MERAUKE – BELA RAKYAT – Ketua Umum PD KAMMI Merauke Arham Maulana mengajak generasi muda menjadikan momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ruang refleksi sekaligus pijakan untuk memperkuat gerakan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Arham, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada perayaan seremonial. Peringatan kemerdekaan harus mampu membangkitkan kembali kepedulian generasi muda terhadap persoalan masyarakat dan masa depan bangsa.
“Selama anak muda masih memikirkan nasib bangsanya, selama itu juga bangsa ini akan baik-baik saja,” menjadi salah satu pesan Arham dalam diskusi tersebut.
Ia menilai berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat harus menjadi bahan refleksi bagi gerakan pemuda. Anak muda tidak cukup hanya mengikuti perkembangan isu, tetapi perlu membangun perspektif dan menentukan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan.
Dalam konteks Merauke, Arham menyoroti pendidikan sebagai salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, persoalan pendidikan tidak dapat dilihat hanya dari tersedia atau tidaknya sekolah.
Kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, tempat tinggal, serta kemampuan memenuhi kebutuhan dasar ikut menentukan keberlanjutan pendidikan seorang anak.
Kompleksitas tersebut membuat penyelesaian persoalan pendidikan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor.
Arham menilai organisasi kepemudaan dan elemen Cipayung Plus memiliki posisi penting untuk menyuarakan kondisi yang ditemukan di masyarakat. Namun ia mengakui organisasi mahasiswa memiliki keterbatasan sumber daya dan kewenangan apabila harus menyelesaikan seluruh persoalan tersebut secara langsung.
Karena itu, ia mendorong lahirnya gerakan kolektif dan berkelanjutan.
Menurut Arham, persoalan masyarakat membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, akademisi, komunitas, dan unsur masyarakat lainnya sesuai kapasitas masing-masing.
“Kita butuh gerakan kolektif untuk memikirkan gerakan ini agar kemudian berkelanjutan,” menjadi penekanannya dalam diskusi.
Bagi Arham, peran pemuda bukan hanya menyampaikan kritik. Pemuda juga perlu menjadi penghubung antara kenyataan yang dihadapi masyarakat dengan pihak-pihak yang mempunyai kapasitas dan kewenangan untuk menghadirkan penyelesaian.
Momentum kemerdekaan, menurutnya, harus melahirkan keberanian untuk bergerak, membangun kolaborasi dan menjaga keberpihakan terhadap masyarakat.
Di tengah perkembangan Merauke yang semakin mendapat perhatian dalam agenda pembangunan nasional, generasi muda diharapkan tidak menjadi penonton. Pemuda perlu hadir sebagai kekuatan sosial yang menjaga agar pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.






