Sikap Humanis Polda Metro Jaya Saat Aksi Mahasiswa Dinilai Wujud Komitmen Polri Jaga Demokrasi

Jakarta – Analis kebijakan publik dan sosial-politik, Nasky Putra Tandjung, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri atas pendekatan humanis dalam mengawal, melayani, dan pengamanan aksi demonstrasi dari berbagai elemen mahasiswa yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) berlangsung relatif aman, kondusif dan tertib.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami mengapresiasi pola pengawalan dan pengamanan kepolisian terkhususnya jajaran Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Kapolda Metro, Komjen Pol Asep Edi Suheri dalam melayani aksi unjuk rasa berbagai elemen mahasiswa di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026) yang relatif berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Apresiasi tinggi layak diberikan kepada jajaran Polda Metro Jaya atas penerapan pendekatan humanis, persuasif, dan tanpa senjata api dalam mengawal berbagai aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta. Langkah ini berhasil memastikan penyampaian aspirasi publik berjalan aman, damai, serta tertib.

“Menurut Nasky, Pendekatan persuasif yang humanif dan tidak represif Polda Metro Jaya dinilai menjadi langkah maju Polri dalam menjaga ruang-ruang demokrasi serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berpendapat. Ini menunjukkan wajah Polri yang lebih humanis, profesional, dan menghormati hak mahasiswa sebagai warga negara yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, pada Sabtu (13/6/2026).

Fokus Pelayanan, Bukan Kekerasan

Selain itu, Nasky Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menilai pola pengamanan tanpa kekerasan ini harus dijadikan standar baku (role model) bagi seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Nasky Penulis buku Polri Presisi itu, keamanan dan ketertiban umum tetap bisa terjaga melalui pendekatan humanis dan dialogis, tanpa harus mengedepankan tindakan represif.

“Pendekatan humanis bukan hanya strategi pengamanan, tetapi wujud komitmen Polri dalam merawat nilai-nilai demokrasi serta menjunjung tinggi hak azasi manusia (HAM). Kami berharap konsistensi Polda Metro Jaya ini dapat memperkuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tegasnya.

Ia menambahkan, Langkah proaktif dan komunikatif ini menunjukkan komitmen aparat dalam merawat demokrasi, sekaligus meminimalisir potensi benturan antara mahasiswa dan petugas di lapangan.

“Disisi lain, Ia juga apresiasi pengaturan lalu lintas Secara situasional oleh Polda Metro Jaya dalam menyiagakan personel di berbagai titik rawan untuk mengurai kemacetan dan mengalihkan arus demi kenyamanan pengguna jalan lainnya,” sambung dia.

Disamping itu, Founder Nasky Milenial Center (NMC), menegaskan bahwa substansi perjuangan rekan-rekan mahasiswa tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pemerintah harus mendengar dan merespons berbagai tuntutan yang disampaikan berbagai elemen mahasiswa terkait kondisi ekonomi, kesejahteraan rakyat, serta berbagai kebijakan yang dinilai memberatkan kondisi masyarakat.

“Oleh sebab itu, Ia berharap tuntutan yang disuarakan oleh berbagai elemen mahasiswa yang unjuk rasa tersebut agar direspons dan ditindak lanjuti oleh pemerintah secara komprehensif.
Demokrasi tidak hanya soal memberikan ruang demonstrasi, tetapi juga tentang kesediaan pemerintah mendengarkan dan menindaklanjuti setiap aspirasi rakyat yang objektif dan kontruktif,” jelasnya.

Diakhir keterangannya, Ia mengajak semua pihak untuk konsisten menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional, menghindari aksi provokasi, serta berkomitmen menciptakan suasana aman dan kondusif. “Segala tindakan provokatif hanya merugikan masyarakat luas dan menciderai demokrasi itu sendiri,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri mengingatkan seluruh personel mengawal demonstrasi mahasiswa, dengan pendekatan humanis. Hal ini sebagai upaya mengedepankan pelayanan pada masyarakat.

“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Asep pada Jumat, 12 Juni 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *