JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khaerunnisa menekankan pentingnya pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Tahun Anggaran 2027 yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga.
Menurut Adde Rosi, kebijakan anggaran Kemenpora harus memiliki cakupan yang lebih luas dengan memperkuat kapasitas pemuda, mendorong kewirausahaan generasi muda, serta memperluas akses terhadap sarana dan prasarana olahraga di berbagai daerah.
Hal tersebut disampaikan Adde Rosi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menilai pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga harus berjalan beriringan karena keduanya memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi Indonesia yang produktif dan berdaya saing.
“Komisi X DPR RI berkomitmen agar setiap rupiah anggaran negara yang disetujui benar-benar berdampak langsung, transparan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pemuda serta atlet di seluruh penjuru tanah air,” ujar Adde Rosi dalam unggahan Instagram pribadinya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan anggaran Kemenpora tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi dari seberapa besar manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam bidang kepemudaan, Adde Rosi mendorong adanya penguatan program yang dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan generasi muda. Pengembangan kewirausahaan juga dinilai penting agar pemuda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.
Di sisi olahraga, dukungan terhadap atlet berprestasi tetap menjadi bagian penting dalam kebijakan Kemenpora. Namun, pembinaan atlet harus dibangun dari fondasi yang kuat melalui pengembangan olahraga di daerah serta tersedianya fasilitas yang dapat diakses masyarakat secara luas.
Menurut Adde Rosi, pemerataan sarana olahraga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran 2027. Fasilitas olahraga yang memadai dapat menjadi ruang bagi anak-anak dan pemuda untuk mengembangkan bakat sekaligus menjalani aktivitas yang sehat dan produktif.
Ia berharap penguatan anggaran kepemudaan dan olahraga dapat berjalan secara seimbang. Dukungan terhadap prestasi atlet harus berjalan bersama dengan program yang melahirkan pemuda produktif, kreatif, mandiri, dan memiliki kemampuan menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Adde Rosi juga menekankan aspek transparansi dalam penggunaan anggaran negara. Setiap program yang dibiayai APBN harus memiliki sasaran yang jelas, dapat diukur keberhasilannya, dan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pembahasan RKA Kemenpora 2027 diharapkan mampu memperkuat ekosistem kepemudaan dan olahraga secara menyeluruh, mulai dari pembinaan pemuda dan atlet di daerah hingga penguatan prestasi olahraga di tingkat nasional.






