TANAH GROGOT: BELA RAKYAT – Anggota Majelis Permusyaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hj. Sarifah Suraidah Harum mengingatkan kembali arti penting melestarikan nilai-nilai budaya bangsa yang menjadi jati diri Bangsa Indonesia bagi generasi muda saat ini. Salah satunya adalah semangat gotong royong (goro) harus ditumbuhkan di masyarakat kita.
Demikian harapan ini disampaikan saat mengikuti gelaran kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI bersama sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (22/6).
“Nilai-nilai budaya bangsa yang menjadi jati diri Bangsa Indonesia harus kita lestarikan dan kita tumbuhkan di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda saat ini. Semangat gotong royong harus kita jadikan pondasi membangun persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” papar Sarifah Suraidah Harum di depan ratusan peserta Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung PKK, Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Bunda Harum –demikian sapaan akrab Sarifah Suraidah, menambahkan bahwa di tengah masyarakat yang plural saat ini semangat gotong royong masih menjadi sangat penting dalam rangka membangun masyarakat yang adil dan makmur. Beragamnya latar belakang masyarakat diharapkan menjadi modal dasar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Masyarakat kita yang plural, beragam suku bangsa namun harus tetap bersatu dalam membangun bangsa agar terwujud kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Gotong royong adalah kuncinya,” imbuhnya.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Timur ini mengatakan, melalui sarana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Tanah Grogot ini, diharapkan agar masyarakat bisa mengimplimentasikan seluruh nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari hari terkait dengan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
“MPR RI sebagai Lembaga Tinggi Negara yang menyelenggarakan Kegiatan Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan ini sangat mengharapkan apa yang telah kita diskusikan bersama hari ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari karena dengan bebasnya informasi saat ini, kita perlu melindungi generasi muda kita dari gangguan apapun yang bisa memecah belah bangsa ini,” tutup Bunda Harum.//






