JAKARTA – Ketua Yayasan Darul Hikam sekaligus Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan refleksi spiritual mendalam tentang makna pengorbanan, ketulusan, dan kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.
Dalam renungannya menyambut Idul Adha, Sodik menekankan bahwa ibadah qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan sarana untuk mengukur sejauh mana kualitas keimanan, keikhlasan, dan ketakwaan manusia dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Menurut Sodik, kisah agung Nabi Ibrahim AS dan keluarganya merupakan pelajaran abadi tentang kepatuhan total kepada kehendak Ilahi. Nabi Ibrahim diuji untuk mengorbankan putra yang sangat dicintainya, Nabi Ismail AS menunjukkan ketundukan luar biasa kepada perintah Allah, sementara Siti Hajar menampilkan ketabahan, kesabaran, dan tawakkal yang menjadi teladan sepanjang zaman.
“Idul Adha mengajarkan kepada kita untuk mengukur diri. Apakah kita sudah memiliki kepatuhan, keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan seperti Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar ketika Allah meminta mereka berkorban di jalan-Nya,” ujar Sodik dalam refleksinya.
Alumni HMI dan PII ini menjelaskan, pengorbanan dalam kehidupan modern tidak selalu berbentuk penyembelihan hewan qurban semata. Lebih dari itu, pengorbanan juga hadir dalam bentuk kesediaan melepaskan kepentingan pribadi demi kemaslahatan umat dan perjuangan di jalan Allah.
Menurut Sodik, manusia sering kali sangat mencintai berbagai hal duniawi, mulai dari anak dan keluarga, harta kekayaan, tabungan, emas, jabatan, bisnis, hingga rumah dan tanah yang dimiliki. Semua itu, kata dia, dapat menjadi ujian sejauh mana seseorang mampu menempatkan cinta kepada Allah di atas segala-galanya.
“Berqurban berarti kesiapan mengorbankan apa yang paling kita cintai demi nilai-nilai kebaikan, kemanusiaan, dan perjuangan di jalan Allah. Di situlah letak makna sejati Idul Adha,” katanya.
Ia menambahkan, perjalanan spiritual menuju derajat ketakwaan memang bukan perkara mudah. Namun, Idul Adha harus menjadi pengingat agar umat Islam terus berusaha mendekatkan diri kepada sifat-sifat mulia yang dimiliki para nabi dan orang-orang saleh.
Sodik mengakui bahwa manusia biasa mungkin tidak akan mampu menyamai tingkat kesalehan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, maupun Nabi Muhammad SAW. Namun demikian, setiap Muslim harus memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
“Sudah puluhan kali kita menjalani Idul Qurban. Semoga setiap tahun kita semakin mendekat kepada nilai-nilai keikhlasan, ketakwaan, dan kesalehan yang dicontohkan para nabi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sodik menilai bahwa masyarakat modern saat ini menghadapi tantangan besar berupa kecenderungan materialisme dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Karena itu, semangat Idul Adha menjadi sangat relevan untuk mengingatkan manusia agar tidak diperbudak oleh harta, kekuasaan, maupun ambisi pribadi.
Ia juga menegaskan bahwa pengorbanan sejati tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah SWT. Dalam ajaran Islam, setiap bentuk keikhlasan dan pengorbanan yang dilakukan demi kebaikan umat akan menghadirkan keberkahan, kedamaian hati, serta kemuliaan hidup di dunia dan akhirat.
“Dengan kesalehan dan ketakwaan seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Nabi Muhammad SAW, manusia akan meraih kemuliaan sebagai hamba yang dicintai Allah SWT. Itulah kebahagiaan sejati, lahir dan batin, dunia dan akhirat,” ujarnya.
Di akhir pesannya, Sodik mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Idul Adha bukan hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, dan pengabdian kepada kemanusiaan.
Menurutnya, semangat qurban harus mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih dermawan, lebih peduli kepada kaum dhuafa, serta lebih siap berjuang demi kemajuan umat dan bangsa.
“Semoga Idul Adha tahun ini menghadirkan kesadaran baru dalam diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih ikhlas, lebih bertakwa, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.






