JAKARTA – BELA RAKYAT – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan perhatian terhadap dinamika yang terjadi di tubuh Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Ia mengingatkan agar seluruh kader menghentikan konflik internal dan kembali fokus menjalankan fungsi organisasi sebagai wadah kaderisasi pemuda Partai Golkar.
Dalam arahannya, Bahlil menilai perselisihan yang terus berulang di internal organisasi hanya akan menghambat proses pembinaan kader serta mengurangi efektivitas kerja organisasi.
“Organisasi sayap seperti AMPI jangan terus-menerus diwarnai konflik. Yang dibutuhkan adalah kekompakan dan kerja nyata untuk membesarkan organisasi,” tegas Bahlil.
Ia juga menyoroti dinamika pergantian pengurus yang dinilai terlalu sering terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan organisasi yang sehat dan perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Bahlil mengaku tidak pernah mengalami situasi serupa ketika aktif sebagai kader AMPI. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memperkuat sistem kaderisasi agar organisasi mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang matang dan memiliki loyalitas terhadap Partai Golkar.
Menurutnya, soliditas merupakan modal utama dalam membangun organisasi. Tanpa persatuan, target organisasi akan sulit diwujudkan secara maksimal.
“Kalau internal tidak kompak, bagaimana organisasi bisa bergerak cepat mencapai tujuan? Yang diperlukan sekarang adalah memperkuat persatuan, bukan memperbesar perbedaan,” ujarnya.
Bahlil juga meminta seluruh kader AMPI menghindari perdebatan yang tidak memberikan manfaat bagi organisasi. Energi kader, kata dia, seharusnya diarahkan untuk memperkuat konsolidasi, meningkatkan kualitas kader, serta mendukung agenda perjuangan Partai Golkar di tengah masyarakat.
Ia berharap AMPI kembali menjadi organisasi kepemudaan yang mampu melahirkan kader-kader berkualitas dan menjadi kekuatan strategis bagi Partai Golkar dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.






