JAKARTA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO melalui Sekretaris Jenderal Badi Farman, mengecam keras pernyataan Amien Rais yang dinilai menyerang ranah pribadi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau Mayor Teddy.
Menurut Badi Farman, tuduhan yang dilontarkan Amien Rais terkait isu personal dan orientasi seksual bukan merupakan kritik yang sehat dalam negara demokrasi, melainkan bentuk fitnah yang keji dan tidak berdasar.
“PB HMI MPO menilai tuduhan yang disampaikan Amien Rais terhadap Mayor Teddy sudah melewati batas etika demokrasi. Kritik terhadap pemerintah harus berbasis data dan argumentasi bukan menyerang kehidupan pribadi seseorang dengan narasi yang belum terbukti kebenarannya,” ujar Badi Farman dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menegaskan bahwa penyebaran isu-isu personal tanpa bukti hanya akan memperkeruh ruang publik dan menciptakan polarisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, tuduhan tersebut juga dapat dikategorikan sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap pejabat negara.
“Ini bukan pendidikan politik yang baik. Jika seseorang memiliki kritik terhadap kebijakan pemerintah, sampaikan secara terbuka dan objektif. Jangan membangun opini dengan fitnah dan hoaks yang menyerang martabat pribadi,” tegasnya.
PB HMI MPO juga menilai bahwa narasi yang berkembang saat ini menunjukkan adanya upaya framing negatif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui serangan kepada orang-orang terdekatnya.
Badi Farman mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga akal sehat dan tidak mudah percaya terhadap narasi provokatif yang belum jelas sumber dan faktanya. Ruang demokrasi harus dijaga dengan adab, bukan dengan fitnah,” katanya.
PB HMI MPO menegaskan bahwa demokrasi Indonesia membutuhkan kritik yang konstruktif, intelektual, dan bermartabat, bukan serangan personal yang berpotensi merusak kualitas kehidupan publik dan persatuan bangsa.





