah saatnya Bulukumba tidak hanya menjual potensi. Kita harus mampu mengolah, mengembangkan, dan menciptakan nilai tambah dari setiap sumber daya yang kita miliki. Itulah semangat yang ingin diperjuangkan FKPB,” tutup Syafruddin.
FKPB mengusung tagline “Pusat Kolaborasi Bisnis, Investasi, dan Industrialisasi Daerah” sebagai wujud komitmen untuk memperkuat dunia usaha, menarik investasi produktif, mendorong hilirisasi sumber daya lokal, dan mempercepat pembangunan ekonomi Bulukumba yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.






