JAKARTA – Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE), Nasky Putra Tandjung, mengajak seluruh pihak untuk menghentikan narasi hoaks, provokatif, serta upaya adu domba yang marak di media sosial. Ia menilai penyebaran informasi menyesatkan, termasuk yang menyerang personal Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, bersifat tendensius, tidak objektif, dan kurang konstruktif dalam melihat persoalan secara komprehensif, serta sarat nuansa politis.
Melalui organisasi Indonesia Youth Epicentrum (IYE), Nasky juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan pemuda untuk menjaga kerukunan serta persatuan nasional di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.
Diketahui sebelumnya, KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengajak para ulama untuk memperkuat literasi masyarakat dalam menghadapi maraknya hoaks, fitnah, dan adu domba di media sosial. Ajakan tersebut disampaikan saat bersilaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (05/05/2026), usai mengikuti Rapat Rutin Mingguan Dewan Pimpinan MUI.
Atas langkah tersebut, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Nasky menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pendekatan strategis, humanis, serta gaya kepemimpinan komunikatif KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang aktif bersilaturahmi dengan tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai langkah itu penting untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus mendukung upaya Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia dan memitigasi dampak konflik global terhadap stabilitas dalam negeri.
Nasky yang juga penulis buku “Politik Kaum Muda, Anak Muda dan Perubahan” menilai pesan KSP Dudung agar masyarakat tidak mudah terpancing isu yang memecah belah merupakan langkah objektif di tengah ketidakpastian geopolitik.
Menurutnya, stabilitas keamanan nasional menjadi prasyarat penting agar Indonesia mampu bertahan dari dampak konflik internasional.
Dampak Krisis Global bagi Masyarakat
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta ini menyoroti dampak konflik global seperti di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina yang berimbas pada kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok pangan, hingga inflasi global.
“Pemerintah, TNI, dan Polri tidak dapat menghadapi tantangan berlapis ini sendirian. Dukungan aktif dan tulus dari elemen masyarakat sipil (civil society) adalah bahan bakar utama yang menggerakkan mesin pemerintahan untuk bekerja demi kepentingan rakyat,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis kepada wartawan, pada Jumat (8/5/2026).
Menjaga Soliditas Nasional sebagai Tanggung Jawab Bersama
Lebih lanjut, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta tersebut menegaskan bahwa semangat persatuan yang digelorakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bukan sekadar gimik, melainkan kekuatan fundamental. Menurutnya, solidaritas kebangsaan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Nasky, yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum, sependapat dengan KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bahwa meskipun Indonesia memiliki keragaman suku, agama, dan budaya, tekad untuk menjaga keutuhan NKRI harus tetap berada dalam satu barisan.
“Pesan persatuan ini selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Pembangunan nasional hanya dapat berjalan optimal jika seluruh elemen bangsa mampu menghindari polarisasi yang berlebihan dan tetap menjaga semangat kebersamaan,” tegasnya.
Ajak Publik Lebih Bijak dan Rasional
Oleh karena itu, perlu dipahami secara utuh dalam perspektif yang objektif, konstruktif, dan komprehensif, bukan sebagai upaya menghidupkan sentimen negatif. Kami menilai penting adanya pelurusan konteks agar masyarakat tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan, penggiringan opini yang tidak berdasar, serta framing negatif yang menyudutkan pribadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Nasky menilai saat ini KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman tengah fokus dan konsisten memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar KSP menjadi jembatan komunikasi dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung program strategis dalam mewujudkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh karena itu, segala bentuk disinformasi yang menyerang secara personal maupun institusional sangat merugikan kepentingan publik. Hoaks, fitnah keji, dan upaya adu domba dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja dan dedikasi pemerintahan Prabowo Subianto,” sambungnya.
Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan nasional dan merawat persatuan bangsa yang kondusif, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan narasi yang rasional, menyejukkan, dan mempersatukan.
Menurutnya, kedewasaan berbangsa tercermin dari kemampuan mengubah setiap dinamika menjadi energi positif yang memperkuat persatuan nasional, sehingga setiap ujaran di ruang publik dapat menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengedepankan prasangka baik serta melakukan klarifikasi terhadap setiap informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi.
“Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kita harus mengedepankan sikap husnuzan (prasangka baik) dan membudayakan tabayun (klarifikasi) terhadap setiap informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang terfragmentasi. Mari melihat setiap pernyataan dari perspektif persatuan yang lebih luas,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, termasuk hoaks, fitnah, dan penggiringan opini liar yang diarahkan kepada KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
“Maka, mari kita bersatu melawan hoaks, upaya pecah belah, dan narasi provokatif agar bangsa ini semakin maju dan aman. Kita tutup celah adu domba dan kembali fokus pada agenda kebangsaan dalam mendukung kinerja pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Asta Cita bagi masyarakat,” tutupnya.





