Pengamat Sepak Bola Habibie Mahabbah Usul Final Piala Dunia 2026 Tak Perlu Dimainkan: Spanyol dan Argentina Sama-sama Jadi Juara

JAKARTA – BELA RAKYAT Pengamat sepak bola sekaligus Sekretaris Jenderal DPP Pemuda LIRA Habibie Mahabbah, SIP, MM melontarkan usulan yang unik menjelang partai puncak Piala Dunia 2026.

Menurut Habibie, jika dua tim terbaik telah mencapai final, yakni Spanyol dan Argentina, maka keduanya layak dinobatkan sebagai juara bersama tanpa perlu memainkan laga final.

Bacaan Lainnya

Habibie bahkan berkelakar ingin mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat yang pernah berkomunikasi dengan Presiden FIFA jelang As vs Belgia. Ia mengaku ingin menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menyampaikan usul tersebut.

“Kalau saya punya nomor HP (Infantini) kesempatan menelepon Presiden FIFA, saya akan usulkan khusus edisi Piala Dunia 2026 ini final tidak usah dimainkan. Spanyol dan Argentina langsung saja dinobatkan sebagai juara dunia dan masing-masing mendapat trofi. Ini demi mengakhiri semua polemik yang terjadi sepanjang turnamen,” ujarnya sambil tersenyum.

“Ada satu lagi saya mau sampaikan, tali agak kesel saya ke Infantino, kenapa tidak ‘bela’ Italy biar lolos ke piala dunia. Katanya Messi Anak FIFA? Katanya FIFA bisa Intervensi tapu kenapa Itali tidak bisa dibantu jika itu benar? Asal negara Infantino kan Itali,” sambung Habibie agak kesel membahas sedikit ketidaklolosan Italia ke Piala Dunia 2026.

Kembali ke Piala Dunia 2026, edisi kali ini penuh dengan drama, kontroversi, serta berbagai perdebatan sejak fase grup hingga semifinal. Karena itu, hadirnya Spanyol dan Argentina di final menjadi bukti bahwa keduanya memang merupakan tim terbaik sepanjang turnamen.

“Sudah terlalu banyak kontroversi, termasuk berbagai spekulasi mengenai perjalanan Argentina menuju final. Daripada terus menjadi polemik, lebih baik kedua finalis sama-sama mendapat penghargaan sebagai tim terbaik dunia,” katanya.

Spanyol dan Argentina demgan Messi Punya Misi Bersejarah

Habibie menilai kedua negara memiliki alasan kuat untuk menjadi juara. Bagi Spanyol, gelar Piala Dunia akan melengkapi dominasi mereka setelah sukses di Eropa.

“Spanyol ingin mengawinkan trofi Piala Eropa dengan Piala Dunia seperti generasi emas Xavi Hernandez dan Andres Iniesta dahulu. Mereka bermain dengan organisasi permainan yang luar biasa, penguasaan bola yang indah, dan taktik yang sangat rapi,” jelasnya.

Sementara itu, Argentina membawa misi berbeda. Khususnya Messi, biar semua paham di dalam lapangan selama 90 menit La Pulga yang terbaik.

“Kalau Argentina juara lagi bersama Lionel Messi, maka perdebatan panjang mengenai siapa GOAT akan semakin mendekati akhir,” ungkapnya.

Messi GOAT di Dalam Lapangan, Ronaldo Hebat di Luar Lapangan

Habibie mengaku sebagai pengagum Lionel Messi sejak lama. Namun, ia juga memberikan penghormatan kepada Cristiano Ronaldo yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Menurut saya, GOAT sejati di dalam lapangan adalah Messi. Sementara Cristiano Ronaldo luar biasa di luar 90 menit. Etos kerja, disiplin, menjaga kondisi tubuh, profesionalismenya sangat layak diteladani siapa pun,” ujarnya.

“Tetapi ketika berbicara apa yang dilakukan selama pertandingan berlangsung, visi bermain, kreativitas, kepemimpinan, hingga kemampuan mengubah jalannya pertandingan, bagi saya Messi berada di level yang berbeda. Makanya jangan bandingkan Messi dengan Dodo, kasian Dodo ya, wong beda level,” terang Habibie.

Ia menambahkan bahwa semangat juang Messi juga tidak pernah boleh diragukan. Di usia 39 tahun, bisa mengubah jalan pertandingan tidaklah mudah.

Faktor “Ledakan Messi”

Habibie juga mengingatkan lawan Argentina agar tidak memancing emosi Messi. Di situ titik lemah lawan Messi, yang anggap La Pulga sudah selesai denhan usianya.

“Saya menyebutnya faktor ‘Ledakan Messi’. Jangan sengat Messi, jangan ganggu dia secara berlebihan. Biarkan dia berjalan atau berlari kecil. Karena ketika Messi terus diganggu, justru sering muncul reaksi yang berbahaya bagi lawannya.”

“Saya sudah puluhan tahun mengikuti Messi. Saya memahami emosinya di lapangan. Ketika dia merasa tertantang, sering kali justru muncul momen-momen magis yang menentukan pertandingan.”

Habibie: Sulit Memilih Pemenang!

Meski mengidolakan Messi, Habibie mengaku sulit menentukan siapa yang akan memenangkan final. Soanyol kah? Atau Messi kah?

“Kalau ditanya siapa juaranya, saya harus menjawab dengan sangat hati-hati,” ujar Habibie.

“Secara negara, saya mendukung Spanyol, selain Brasil dan Italia yang sayangnya tidak lolos. Tetapi secara pemain, saya selalu mendukung Messi karena saya pencinta Barcelona, selain AC Milan dan Liverpool,” ungkap Habibie.

Menurut Mantan Bendahara Umum PB HMI dan Wakil Sekjen DPP KNPI ini, dari sisi kolektivitas permainan, Spanyol memiliki keseimbangan tim yang lebih baik. Namun lagi-lagi, lanjutnya seberapa kuat mentalitas tim Matador.

“Kalau berbicara keseimbangan permainan, saya melihat Spanyol sedikit unggul. Mereka bermain dengan sistem yang matang, disiplin, dan taktik yang sangat apik.”

“Namun Argentina memiliki sesuatu yang tidak dimiliki tim lain, yaitu Lionel Messi. Kehadiran Messi selalu bisa mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen.”

Biarkan Bermain dengan Karakter Masing-masing

Habibie berharap partai final berlangsung menarik tanpa menghilangkan identitas kedua tim. Karena itu partai final menarik.

“Saya berharap Spanyol tetap bermain dengan tiki-taka modern dan Argentina tetap bermain dengan karakter mereka. Jangan mengubah gaya bermain hanya karena ini final. Penonton ingin menikmati sepak bola terbaik.”

Di akhir pernyataannya, Habibie tetap memberikan sedikit keberpihakan. Jika harus memilih?

“Kalau akhirnya saya dipaksa memilih antara Spanyol atau Messi, mungkin tahun ini saya kasih Messi lagi saja. Biar perdebatan soal GOAT selesai. Setelah era Messi berakhir, tidak ada lagi alasan untuk terus memperdebatkan siapa pemain terbaik sepanjang masa.”

“Namun apa pun hasilnya nanti, siapa pun yang menang di lapangan tetap pantas disebut juara. Final ini adalah panggung dua tim terbaik dunia,” tutup Habibie.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *