Hari Pertama Pendaftaran Pilkades Sukamekar, Satria Baitul Rahman Tegaskan Keseriusan Mengabdi

“Saya meminta doa dan dukungan dari orang tua, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Desa Sukamekar. Niat saya tulus untuk bersama-sama membangun Desa Sukamekar agar menjadi lebih baik, maju, dan sejahtera,” ujar Satria.

 

BEKASI | BELA RAKYAT — Pagi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi pada hari Minggu (26/7/2026), menjadi saksi dimulainya babak baru demokrasi di tingkat desa. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamekar, Satria Baitul Rahman menjadi salah satu pendaftar pertama yang hadir di Sekretariat Panitia Pilkades, sekitar pukul 09.00 WIB. Langkahnya datang di awal pembukaan bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah pesan bahwa keseriusan dalam kontestasi politik harus dimulai dengan keberanian untuk hadir dan mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Satria datang bersama kedua orang tuanya, istri tercinta, serta jajaran tim pemenangan. Turut mendampingi Ketua Tim Pemenangan Desa Sukamekar, Ade Alamsyah, S.AP., bersama para Ketua Tim Pemenangan dari Dusun I, Dusun II, dan Dusun III. Kehadiran mereka menjadi gambaran awal bahwa kontestasi Pilkades Sukamekar mulai bergerak sebagai bagian dari proses demokrasi desa yang menuntut partisipasi, kedewasaan politik, serta penghormatan terhadap hak masyarakat untuk menentukan pemimpinnya.

Proses penyerahan berkas pendaftaran berlangsung lancar dan diterima langsung oleh Panitia Pilkades Sukamekar. Berkas tersebut selanjutnya akan melalui tahapan verifikasi administrasi sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam kerangka negara hukum, setiap tahapan Pilkades harus dilaksanakan secara tertib, transparan, objektif, dan berkeadilan, sehingga seluruh calon memperoleh kesempatan yang setara serta masyarakat dapat menentukan pilihan secara bebas tanpa tekanan dan intimidasi.

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Satria menjelaskan alasan dirinya memilih mendaftar tepat pada hari pertama dan jam awal pembukaan. Baginya, keputusan tersebut merupakan bentuk nyata dari keseriusan sekaligus komitmen untuk mengikuti seluruh tahapan kontestasi secara sungguh-sungguh sejak awal.

“Langkah mendaftar di hari dan jam pertama ini adalah wujud keseriusan saya dalam mengikuti kontestasi Pilkades Sukamekar. Saya ingin menunjukkan komitmen penuh sejak awal proses ini dimulai,” ujar Satria kepada awak media BelaRakyat.com, Minggu (26/7/2026).

Menurut Satria, keikutsertaannya dalam Pilkades Sukamekar tidak semata-mata didorong oleh ambisi untuk memperoleh jabatan. Lebih dari itu, ia menyebut pencalonannya sebagai ikhtiar untuk mengabdikan diri dan mengambil bagian dalam pembangunan desa. Ia menyadari bahwa jabatan kepala desa bukanlah sekadar posisi kekuasaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara. Karena itu, proses demokrasi harus dijalani dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi aturan, serta tetap menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan. Imbuhnya.

“Saya meminta doa dan dukungan dari orang tua, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Desa Sukamekar. Niat saya tulus untuk bersama-sama membangun Desa Sukamekar agar menjadi lebih baik, maju, dan sejahtera,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa politik desa semestinya tidak berhenti pada perebutan suara, tetapi harus berujung pada gagasan dan kerja nyata. Sebab, setelah proses pemilihan selesai, seluruh elemen masyarakat akan kembali berada dalam satu rumah besar bernama Desa Sukamekar.

Satria juga berharap seluruh rangkaian tahapan Pilkades dapat berlangsung aman, damai, tertib, dan kondusif. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi, namun tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi dan persaudaraan antarwarga.

“Saya berharap seluruh proses Pilkades Sukamekar dapat berjalan dengan aman, damai, tertib, dan lancar. Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Yang terpenting, kita semua tetap menjaga persatuan dan persaudaraan demi kebaikan Desa Sukamekar.” Pungkas Satria Baitul Rahman.

Dengan resmi mendaftarnya Satria Baitul Rahman pada hari pertama pembukaan pendaftaran, dinamika Pilkades Sukamekar mulai memasuki babak yang lebih hangat. Namun, di balik riuhnya kontestasi, hukum harus tetap menjadi pagar, demokrasi harus tetap menjadi jalan, dan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi tujuan. Sebab pada akhirnya, Pilkades bukanlah sekadar perlombaan untuk memenangkan jabatan, melainkan proses rakyat dalam memilih sosok yang dipercaya memikul amanah pembangunan. Dari lembar pendaftaran yang dibuka pagi itu, sebuah harapan pun mulai ditulis bahwa Sukamekar tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu memenangkan suara, tetapi juga pemimpin yang sanggup memenangkan kepercayaan dan menjaga masa depan desanya.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *