Daniel Muttaqien Minta Kualitas Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikarang Tetap Terjaga Meski Dikejar Waktu

BEKASI – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daniel Muttaqien berharap kualitas pembangunan Sekolah Rakyat di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi prioritas meskipun proyek tersebut dikerjakan dalam waktu yang sangat terbatas.

Menurut Daniel, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut memiliki tantangan besar karena harus diselesaikan dalam waktu singkat dengan cakupan pekerjaan yang cukup luas. Ia bahkan mengibaratkan proses pembangunan itu seperti kisah Candi Roro Jonggrang yang harus dibangun dalam semalam.

Bacaan Lainnya

“Saya ibaratkan pembangunan Sekolah Rakyat ini seperti cerita Roro Jonggrang membangun candi. Anggarannya besar, pembangunan yang dilakukan juga banyak, tetapi waktu yang tersedia sangat terbatas. Karena itu, kami berharap kualitas bangunan tetap terjaga dengan baik,” ujar Daniel saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Daniel menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kondisi fisik bangunan Sekolah Rakyat secara umum sudah cukup baik. Namun demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan penyempurnaan dan perbaikan minor yang harus segera diselesaikan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada tahun ajaran 2026/2027.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Prasarana terkait, progres pembangunan saat ini hanya menyisakan sekitar 15 persen pekerjaan lagi, termasuk beberapa tahap penyelesaian akhir atau finishing.

“Saya optimistis target penyelesaian pada akhir Juni bisa tercapai sehingga sekolah ini siap menerima peserta didik baru sesuai jadwal,” katanya.

Senada dengan Daniel, Anggota Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dan hampir rampung sepenuhnya.

Menurutnya, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 83 persen dan diproyeksikan siap digunakan untuk menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

“Sekolah ini merupakan sekolah terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem pendidikan menyerupai boarding school. Dengan konsep yang terintegrasi ini, kami berharap dapat melahirkan generasi yang unggul, kompetitif, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik,” ujar Politisi Partai NasDem tersebut.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Cikarang diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi peserta didik di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *