SURABAYA – Pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian gelar. Bagi Dr. Sri Utami, S.Kep., Ns., M.Biomed., ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) justru menjadi bekal untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai alumni Program Studi Doktor Keperawatan Fakultas Keperawatan UNAIR, Dr. Sri Utami kini mengabdikan dirinya melalui Klinik Lintang. Klinik yang dikelolanya memberikan berbagai pelayanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan perempuan.
Beberapa layanan yang tersedia di Klinik Lintang antara lain pertolongan persalinan, pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), pemeriksaan kehamilan, serta pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker serviks.
Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan di klinik, Dr. Sri Utami juga aktif melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi serta pencegahan penyakit pada perempuan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan mengenai kanker serviks dan cara pencegahannya. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman perempuan mengenai faktor risiko, upaya pencegahan, serta pentingnya melakukan deteksi dini.
Dr. Sri Utami juga memberikan penyuluhan sekaligus pemeriksaan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melakukan pemeriksaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
Kepedulian terhadap kesehatan reproduksi juga diwujudkan melalui kegiatan edukasi mengenai kontrasepsi. Dr. Sri Utami memberikan penyuluhan tentang berbagai pilihan kontrasepsi, termasuk kontrasepsi nonhormonal, serta pelayanan pemasangan AKDR.
Selain kesehatan reproduksi, perhatian juga diberikan kepada ibu hamil. Edukasi mengenai kehamilan risiko tinggi dan langkah-langkah pencegahannya menjadi salah satu kegiatan pengabdian yang dilakukan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu perempuan dan keluarga mengenali kondisi kehamilan yang membutuhkan perhatian serta mendapatkan pelayanan kesehatan secara tepat.
Bagi Dr. Sri Utami, pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang saling melengkapi. Pengetahuan akademik yang diperoleh melalui pendidikan doktoral dapat diterapkan secara langsung dalam memberikan pelayanan sekaligus memperkuat edukasi kesehatan di tengah masyarakat.
Perjalanan Dr. Sri Utami menunjukkan bahwa, kiprah alumni Fakultas Keperawatan UNAIR tidak hanya terlihat melalui pencapaian akademik, tetapi juga melalui kontribusi nyata setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui Klinik Lintang dan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, ia terus membawa semangat keilmuan ke ruang pelayanan kesehatan dan masyarakat.
Kisah Dr. Sri Utami menjadi salah satu gambaran bagaimana alumni Fakultas Keperawatan UNAIR dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat melalui bidang yang digelutinya.
Pendidikan yang ditempuh menjadi pijakan untuk berkarya, sementara pengabdian menjadi cara untuk menghadirkan ilmu keperawatan secara lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. (ari)






